Malam itu hujan turun dengan derasnya. Petir menyambar, menciptakan kilatan cahaya yang menerangi kamar Sinta sesaat. Dia meringkuk di balik selimut, berharap hujan segera reda. Di luar jendela, bayangan pepohonan yang digoyang angin tampak seperti tangan-tangan hitam yang mencoba meraih sesuatu.
Tiba-tiba, ponselnya berdering. Sinta melirik jam dinding, sudah pukul dua dini hari. Siapa yang menelepon di jam segini?
Dengan ragu, dia meraih ponselnya dan melihat layar. Tidak ada nama atau nomor yang tertera, hanya tulisan "Unknown Caller". Hatinya berdebar, tapi rasa penasaran mengalahkan ketakutannya. Dia pun menggeser tombol hijau untuk menjawab.
"Halo?" Suaranya terdengar gemetar.
Tidak ada jawaban, hanya suara napas berat yang terdengar di ujung sana. Sinta merinding. Dia hampir memutus sambungan ketika tiba-tiba sebuah suara berbisik.
"Sinta... Aku di sini..."
Sinta membeku. Suara itu terdengar familiar, tapi dia tak bisa mengingat dari mana. Dengan berani, dia bertanya, "Siapa ini?"
Suara itu tertawa kecil, lalu berkata, "Kau tak ingat? Aku... orang yang kau lupakan."
Pikiran Sinta berpacu. Siapa ini? Apa mungkin seseorang dari masa lalunya? Tapi sebelum dia bisa bertanya lebih jauh, suara itu melanjutkan, "Lihatlah ke jendela, Sinta."
Jantungnya berdetak kencang. Dengan tangan gemetar, dia perlahan-lahan menoleh ke arah jendela kamarnya. Di balik tirai, kilatan petir kembali menyinari langit malam. Namun, kali ini ada sesuatu yang berbeda. Ada sosok hitam berdiri di luar jendela, menatap ke arahnya dengan mata kosong.
Sinta menjerit dan menjatuhkan ponselnya. Dia menarik selimut menutupi wajahnya, berharap semua ini hanya mimpi buruk. Namun, suara itu kini terdengar lebih dekat, seolah berada tepat di sebelah telinganya.
"Sinta... Aku sudah kembali."
Dia tak berani membuka mata, namun suara tawa kecil yang dingin dan menyeramkan itu terus menghantuinya hingga akhirnya, semuanya menjadi gelap.
Keesokan paginya, teman-teman Sinta menemukannya tergeletak di lantai kamar dengan mata terbuka lebar, wajah pucat, dan ponsel yang terus berdering dengan tulisan "Unknown Caller".