Ayah
Dimanakah engkau
Disini kelam
Rembulan enggan berkawan
Telah lama menghilang
Tinggalkanku, meradang
Dijalan yang penuh rintang dan tantang
Ayah
Dimanakah engkau
Aku mencari jalan pulang
Mengapa membantuku kau enggan
Padahal langkahku terseok lelah
Selepas engkau menerlantarkanku dijalan kehidupan yang keras ini
Padahal jalan ini berkubang lara
Berkerikil tajam bahkan berduri
Mengapa engkau setega itu
Padahal kakiku masih terlalu kecil untuk kerikil setajam itu
Masih terlalu lemah menahan tusukan duri itu
Aku kadang terjatuh, bahkan air mata dan darah linang diwajah tetes demi tetes
Akankah kau melihat itu ?
Mengapa kau tak lagi menolongku
Padahal aku butuh uluran tanganmu
Padahal aku butuh bimbinganmu
Aku butuh bahumu tuk bersandar membasuh peluh
Melewati masah sulit ini
Aku rindu pelukan dan senyum yang mengusap lelahku
Aku rindu semuanya
Ayah
Dulu kau sering memukulku saat aku nakal
Bahkan balok sekalipun kau tancapkan padaku
Aku kau didik menjadi seorang berakhlak
Dan kini aku sudah tumbuh besar pah
Inilah aku yang kau didik sekeras itu
Aku sudah dewasa dan mampu berdirih diatas kakiku sendiri
Aku telah mengubah kayu dan balok itu menjadi sandaran dan tongkat kemandirianku
Perlahan Aku berusaha bangkit meski harus tertatih
Aku ingin membuatmu tersenyum dengan apa yang kuraih meskipun itu belum seberapa berarti
Ayah
Hari ini aku berziarah kerumah kecilmu
Semoga bahagialah yang menyambut kedatanganku
Sebahagia canda tawa kita dulu sewaktu aku kau pangku dari tempat tidurku dikala aku bangun
Ayah
Doakan aku selalu
Semoga pesanmu mengharumkan nama keluarga kelak kugapai
Dan jika berkenan
Datanglah dalam lelapku untuk beberapa lembar mimpiku
Terimakasih untuk semua pengabdianmu ayah
Aku hanya bisa membalas semuanya dalam doa dan usaha
Ya Tuhan
Kutitip ayahku padaMu
Aku mohon
Janganlah engkau menyiksa dia didalam lahatnya
Sebab Iya telah begitu sengsara dan tersiksa dikala menafkai dan membesarkan kami dulu
Tetapi harumkanlah kuburnya dengan aroma surgawimu
Sesemerbak keringat jerih payahNya yang telah mengubah hamparan gersang menjadi ladang pengharapan kami.