Apa yang kamu harapkan dari seorang suami?
Perlakuan yang membuatmu merasa bahwa kamu berharga. Bukankah memang begitu seharusnya?
Sebuah reels dari sebuah akun media sosial melintas di antara kegabutanku scrol scrol layar hape. Dalam video tersebut, menyebutkan kriteria suami yang baik terhadap isterinya.
Aku tersenyum miris.
Tiga yang si pengarang sebutkan adalah hal yang sangat aku inginkan ada pada diri seorang lelaki yang disebut semua orang sebagai suamiku.
Kenyataannya di dunia ini, apa yang kita inginkan atau yang kita harapkan tak mesti dan tak harus sama dengan kenyataan.
Jadi?
Ku terima jalan ini. Memiliki suami yang sedemikian rupa sikap, sifat, dan perlakuannya kepadaku.
Pernah suatu ketika....
"Punya badan itu dijaga. Beli obat pelangsing tapi nggak olahraga ya sama aja. Cuman buang- buang duit aja ! Dikiranya cari duit gampang apa..".
Ucap seorang yang disebut suami kepadaku, sambil bersungut.
Bagaimana perasaanku? Sakit..
"Kamu pikir Aku tidak olahraga? Apa aku harus berolahraga di hadapan mu?". Sahutku. Tentu saja di dalam hati.
Susah payah Aku menurunkan berat badanku ini. Dia pikir Aku nyaman dengan kondisi tubuh begini?
Dan membahas masalah uang? Bukankah Aku membeli obat pelangsing itu menggunakan uang gajiku yang baru masuk ke rekening?
Ingin sekali Aku berteriak memaki lelaki yang disebut suami itu. Namun pada akhirnya, makian dan umpatan hanya berlangsung di dalam hatiku.
Apakah perkataan menyakitkan itu berhenti sampai disitu? Tidak sayang..
Pernah suatu ketika, dia mengatakan hal yang menyakitkan padaku terkait area privat perempuan. Lagi- lagi menyinggung Aku yang tidak bisa merawat tubuh.
Apakah Aku tidak mau merawat tubuh? Aku mau, sangat mau malah.
Tetapi jika Aku ingin membeli ini membeli itu, hanya akan direspon,
"Buat apa beli kayak gitu? Nanti nggak dipakai sampai habis.."
Sampai sini, Aku cukup paham, bahwa Aiu tidak diizinkan untuk membeli barang- barang perawatan tubuh. Hmm...
Sebelum ini, dia pernah menjanjikan akan mengajakku ke salon untuk facial, yang harganya bahkan tidak sampai 100ribuan. Dan itu belum terealisasi hingga sekarang. Diusia pernikahan yang berjalan enam tahun lebih.
Dan lebih menyakitkan lagi, Lelaki yang disebut suami itu mengatakan, Perawatan ke salon kalau sudah punya uang banyak- banyak.
Uang 100ribu saja dia tidak terealisasi, lebih- lebih yang mencapai jutaan. What the ...!!!!
Tahukah kamu lelaki yang disebut suami? Bahwa rejekimu bergantung pada perlakuanmu terhadap isteri? Dan pikiranmu tidak sampai ke sana.
Aku membantumu menghasilkan uang, dengan memanfaatkan ijazahku. Ku berikan semua uang hasil kerjaku ke kamu untuk kamu kelola. Lalu kamu masih perhitungan soal urusan uang kepadaku?
Sampai sejauh mana Kamu akan bersikap seperti itu?
Apakah kamu masih pantas disebut suami? Dengan perlakuanmu yang sedemikian terhadapku??