Lokasi: Tebing Gelap, dekat Gunung Dhravell
Setelah mengalahkan para Gralok, kelompok Levi melanjutkan perjalanan mereka. Namun, serangan sebelumnya meninggalkan ketegangan dalam kelompok. Levi berjalan di depan, diam dan dingin seperti biasanya, tetapi ada sesuatu yang berubah. Energi Rune Kegelapan di tubuhnya tampak lebih intens, auranya menyelimuti sekitarnya seperti bayangan pekat.
Mila:
(Berjalan mendekati Keil, berbisik pelan)
"Levi... dia terlihat berbeda. Aku belum pernah melihat dia seperti ini sebelumnya."
Keil:
(Mengangguk, sambil tetap berjaga-jaga)
"Aku juga merasakannya. Rune itu pasti memiliki dampak lebih besar dari yang dia akui. Kita harus hati-hati."
Levi, yang berjalan di depan, berhenti tiba-tiba. Di hadapan mereka, sebuah kelompok kecil tentara Arkhan sedang berjaga di sebuah pos perbatasan. Para prajurit itu tampak tidak menyadari kehadiran mereka.
Levi:
(Berbicara dingin tanpa menoleh ke belakang)
"Ini tidak akan memakan waktu lama. Kalian tetap di sini."
Mila:
(Dengan nada tegas)
"Tunggu, Levi! Kita harus menyusun rencana. Kita tidak bisa menyerang begitu saja—"
Namun, Levi tidak mendengarkan. Dengan gerakan cepat, dia menghilang ke dalam bayangan, memanfaatkan energi Rune Kegelapan untuk bergerak tanpa suara. Mila dan Keil hanya bisa saling bertukar pandang, cemas dengan apa yang akan terjadi.
Di pos itu, sekitar sepuluh prajurit Arkhan berjaga, berbicara satu sama lain dengan santai. Mereka tidak menyadari bahaya yang mengintai dari kegelapan.
Prajurit 1:
"Sudah berapa lama kita berjaga di sini? Tidak ada yang akan datang ke tempat terpencil seperti ini."
Prajurit 2:
(Tertawa kecil)
"Kamu benar. Yang kita jaga hanya kabut dan batu. Aku lebih memilih tidur."
Tiba-tiba, suara langkah ringan terdengar di belakang mereka. Sebelum mereka bisa bereaksi, satu demi satu prajurit mulai terjatuh—leher mereka digorok dengan presisi mengerikan. Levi muncul dari bayangan, matanya memancarkan cahaya gelap yang menyeramkan.
Levi:
(Dengan suara dingin, tanpa emosi)
"Kalian bekerja untuk Arkhan. Itu satu-satunya alasan kalian harus mati."
Salah satu prajurit yang tersisa mencoba menyerang Levi dengan pedangnya, tetapi Levi menangkap serangan itu dengan tangan kosong. Aura hitam dari Rune Kegelapan membungkus tubuhnya, menghancurkan pedang itu menjadi serpihan. Dengan satu gerakan cepat, Levi menancapkan belati ke dada prajurit tersebut, lalu melemparkannya ke tanah seperti boneka.
Prajurit 3:
(Tersentak ketakutan, mencoba melarikan diri)
"Tolong... aku hanya mengikuti perintah! Jangan bunuh aku!"
Levi tidak menjawab. Dengan satu lompatan, dia mendarat di depan prajurit itu, memotong jalannya. Dia memegang prajurit itu di leher, mengangkatnya dengan mudah.
Levi:
(Berbisik pelan, penuh kebencian)
"Arkhan tidak memberi belas kasihan. Jadi kenapa aku harus melakukannya?"
Dengan satu gerakan, Levi melempar prajurit itu ke tanah dan menusukkan pedangnya ke tubuhnya tanpa ragu. Darah mengalir deras, mengotori tanah berbatu.
Lokasi: Jarak Aman dari Pos Perbatasan
Mila dan Keil, yang menyaksikan dari kejauhan, akhirnya bergegas menuju Levi setelah suara pertempuran berhenti. Ketika mereka sampai, mereka menemukan Levi berdiri di tengah genangan darah, tubuh prajurit Arkhan tergeletak di sekelilingnya.
Mila:
(Dengan nada penuh amarah dan ketakutan)
"Levi! Apa yang kamu lakukan?! Mereka sudah tidak berdaya!"
Levi:
(Menatap Mila dengan dingin, wajahnya tidak menunjukkan penyesalan)
"Mereka adalah musuh. Jika kita meninggalkan mereka hidup, mereka akan melaporkan keberadaan kita. Ini bukan permainan, Mila. Ini perang."
Keil:
(Mencoba menengahi, meski suaranya gemetar)
"Kita mengerti, Levi. Tapi ini... ini terlalu jauh. Kamu tidak perlu membantai mereka seperti ini."
Levi:
(Berbalik perlahan, menatap Keil dengan tajam)
"Jika kalian tidak bisa menerima apa yang perlu dilakukan, kalian seharusnya tidak ikut dalam perjalanan ini."
Mila maju dan memegang bahu Levi, mencoba membuatnya sadar.
Mila:
(Dengan suara yang penuh emosi)
"Levi, ini bukan kamu! Aku tahu kamu lebih baik dari ini. Jangan biarkan Rune itu mengambil alih dirimu!"
Untuk sesaat, Levi tampak ragu. Matanya kembali ke warna normalnya, dan dia menghela napas panjang.
Levi:
(Berbisik pelan, lebih pada dirinya sendiri)
"Aku... tidak bisa membiarkan mereka menang. Aku tidak akan gagal lagi."