(setting plot: Setelah chapter 70 dan sebelum chapter 69)
Setelah sidang dimenangkan oleh Spadetia, Cakra pergi ke sebuah pelabuhan. Singkat cerita, Cakra sampai di sebuah pelabuhan dan di sana Cakra melihat seorang laki-laki yang ditaksir berusia 30-an tahun, bertubuh kekar berotot, dan gempal. Laki-laki itu membawa dua tameng di tangan kanan dan kirinya. Tameng-tameng itu bermotif kepala gajah dengan gading, dan jika disatukan akan membentuk kepala gajah secara utuh.
"Cakra, apa kabar dirimu?" tanya orang itu yang bernama Jirno.
"Anda apa kabar juga, Pak Jirno?" tanya Cakra sambil menjabat tangan Jirno dan mengguncang-guncangnya.
"Ada apa kamu ke sini?" tanya Jirno.
"Apakah Anda bisa mengantarkan diriku ke tempat ini?" kata Cakra sambil menunjukkan sebuah tempat. Jirno adalah seorang Mahapatih yang sangat hebat dan tangguh.
Di tempat lain, seorang laki-laki dengan wajah sawo matang dan berkumis sedang melawan seekor fly platoon. Laki-laki itu membawa senjata parang salawaku dan diperkirakan berusia sekitar 30 tahun.
"Aku akan melawan mu!" teriak Lessy, begitulah nama orang itu.
Para fly platoon bergeming karena kekuatan Lessy.
Di sebuah pulau, Arkzorg memindahkan Astrid. Pulau itu dijaga oleh monster baron yang baik.