Suatu malam yang tenang. Terlihat seorang gadis yang tengah menangis di depan seorang laki-laki. Gadis itu bernama Keysa, dan laki-laki itu bernama Brian.
"Apa lagi key?" Ucap Brian. "A-aku...di tipu pacar ku hiks.." Keysa hendak memeluk Brian namun Brian mundur. "Setiap kali kamu ada masalah sama cowo kenapa harus dateng nya ke aku? Kamu punya temen cewe kan?" Ucap Brian. "Kamu kok gitu sih...aku lagi sedih loh..tega banget.." ucap Keysa. "Aku manusia Key, bukan sampah yang bisa seenaknya kamu buang dan kamu pungut. Aku juga bukan rumah punya kamu yang bisa kamu dateng trus pergi seenak kamu. Aku juga punya perasaan, udah berapa tahun kamu giniin aku." "Ian kamu kok bilang gitu sih, jahat banget." "Aku? Jahat? Coba inget siapa yang selalu di samping kamu saat kamu butuh, siapa yang selalu jaga kamu pas kamu sakit, siapa yang selalu ada pas kamu ngemis waktu. Trus kamu se enaknya pergi ninggalin, pas uda di sakitin balik lagi. Egois banget sih. Emang cuma kamu yang punya perasaan? Ngga key." "I-ian...kamu berubah.." "Semua manusia bisa berubah key. Begitu juga aku. Mulai sekarang jangan dateng ke aku lagi. Karena aku uda muak." Itu ucapan Brian lalu pergi dari tempat itu. "Ian.." panggil Keysa, namun Brian tak menghiraukan. Semua kata-kata Brian membuat Keysa berpikir apakah dia salah selama ini telah mempermainkan Perasaan dan ketulusan Brian. Keysa pun memyesal telah menyia-nyiakan permata hanya demi kerikil