"trauma itu seperti selamat dari kecelakaan,tapi cacat seumur hidup"
setelah pulang sekolah aku menuju halaman kost yang tidak jauh dari sekolahan ku,ya sekitar 35 menit.
karena jalan kaki aku kembali melewati rumah rumah yang sepi sekali seperti tidak berpenghuni,banyak cctv dan rumah rumah besar di gang ku.
benar,untuk sampai ke kost harus melewati komplek komplek yang biasanya diisi dengan keluarga yang harmonis,rumah yang besar tersusun rapih,udara yang sejuk dan hangat di setiap pergantian hari,suara yang sangat amat sunyi,dan diisi benda benda mewah.
setiap melewati rumah rumah besar ini,aku selalu berucap dalam hati
"tidak-papa jika aku tidak bisa merasakan sekarang,tetapi nanti aku harus menciptakan semua itu"
ucapku seperti kalimat penenang dalam diri-ku
BRUKKK ..
aku menjatuhkan diri ku ke kasur sambil mengusap air mata
"kapan ini akan berakhir?"
lagi lagi kalimat seperti itu yang aku ucapkan,tidak lupa aku selalu menyalahkan musik agar pikiran ku tenang sambil kembali merapikan kamar kamar yang berantakan sehabis berangkat sekolah yang tergesa gesa tadi pagi.
air mataku tidak bisa berhenti,aku trus mengalihkan perhatian pada diri ku sendiri agar lupa kesedihan ini. tetap saja tidak ada guna nya.
"selanjutkan bagaimana ya?"
habis merapikan kamarku,aku tidak tahu apa lagi yang harus ku lakukan karena air mata ini terus saja menetes,ku mencoba dengan bermain game.
YA MAIN GAME ADALAH HOBI KUU
dringggg ...
"ah yang benar saja,hampir saja aku menang"
nada dering di handpone yang membuat ku kalah,ternyata itu adalah ibuku yang biasa ku panggil dengan sebutan "MIMIH"
"halo nak,lagi apa?"
tanya mimih kepada anak terakhir nya,yaitu aku.
"iya mih,lagi rebahan aja"
sahutku terhadap mimih yang membuatku meneteskan air mata pada pulang sekolah.
"nanti kalau mimih ada waktu,mimih jenguk ya."
ucap mimih yang selalu memberi harapan terhadapku,padahal akupun tau itu tidak akan terjadi.
aku selalu berharap untuk ada orang di dalam kamar ini menemani aku tidur,tapi
"semakin berharap itu sakit ya?"
"huh,iya sudah dulu ya ngantuk"
jawabku yang sudah malas dengan janji janji manis itu,aku kembali meneteskan air mata entah lagi lagi prasaan ini muncul lagi.
"trauma itu,seperti selamat dari kecelakaan tapi cacat seumur hidup ya?"