Di sebuah kantor yang terlihat sangat berantakan, dengan banyaknya berkas-berkas yang tertumpuk di meja kerja
Di meja kerja itu, terlihat seorang pria dengan rambut hitam ajak-ajakan, dan kantong mata yang akan terlihat jika di perhatikan dengan jelas
Pria itu adalah Detektif Swasta Nash Narreza, seorang pria yang penuh dengan ambisi untuk menjadi seorang detektif terkuat di dunia
Didi!!
Didi!!
Ketika Nash akan mengambil berkas yang ada di dekatnya, telpon miliknya tiba-tiba saja berdering, tanpa ragu-ragu Nash langsung mengangkat telpon itu dan berkata
"Dengan Detektif Nash, ada yang bisa di bantu?" Ucap Nash sambil melihat ke arah luar jendela
"Detektif!! Sesuatu penting terjadi, Tuan Narendra di temukan meninggalkan di ruang kerja miliknya!!" Suara panik tiba-tiba saja terdengar dari seberang telpon membuat Nash mengerutkan keningnya
"Maksudmu Narendra yang menjabat sebagai ketua komisi keamanan publik?" Tanya Nash yang mencoba meyakinkan bahwa Narendra yang di maksud adalah Narendra yang dia pikirkan
"Ya!! Tuan Narendra sekarang di temukan mati!!!"
Mendengar itu, Nash, langsung menyalakan Tv yang berada di kantor nya, dan berkata
"Aku akan segera ke sana, tunggu aku" ucap Nash, sambil mengambil jas miliknya
(Ketua keamanan publik nasional di temukan meninggalkan di ruang kerja miliknya, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pengecekan di seluruh wilayah yang ada di dekat tempat kejadian)
Suara dari berita itu terus terdengar di kantor itu, Dan Nash langsung mengambil kunci mobil miliknya dan berlari ke luar dari kantornya dan memasuki mobilnya
Brum!!!
Mobil milik Nash langsung melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah dari Tuan Narendra
Setelah beberapa saat akhirnya nash sampai di sebuah tumah dengan 2 tingkat yang kini rumah itu telah di kelilingi oleh garis polisi
Dan ketika seorang petugas melihat mobil milik nash mendekati, petugas itu langsung memberhentikan Nash
"Tolong berhenti pak, saat ini kau berada di area yang di larang, tolong segera pergi dari sini" Ucap petugas itu setelah mengetuk kaca mobil milik Nash
Mendengar itu, Nash langsung menurunkan kaca mobilnya dan menunjukkan lencana miliknya
Melihat lencana milik Nash, Petugas itu langsung menghubungi seorang, dan segera kembali setelah selesai menghubungi orang itu
"Detektif Nash, silahkan anda masuk, Kapten telah menunggu anda" ucap Petugas itu yang langsung membukakan pintu mobil milik Nash
Melihat hal itu, Nash langsung keluar dari mobilnya dan langsung berjalan masuk ke dalam rumah itu
Setelah masuk Nash dapat melihat sekelompok petugas yang sedang berdiskusi di ruang tamu dari rumah itu
Melihat hal itu, Nash ingin mendekat secara diam-diam agar dapat mengetahui sedikit pembicaraan mereka, yah itu terlihat seperti menguping
Sayangnya bagi Nash dikarenakan seorang petugas melihatnya dan langsung memanggilnya membuat seluruh perhatian para petugas langsung teralih kan ke arah Nash
"Detektif Nash, akhirnya anda datang!" Ucap petugas itu ketika melihat Nash yang sudah datang
Melihat hal, itu Nash sama sekali tidak panik dan langsung berkata
"Ehem, dimana ruang kerja milik tuan Narendra? Aku ingat melihatnya" Ucap Nash dengan penuh percaya diri dan tidak panik sama sekali
"Ikuti saja aku, Ruangan kerja tuan Narendra ada di lantai dua di paling pojok" Sebuah suara tegas langsung terdengar dan pemilik dari suara itu adalah Kapten kepolisian Langit Asterio
Mendengar hal itu, Nash langsung mengiyakan ajakan dari Kapten langit dan mereka berdua langsung menuju ruangan kerja milik tuan Narendra yang berada di lantai dua
"Kau cukup berani juga, mengambil kasus ini" Ucap Kapten Langit ke Nash
Mendengar itu, Nash hanya menatap datar ke arah Kapten Langit dan berkata
"Susah sewajarnya, lagi pula aku adalah seorang detektif, meskipun swasta tapi tetap saja aku adalah seorang detektif" Ucap Nash yang hanya mendapatkan anggukan dari Kapten langit
"Ambil ini" Ucap Kapten Langit yang memberikan sebuah sarung tangan, tapi Nash langsung menolak sarung tangan itu
"Tidak perlu, aku membawa sarung tangan sendiri" Ucap Nash yang menolak sarung tangan itu, dan mengeluarkan sarung tangan miliknya sendiri
Setelah beberapa saat berjalan, akhirnya Nash dan kapten langit sampai di depan pintu ruang kerja milik tuan Narendra
"Oh iya, Mayat daru tuan Narendra di bawa, jadi hati-hati" Ucap Kapten Langit yang baru teringat kalau Tin otopsi belum datang
Mendengar itu, Nash langsung mengerutkan keningnya, dan menatap ke arah Kapten Langit dengan heran
"Belum di bawa? Kemana tim otopsi kalian?" Tanya Nash dengan penuh keheranan
Mendengar itu, kapten langit langit menggaruk bagian belakang kepala dan berkata
"Yah, hari ini banyak kasus pembunuhan, dan tim otopsi kami sudah di kerahkan semua" ucap Kapten Langit dengan nada canggung
"Banyak kasus pembunuhan? Aneh" gumam Nash yang merasa ada sesuatu yang menjanggal di sini
"Baiklah ayo masuk" Ucap Kapten Langit yang langsung membuka pintu itu dan masuk ke dalam
Melihat hal Nash langsung masuk ke dalam dan berjalan menuju mayat yang tergeletak di tengah-tengah ruangan itu
"Tengah-tengah ruangan" Gumam Nash yang langsung mencatat apa yang dia gumamkan menggunakan buku Note kecilnya
Setelah mencatat hal itu, Nash terus mendekati mayat itu, dan ketika sudah beberapa langkah dari mayat itu, Nash menemukan sesuatu yang menjanggal dari mayat itu
"Hm? Memar?" Gumam Nash ketika melihat dua buah memar yang ada pada kedua tangan dan memar sangat sulit untuk di lihat jika tidak sangat teliti
Setelah menulis tentang sebuah memar di kedua tangan dari tuan Narendra di buku notenya
Nash langsung mendetaki Kapten Langit untuk bertanya
"Kapten Langit Asterio, apa aku bisa menggeledah mayat dari tuan Narendra?" Tanya Nash ke Kapten Langit
Mendengar itu, Kapten Langit langsung mengerutkan keningnya dan mulai berpikir
"Hm... Baiklah, kau dapat melakukan itu" ucap Kapten Langit setelah melakukan beberapa pertimbangan
Mendengar itu, Nash langsung berjalan kembali ke arah Mayat dari tuan Narendra
Setelah sampai, Nash langsung mengangkat kepala dari mayat itu, dan mulai meraba bagian belakang dari kepala mayat itu
Hingga akhirnya, Nash merasakan sesuatu yang seperti sebuah benjolan kecil di bagian belakang
"Serangan dengan benda tumpul pada bagian kepala" gumam Nash, yang kembali meletakkan kepala dari mayat itu ke posisi semula
Setelah meletakkan mayat itu, pandangan dari Nash langsung teralihkan ke arah serpihan vas yang berserakan di dekat mayat itu
"Vas? Itu tidak mungkin... Jika itu Vas, bagian belakang kepalanya pasti akan terjadi pendarahan" gumam Nash yang mulai melihat sekeliling
"Nampaknya kau sudah menemukan sesuatu?" Ucap Kapten Langit
"Ya, Pembunuh, menggunakan senjata tumpul untuk membunuh tuan Narendra dan senjata tumpul itu menganai area belakang kepala dari tuan Narendra, menyebabkan pendarahan pada bagian kepala" ucap Nash yang menjelaskan situasi yang dia dapat tentang mayat dari tuan Narendra
Setelah mengatakan itu, Nash langsung berjalan menuju ke arah jendela satu-satunya yan berada di sana
"Tuan Langit Asterio, apa anda dapat memanggil 3 Petugas yang dapat di percaya dan memanggil para pelayan di sini?" Tanya Nash ke Kapten Langit
Mendengar itu, Kapten Langit langsung mengerutkan keningnya dan menatap kr arah Nash dengan tatapan aneh
Tapi Kapten Langit tetap menuruti apa yang di ucapkan oleh Nash, dan langsung menghubungi seorang petugas yang dia sangat percaya
Cklik
Pandangan dari Langit Asterio langsung beralih ke arah sumber suara yang di mana Langit Asterio melihat Nash membuka jendela itu
"Ada apa?" Tanya Kapten Langit setelah melihat apa yang di lakukan Nash
Mendengar itu, Nash hanya mengabaikan Kapten Langit dan terus melihat ke sekeliling jendela
"Tidaka ada tanda-tanda penerobos secara paksa, dan jendela ini juga terkunci" gumam Nash yang kembali menutup jendela itu
Setelah itu, Nash berjalan secara perlahan ke tempat meja kerja dari Tuan Narendra
"Pasti ada sesuatu yang dapat memberikan petunjuk di sini" gumam Nash yang langsung membuka laci yang ada di Meja itu
Dan Nash dapat melihat tumpukan berkas yang tertata rapi di dalam laci itu, yang langsung membuat Nash merasa kesal
"Tidak ada" gumam Nash, dan ketika akan meninggalkan meja itu, Nash tiba-tiba saja melihat sebuah kilauan cahaya yang terpantul dari sebuah logam
"Hm?" Nash langsung melihat ke kolom di bawah meja itu, dan benar saja ada sebuah laci tersembunyi di kolom meja itu
Click
Bam!!!
Ketika Nash membuka laci itu, Tumpukan uang langsung keluar dari balik laci itu yang menyebabkan Nash semakin mengerutkan keningnya
"Uang? Jika di lihat secara kasar uang ini kemungkinan besar bernilai 4 miliar, dan berapa gaji Tuan Narendra? Dan juga Uang ini adalah uang keluaran terbaru yang baru 4 bulan" gumam Nash ketika melihat tumpukan uang itu
"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Langit Asterio yang mendekati Nash, dan dia langsung terkejut ketika melihat tumpukan uang itu
"Sial, apa itu uang hasil korupsi?" Umpat Langit Asterio, ketika melihat tumpukan uang itu
Mendengar itu, Nash langsung mengangguk dan berkata
"Kemungkinan besar iya, mengingat gaji dari tuan Narendra hanya 15 juta, dan uang ini juga uang keluaran terbaru dan dalam 4 bulan ada 4 miliar? Apa gaji 15 juta perbulan dapat mencapai 4 miliar dalam 4 bulan?" Ucao Nash yang setuju dengan perkataan Langit Asterio, bahwa uang ini adalah uang dari hasil korupsi
"Permisi, Kapten, Kami telah membawa ke 4 pelayan yang ada di rumah ini" Ucap Seorang petugas yang masuk ke dalam
Mendengar itu, Nash dan Langit langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah petugas itu, dan meraka dapat melihat 7 orang yang sudah masuk ke dalam 3 petugas dan 4 pelayan
"Kalian berempat, tolong ke depan ku sekarang!!" Ucap Nash dengan lantang membuat Ke 4 pelayan itu menjadi gugup tapi mereka tetap melakukan apa yang di minta
Setelah meraka berempat maju ke depan Nash, Nash langsung berkata "sekarang katakan apa alibi kalian, jika alibi kalian tidak masuk Akal, kalian akan mendapatkan hukuman!!" Ucap Nash yang membuat ke 4 pelayan itu semakin gugup
Melihat hal, itu Langit hanya menggelengkan kepalanya sedikit dan seperti ingin tertawa
Seorang yang terlihat paling tua di antara Ke 4 pelayan itu langsung mengatakan alibinya setelah mengumpulkan keberanian
"Hari ini saya berada di Halaman belakang untuk membersihkan halaman belakang" Ucap Pria itu yang terlihat seperti berusia 45 tahun
Mendengar itu, Nash hanya mengangguk saja dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah Wanita yang ada di samping pria itu
Melihat tatapan Nash, Wanita itu langsung mengatakan alibinya"Hari ini, saya di suruh untuk menunggu tamu yang akan datang pada jam 8, tapi tidak ada tamu yang datang sama sekali bahkan setelah melewati jam 10" Ucap Wanita itu
Mendengar itu, Nash hanya mengangguk saja, Dan mengalihkan pandangannya ke arah pria di sebelah wanita itu yang terlihat sangat pucat
"Hari ini, aku hanya berada di kamar seharian penuh, itu karena aku saat ini sedang demam tinggi" Ucap Pria itu
Mendengar itu, Nash langsung berkata "kau dapat kembali ke kamarmu, dan cobalah untuk lebih banyak instirahat" Ucap Nash setelah itu, Nash langsung mantap ke arah Pria terakhir
Melihat tatapan Nash, Pria itu, langsung mengatakan alibinya tanpa ragu-ragu sama sekali
"Aku seharian penuh berada di dapur untuk membuatkan makanan yang di minta oleh tuan Narendra" Ucap pria itu tanpa keraguan sama sekali
Setelah mendengar itu, Nash hanya mengangguk saja dan mulai menulis alibi ke 4 orang itu
Setelah menulis alibi mereka, pandangannya nash langsung teralihkan ke arah sebuah cangkir bekas kopi yang tertata rapi di atas meja kerja
"Tuan Langit, apa Tim Forensik sudah datang?" tanya Nash ke Langit Asterio
Mendengar itu, Langit langsung menatap ke arah ke 3 petugas
Mendapatkan tatapan dari Kapten mereka, ketiga petugas itu langsung menjawab pertanyaan Nash
"Tim Forensik, baru saja sampai, dan mereka sedang mempersiapkan barang-barang" Ucap seorang petugas
Mendengar itu, Nash langsung mengerutkan keningnya dan berkata "Bawa cangkir ini, ke tim Forensik" Ucap Nash yang langsung memberikan Cangkir bekas kopi itu ke petugas
Mendapatkan Cangkir itu, petugas itu langsung membawa cangkir itu ke tim Forensik yang berada di bawah
Setelah petugas itu pergi, Nash langsung berkata "Siapa yang membawa cangkir kopi itu?" Tanya Nash yang mulai menatap ke arah ke 3 pelayan itu
Melihat hal itu, salah satu dari ketiga pelayab itu menjadi gugup
Melihat ekspresi dari Palayan yang gugup itu, Nash langsung menatapnya
"Apa kau yang membawa cangkir kopi itu?"tanya nash yang semakin membuat Pelayan 8tu menjadi semakin gugup
"Be-banar tuan" Ucap palayan itu dengan tergagap
"Siapa namamu" tanya Nash
"Alberto tuan" Ucap palayan itu yang bernama Alberto
"Baiklah, sebaiknya kau berhati-hati Alberto, jika cangkir kopi itu memiliki sesuatu yang berbahaya maka kau akan mendapatkan hukuman" Ancam Nash yang membuat Pelayan itu semakin panik
Setelah mengatakan itu, Nash langsung berjalan menuju ke arah Langit Asterio
"Aksi yang bagus" Ucap Langit Asterio setelah Nash berada di sampingnya
Mendengar itu, Nash hanya menggelengkan kepalanya saja dan berkata "tidak juga, lagi pula ini adalah kasus yang sederhana, hanya saja kasus ini memiliki halangan yang banyak"
Mendengar perkataan Nash, Langit Asterio juga mengangguk pertanda persetujuan akan kata-kata dari Nash
"Kita hanya membutuhkan kepastian dari tim Forensik, jika cangkir kopi itu mengandung sebuah zat berbahaya, dan tubuh dari tuan Narendra juga memiliki Zat berbahaya itu, maka penjahatnya sudah pasti, kecuali jika terjadi kejadian tidak terduga" Lanjut Nash sambil memainkan pulpen di tangannya
"Yang kau ucapkan benar, hanya saja tidak ada kepastian di dunia ini" Ucap Langit Asterio yang menepuk bahu Nash dengan pelan
"Tidak ada kepastian? Selalu ada kepastian tuan Langit, contohnya hukum gravitasi yang memastikan agar benda tidak jatuh ke bawah, atau juga air yang menguap pada suhu tertentu, itu semua adalah bentuk ke pastian tuan Langit Asterio"
"Kau benar, tapi kita hanya perlau menunggu Informasi dari Tim Forensik" Ucap Langit yang langsung diam dan duduk di kuris kecil yang ada di dekat meja kerja
Setelah beberapa saat, akhirnya beberapa perwakilan dari tim Forensik datang
"Kapten, kami telah menemukan kalau di dalam cangkir kopi ini ada Racun Polonium, Racun Polonium yang di juluki sebagai Racun yang sempurna, Racun ini adalah Racun Radioaktif, dan Racun ini sudah di larang peledarannya di negara maupun di negara lainnya"
"Dan juga ada racun Arsenik yang di juluki sebegai raja segala racun, racun ini juga ada di Cangkir kopi ini, dan seharusnya racun ini tidak ada di negara" Ucap Perwakilan daru tim Forensik itu yang menjelaskan 2 racun yang ada di Cangkir kopi ini
"Dua racun dalam satu cangkir, menarik, sepertinya pembunuhan ini ada dalang di balik layarnya, yang pasti itu adalah orang yang berpengaruh" Gumam Nash
(Belum selesai)