sepi, hanya ada suara ombak yang menhantam pasir pantai, terlihat wanita duduk termenung menatap arus pantai yg semakin lama semakin deras arus nya, satu tetes air mata terjatuh dari mata indah wanita itu, ntah apa yg dipikirkan nya, ia beranjak dari duduk nya dan perlahan berjalan mendekati lautan, berjalan tanpa arah, banyak yg bergejolak di pikiran nya, ntah keaadan sadar atau tidak wanitu itu telah menyusuri lautan hingga batas dada nya, namun tuhan mencintai nya, wanita itu dengan cepat tersedar kembali dari lamunan nya dan dengan cepat berjalan menjauh dari arus lautan sebelum dia dibawa oleh arus.
"tuhan,saya lelah tapi saya tidak pernah ingin meningalkan dunia, jika saya tidak sadar dan terbawa oleh arus, dimana kah saya akan dibawa?"
wanita itu menatap lama ke arah langit berharap sesuatu akan menjawab pertanyaan nya, hening..
akhirnya ia kembali pulang, baru saja membuka pintu ia sudah melihat adik nya yang bernama ciko dipukul habis habisan oleh ayah nya.
"ayah! ampun ampun.." ucap ciko dengan gemetaran,
mendengar suara adiknya yang gemetar dan banyak nya luka yg ia dapatkan, wanita itu tertegun di ambang pintu, rasanya ada sesuatu yg tercekat di tenggerokan nya.
"NATHAN DARI MANA SAJA KAMU!"
ucap ayah nya ketika melihat nathan yang berdiri di ambang pintu, ayahnya yang sedang dalam kondisi emosi yg tidak terkendali, dengan marah melempar vas bunga ke arah nathan.
PLAK! suara pecahan kaca memenuhi ruangan, hening beberapa saat, sebelum ciko berteriak histeris dan berlari ke arah nathan yg terduduk lemas saat vas bunga itu mengenai kepalanya.
"KAKAK!!!" teriak ciko panik, dan segera mencoba menutup luka nathan, ciko menangis histeris melihat nathan yg semakin melemah.
"s-saya tidak sengaja.."
ucap aldebara yg panik tak karuan ketika melihat kondisi tragis anak nya karna nya, dengan cepat aldebara meraih ponsel dan menelpon ambulans, tangan nya gemetaran tak karuan.
sesampai nya dirumah sakit, sangat banyak suster yg berlari panik membawa kantong darah dan memasuki ruang oprasi, aldebara tak bisa menyebunyikan rasa khawatir dan panik nya, sayang sekali sangat disayang kan, ketika dokter keluar, aldebara langsung paham apa yang terjadi ketika melihat raut wajah dokter yg tidak mengenakan.
"dok bagaimana dengan anak saya!?" teriak aldebara dengan panik.
"maaf sekali, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun nathan menyerah ditengah jalan.."
ucap dokter dengan nada menyakitkan..
mendengar ucapan dokter aldebara tertegun sejenak dan langsung berlari masuk kedalam ruangan nathan, saat masuk aldebara melihat tubuh nathan yg sudah pucat pasih dan kaku, aldebara tak kuasa untuk membuka kain yg menutupi wajah anak nya itu, aldebara hanya dapat menangis diselimuti rasa bersalah..
saat nathan membuka mata, ia kembali mendapati diri nya di lautan, di sudut laut nathan melihat ciko dan bunda nya yg melambaikan tangan padanya, perlahan nathan berjalan ke arah mereka, namun tiba tiba natha berpindah posisi dan berada didalam lautan, ia melihat bunda dan ciko bepelukan dari jauh, ada cahaya yg menerangi kedua nya, nathan bingung sebenarnya dimana dirinya? apa dia sudah mati, dan akhirnya pertanyaan itu terjawab ketika ia kembali berubah posisi dan melihat dirinya sendiri yg terbaring pucat di ranjang rumah sakit, nathan menyerigitkan alisnya, dia susah menerima kenyataan pahit ini..
disisi lain kabar buruk kembali menghantam aldebara ketika mendapatkan leporan bahwa anak bungsu nya ciko telah terdapat tenggelam di bak kamar mandi, semua terasa seperti aldebara ditusuk berkali kali dengan keaadan ini..
TAMAT..