Mencoba sabar terus sabar sudah.
Mencoba ikhlas terus ikhlas sudah.
Jahatnya lagi mencoba mendapatkan perhatian dari yang lain.
Memang tidak masuk logika, tapi komunikasi kita terbatas sekali.
Mungkin membicarakan masa depan hanya sepatah dua patah kata yang keluar.
Tidak ada tujuan untuk langkah selanjutnya.
Tidak ada pleaning untuk kedepannya.
Hampa sekali, rasa iri semakin memuncak rasa sesak semakin terasa. Jika karena aku yang selalu salah dan tak ada lagi kata maaf yang diterima mungkin sudah jalan akhir.
Memang kesalahan yang sangat fatal mencari perhatian dilain sedang aku bersama denganmu.
Apa perhatianmu kurang, aku hanya bisa membisu menahan semua yang ingin aku ungkapkan rasanya sudah terpendam jauh sekali sulit untuk dibongkar.
Rasa kesal, amarah semuanya sulit untuk diluapkan.
Seperti orang gila yang menangis tiada tau salah benarnya, seperti orang tak berperasaan yang tak pandai menutupi keburukan.
Jiwaku hancur berkeping-keping bukan hatiku lagi, sudah cukup lama menahan sakit hati hingga mungkin sudah dalam terkoyak.
Aku pasrah kali ini. Diammu mengartikan keburukan yang akan terjadi selanjutnya.
Aku akan mengikuti diammu entah sampai kapan atau sampai akhir hubungan.