Namaku Zidan Anggara,aku hidup di dunia dimana semua manusia memiliki kekuatan. Ada yang bisa membaca pikiran,ada yang bisa terbang,ada yang bisa menghipnotis ada yang bisa menghilang,dan banyak lagi jenis kekuatan mereka.
Biasanya kekuatan ini diturunkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Tapi kekuatanku berbeda dengan kekuatan lainnya. Ayah dan Ibuku bisa mengendalikan element Api,element paling kuat di antara 3 element lainnya.
Urutan kekuatan element:
1.Element Api 🔥
2.Element Bumi 🌎
3.Element Angin 🌬
4.Element Air 💧
Di antara banyaknya element itu,aku mendapatkan element air. Element paling lemah di antara lainnya. Sering kali aku di ejek karena kekuatan itu. Tapi aku tetap bangkit dan tidak memperdulikan ucapan mereka.
"Lihatlah anak itu, orang tuanya dapat mengendalikan element paling kuat sedangkan anaknya hanya bisa mengendalikan element paling lemah!", ejek seorang gadis di belakangku.
"Iya, mana rambutnya aneh lagi", kata teman gadis itu sambil tertawa.
Rasanya aku ingin sekali membunuh gadis-gadis itu tapi aku takut Ibu dan Ayah akan marah padaku.
Namun tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memarahi gadis-gadis nakal itu.
"Hey kalian berdua! Percuma kalian punya mulut kalau hanya kalian gunakan untuk menghina seseorang!",kata orang baik itu dengan nada sangat marah.
Para gadis-gadis nakal itu akhirnya pergi karena takut pada orang itu. Tentu saja, orang itu mendapatkan element Api. Makanya mereka takut padanya. Terkadang aku iri terhadap mereka.
"Hey,apa kamu tidak apa-apa?",tanya orang itu sambil mengulurkan tangan.
Aku dengan malu-malu menerima ukuran tangan orang itu. Jujur saja ini pertama kalinya ada orang yang peduli padaku, apalagi ia adalah seorang gadis.
"Hai namaku Shea, Olivia Shea. Kamu bisa memanggilku Sea!",kata gadis dengan senyuman yang dapat membuat siapapun terpesona.
"Ouh Hai, namaku Zidan Anggara! Kamu bisa memanggilku Zidan", kataku dengan malu-malu.
"Jadi namamu Zidan, bagaimana kalau aku panggil kamu panda?", tanya Shea.
Aku bingung kenapa dia ingin memanggilku dengan sebutan panda? Padahal aku sama sekali tidak selucu panda.
"Kenapa panda? Aku kan tidak lucu seperti panda",kataku menunduk.
"kata siapa?",tanya Shea.
"Kau paling lucu, rambutmu juga lucu seperti panda. Jadi bagaimana panda kecilku~",kata Shea dengan senyuman khasnya.
Jujur saja ini pertama kalinya aku merasa nyaman dengan seseorang. Aku akan menjaganya selamanya dan tak akan pernah melepaskannya seumur hidupku.
.......
Semakin hari hubunganku dengan Shea semakin dekat. Sepertinya aku benar-benar suka padanya. Dia seperti malaikat pelindung saat aku butuh bantuan. Suatu hari nanti aku yang akan melindunginya.
Saat aku dan Shea sedang jalan-jalan santai, tiba-tiba sebuah monster raksasa menyerang kami. Semua orang ketakutan mencari tempat berlindung.
"Monster ini...",kata Shea nampak ketakutan.
Aku berusaha menenangkan Shea dengan memegang tangannya. Sambil mengangguk mengisyaratkan bahwa Shea akan menang.
Monster itu nampak akan menyerang Shea. Dengan sigap Shea mengeluarkan api dari tangannya dan menyerang moster itu.
Karena tak bisa apapun, aku hanya berdiam diri sambil mendukung Shea. Aku harap Shea yang menang.
Tak lama kemudian, Moster itu menyerang Shea dengan sekuat tenaga. Shea tergeletak di tanah tampa tenaga.
"SHEA!",teriakku tidak terima.
Aku benar-benar marah, tiba-tiba tubuhku melayang dan sebelah mataku berwarna merah. Aku tidak tau apa yang terjadi, yang aku tau sekarang hanya balas dendam.
"TIDAK ADA YANG BOLEH MENYAKITI SEAKU!", kataku dengan keras tampa kendali.
Dalam sekejap aku berhasil mengalahkan monster itu. Semua orang yang melihat itu benar-benar kagum.
Namun aku tak bisa mengendalikan tubuhku, aku menyerang siapapun yang kulihat. Tidak ini bukan aku.
"Panda...",kata Shea sambil berusaha mendekatiku.
Setelah penuh usaha, Shea berhasil menenangkan aku dengan cara memelukku.
Sejak hari itu aku tidak pernah di remehkan lagi, karena aku menguasai 2 element sekaligus. Air & Api, aku bahagia sekali. Tampa Shea mungkin aku akan terus menderita.
.......
𝐁𝐚𝐢𝐤𝐥𝐚𝐡 𝐢𝐧𝐢 𝐝𝐮𝐥𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐤𝐮 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧
𝐁𝐘𝐄 𝐀𝐋𝐋 😉