Di kota yang berkilauan di bawah langit malam, ada sebuah jam tua yang tersimpan di toko antik milik Pak Anton. Jam itu bukan hanya barang antik, melainkan alat untuk menjelajahi waktu. Suatu malam, saat hujan deras, Nia, seorang ilmuwan muda, memasuki toko dan membeli jam tersebut tanpa menyadari kemampuannya.
Ketika Nia mengaktifkan jam itu, dia menemukan dirinya kembali ke tahun 1920-an, di tengah-tengah kehidupan glamor namun penuh konflik di era Jazz. Di sana, dia bertemu dengan Adrian, seorang musisi berbakat yang hidup dalam bayang-bayang kesuksesan dan kehampaan. Keduanya segera merasa terhubung, namun Nia harus berjuang melawan waktu untuk menemukan jalan pulang.
Seiring berjalannya waktu, Nia dan Adrian berusaha mencari cara untuk menyelamatkan masa depan yang sedang terancam. Namun, setiap keputusan yang mereka buat dapat mengubah sejarah, dan mereka harus memilih antara cinta mereka atau menyelamatkan dunia yang mereka tinggalkan. Akhirnya, Nia harus memilih antara kembali ke masa depannya atau tetap bersama Adrian di masa lalu yang tidak pasti.
Dengan keputusan yang penuh emosi dan konsekuensi besar, Nia memutuskan untuk melanjutkan perjuangannya di masa depan, meninggalkan Adrian dengan kenangan indah dan harapan bahwa suatu hari nanti mereka akan bertemu lagi. Jam itu, kini kembali dalam koleksi Pak Anton, mengisahkan kisah cinta yang tak lekang oleh waktu.