Seorang gadis berjalan dengan senyum indah nya yang amat cantik menghiasi wajah cantik nya yang bersinar, sungguh mungkin dia sedang bahagia benar-benar bahagia
"Mamah delin pulang " teriaknya di ambang pintu.
"Delin kebiasaan deh teriak-teriak"tegur mamah delin, yang hanya di suguh hi senyum manis nya delin.
Delin nama nya anak ke dua yang tangguh dan mandiri baru selesai menyelesaikan SMP nya dan kini dia akan masuk sekolah impian nya, dengan tujuan hidup yang sudah ia tata sebaik-baik mungkin.sejak ia duduk di bangku sekolah dasar delin anak kedua yang selalu di tutun oleh ke adaan untuk selalu mengalah , menjadi kan nya mandiri sejak kecil serta berpikir ran dewasa.
"Mah papah pulang belum? "Tanya putri tengah nya dengan senyum manis yang tak dapat di sembunyikan
"Mmh ada apa ni,nayai papah sambil senyum-senyum ?" Tanya mamah penasaran
"Ada dehhh nanti delin kasi tau, nya mah " ucap delin sambil tersenyum dan berjalan menuju kamar tidur nya
Diana dia mamah Delin ibu dari tiga anak yang luar biasa Hebat yang paling mengerti sang putri kecil nya itu meski terkadang dia tidak dapat mengikuti semua hal yang di inginkan kan putri nya sehingga putri nya itu selalu berusaha untuk membeli apa yang ia inginkan kan dengan usaha Nya sendiri.
Hari sudah semakin gelap begitu pula keluarga kecil Bu Diana sedang berkumpul di ruang keluarga kecil nya yang cukup nyaman dengan pembicaraan yang terus menerus berlanjut
" mah pah, agan ada kabar baik loh" angan namanya kakak Delina seorang anak laki- kaki yang baru saja lulus SMA serta anak kesayangan sang ayah.
Ucap agan sambi mengambi sebuah amplop putih dari saku nya, ia berikan kepada sang Ayah, yang deterima oleh ayah nya sambil menatap agan , lalau membuka amplop putih itu senghigah Ayah nya Ter senyum dengan Banga Nya.
"Wah anak papah luar biasa" bicara nya sambil menepuk bahu putra nya itu
" emang kabar bahagia apa nih" mamah Nya ikut menimbrung sambil membawa makanan dan minuman di Nampan
" ini mah agan hebat keterima kuliah di Singapura" ucap papah membanggakan.
"Wah agan hebat" gelagak tawa bahagia di ruangan itu
Tapi kebingungan yang muncul di hati seseorang gadis kecil yang mendengar kan percakapan merekah di balik pintu kabar nya di saat ia baru saja tadi mau membuka pintu hinga tak jadi, ia tatap amplop putih di tangan nya sambil berpikir'apa aku harus galah lagih sama kakak' 'huuh' ia buang napas kecil lalu kembali duduk di atas Ranjang sambil melamun,lalu tersenyum miris ' kalo aku bilang aku ke terima di sekolah paporit apa papah bakalan biari aku sekolah di sana, hahah gak mungkin gak bakal ke biyaya' pikir nya yang cukup membuat ia lelah dengan semua ke adaan ini, delin membaringkan tubuh nya di atas ranjang lalu perlahan ia tutup mata nya hingga tertidur
Ceklek suara pintu terbuka, sehingga terlihat seorang wanita masuk kedalam kamar sang putri keci nya,ia berjalan mendekati putri nya pelan-pelan untuk tak mengagu sang putri
"Eh udah tidur ya" ucap nya ,sambil melihat putri nya itu lalu tak sengaja dia lihat amplop putih di tangan putri nya lalu dia ambil dan membuka serta membacanya
"Masya Allah, putri ku hebat bisa keterima di SMA negeri 1 Bandung" haru mamah nya melihat peryataan bawah putri nya dapat masuk sekolah paporit
Perkataan itu cukup mengagu tidur nya delin hingga delin terbangun
" eh mamah, ada apa mah?"
"Sayang, kamu luar biasa" puji Dina pada putri nya itu Delin pun tersenyum "makasih mah"
"Kamu mau ngomong ini kan ke papah kenapa nggak jadi Del?"
"Gak jadi mah " Dina memenganng dagu putri nya "sayang ini ke inggina kamu loh " Delin tersenyum pada mamah nya " kamu denger percakapan papah sama kakak kamu " Delin tersenyum lalu mengagukan kepalanya" tapi Del kamu itu selalu mengalah loh masa pendidikan mau galah,mamah bantu ngomong ke papah ya biar kakak kamu aja yang galah"
"Gak papa mah Del baik-baik aja kok lagian kan kalo sekolah SMA itu sama aja di manapun, kalo universitas pasti beda, lagia papah bahagia kan ?" Ucap Delin sambil memenganng tangan mamah nya dengan senyum kecut nya.
"Maaf ya Del, adai aja ekonomi keluarga kita kaya orang-orang kaya di luar sana, mungkin kamu gak harus rasain se akan di beda-bedain" ucap mamah menangis di hadapan putri kecil nya itu
"Iya mah gak papah kok, lagian aku bahagia kakak bahagia apa lagi liat papah yang Banga banget sama kakak" ucap delin dengan bijak nya Tampa rasa iri sedikit pun, dia memang seorang anak yang baik dan rela mengalah kepada sang kakak dan adik nya meski dia haru merelakan hal yang di inginkan nya tapi itu tak jadi masalah karna dia tau kakak nya bisa membawa keluarga nya untuk jadi lebih baik lagi dari sekarang.