TUMBAL YANG DI JANJIKAN
Malam Gelap...
Hujan badai mengguyur kota Pekanbaru. Petir menyambar, membuat lampu-lampu berkedip. Tiana,seorang gadis berusia 19 tahun, beragama khatolik bekerja sebagai karyawati di pt. P terjebak dalam kegelapan penyakit gangguan emosi tidak stabil(nonmedis). Dia merasa seperti terpenjara dalam dirinya sendiri.
"Aku tidak bisa lagi, Bu!" Tiana berteriak pada ibunya, Demetria, di tengah gemuruh petir. "Aku merasa aku akan kehilangan kendali!"
Demetria memeluk Tiana erat. "Tiana, anakku, ibu ada di sini. Ibu tidak akan meninggalkanmu."
Kehidupan yang Terkoyak...
Angin kencang menghantam jendela. Suara-suara aneh terdengar dari luar.
"Tiana, kamu harus kuat," Fernando kakak lelaki tiana berkata, suaranya hampir tenggelam oleh suara badai. "Kita harus saling mendukung."
Badai Emosi...
Petir menyambar, membuat Tiana terkejut.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku!" Tiana menangis. "Aku merasa aku sedang kehilangan diriku!"
Arno pacar tiana berusia 24 tahun beragama islam dan bekerja sebagai kuli bangunan menemukan Tiana dalam keadaan panik. "Tiana, aku ada di sini. Aku tidak akan meninggalkanmu."
Cinta di Tengah Badai...
Hujan semakin deras. Suara guntur menggema. Kilat tak henti memotret di kegelapan malam.
"Aku tidak peduli tentang perbedaan kita," Arno berkata, suaranya penuh keyakinan. "Aku hanya peduli tentang kamu."
Konflik yang Memuncak...
Ayah Tiana, Charles, berteriak di tengah badai. "Tiana, kamu tidak bisa menikah dengan orang Islam!"
Tiana menangis. "Aku tidak peduli tentang agama! Aku hanya peduli tentang cinta."
Kawin Lari...
Arno membawa Tiana kawin lari ke kampung halamannya. Mereka berlari di tengah hujan.
"Aku takut, Arno," Tiana berkata, suaranya hampir tidak terdengar. "Aku takut kita akan ditangkap."
Pengobatan Spiritual...
Pak Usman, guru spiritual, membantu Tiana dengan pengobatan spiritual di tengah kegelapan.
"Tiana, kamu harus melepaskan energi negatif," Pak Usman berkata, suaranya tenang. "Kamu harus menerima cinta dan kebaikan."
Ritual Pelepasan...
Ritual Pelepasan Ikatan Perjanjian dilakukan. Kekuatan gelap muncul. Petir menyambar.
Arno berdoa. "Tolonglah kami, Ya Allah."
Dengan menyebut dua kalimat syahadat dan ayat-ayat al-quran akhirnya Tiana merasa pembebasan. Penyakitnya sembuh, dan energi positif mengalir. Tiana pun terbebas dari ikatan perjanjian tumbal orang tuanya.
"Aku merasa aku telah menemukan diriku," Tiana berkata, suaranya penuh harapan. "Aku merasa aku telah menemukan cinta sejati."
Cahaya di Ujung Tunnel...
Hujan berhenti. Matahari muncul dari balik awan.
"Aku bersyukur atas cinta kita," Tiana berkata, suaranya penuh bahagia.
Arno memeluk Tiana. "Aku juga, Tiana. Aku juga."
Akhirnya Tiana memperdalam ilmu spiritual dengan pak usman dan sekarang dia juga sudah seperti pak usman sering menolong orang yang sakit sepertinya (gangguan nonmedis) dan kisah nya menjadi inspirasi bagi yang mempunyai permasalahan serupa..
Intinya hanya kepada sang pencipta lah kita berharap dan selalu memohon perlindungan dari godaan setan terkutuk.inv