Apa itu sebuah iman?
Mengapa sering kali dapat membutakan kesadaran一selayaknya menatap kilauan matahari yang merekah tepat di ujung kepala kita. Kata "iman"; sebuah kata yang tak asing lagi bagi para "Agama" : "Itu diperlukan!" Ini sangat diperlukan? Banyak sekali diantara semut-semut yang mengerumuni manis-manisan yang tanpa batas itu. Ketika sedang menggigit manisan itu: Seringkali mereka bergumam, "Manisan (iman) ini dibutuhkan! Untuk mengenali penguasa (Tuhan) lebih dalam, Kita harus menopang ini!" Jadi, bagaimana semut dapat mengetahui bahwa manisan itu dapat membuatnya mengenali penguasa lebih mendalam?
"Apakah itu keyakinan?" Tanya semut (terasing) disana.
"Apa kau," Jawab para semut-semut secara serentak, "sungguh benar-benar dungu?"一"manisan ini adalah perwujudan saleh dari penguasa. Ini adalah wejangan. Karena kita semua sudah mengenalnya (sedari dulu)."
(Dengan iman, mereka semakin kuat! Tanpa manisan mereka layu). Namun, jaminan untuk mengenal penguasa; apakah itu akan mencapai ujung (ke)akrab(an)?一Ucapan. Ucapan mereka, dapatkah benar-benar menembus tebing-tebing itu? Bisakah tebing itu tetap kokoh ditonjok badai dan longsor?一Diantara semut-semut yang menggigit manisan itu. Mereka hanya mengikuti aliran seluruhnya. Bahkan mereka tak tahu siapa itu (penguasa). Namun, kata (manisan) itu tampak lezat. Mereka tak tahan dan ikut andil; tanpa membawanya untuk membuat mereka lebih mengenali penguasa. Iman. (Manisan) itu sedikit aneh. Ujug-ujug hadir. Begitu pula esensi penguasa. Dan seluruh semut diliputi hasrat menggandrungi-Nya. Bolehkah satu ekor semut (asing) itu merasa aneh dan iba? Atau jijik dan acuh tak acuh? Dia diperbolehkan untuk keduanya.