Hari Rabu magrib saat aku tertidur tepatnya pukul 18:00, tubuhku hampir kehilangan nyawa, jiwa pertamaku di bawa oleh siluman Monyet dan akan di jadikan tumbal, jika jiwaku hancur tubuhku akan menjadi jasad. Saat akan di bunuh kenapa aku harus kabur, kenapa aku tidak melawannya.
Ketika berlari keluar dari rumah, Tiba-tiba aku sudah memasuki area hutan yang tidak aku kenal, hawa kehidupan di hutan itu sangat pekat dengan energi negatif, kalau di pikir-pikir di dalam rumah tadi banyak wanita cantik, tetapi juga ada Raja Monyet. Entah mereka itu sebagai apa aku juga tidak tahu, yang terpenting aku bisa keluar dari tempat ini, setelah di ujung hutan terlihat pintu gerbang yang terbuat dari besi, tetapi di dalamnya banyak siluman monyet yang siap menyerang.
Entah kenapa kedua kakiku malah melangkah maju dan tanganku membuka gerbang, sepertinya tubuhku bergerak dengan sendirinya. Tetapi yang membuatku aneh, siluman monyet yang menyerang hancur setelah menyentuh telapak tanganku, yang lebih anehnya lagi tenagaku juga berkurang, nafasku terengah-engah, sebagian dari mereka lari menjauhiku.
Saat bertemu pintu keluar di ujung, mataku terbuka lebar setelah melihat pemandangan hutan yang ada di depanku, sepertinya hutan ini tidak asing bagiku, saat aku melangkah maju ehh......benar juga, di depan mataku terlihat pintu gerbang yang tadi aku masuki, di dalamnya juga terdapat siluman monyet yang siap menerkam. Betul juga aku terkena ilmu ilusi dari raja monyet.
Dari sini aku mulai bingung, ingin cepat keluar dari tempat ini tetapi sepertinya sangat sulit, tidak berapa lama muncullah dua orang laki-laki, aku sendiri tidak mengenalnya tetapi sepertinya Dia juga terjebak sepertiku, namun Dia mengajakku mencari pintu keluarnya, kali ini aku harus mengikuti apa kata mereka. Tapi mereka masuk ke pintu besi yang banyak monyetnya, dari sini membuatku geleng-geleng kepala, siluman monyet yang siap menyerang, mereka mundur tanpa melakukan perlawanan.
Setelah berjalan kira-kira 1 kilometer, di sisi jalan muncul jalan mengarah ke arah hutan, tetapi anehnya jalan yang aku lewati agak sulit. Setelah keluar dari sana ternyata aku sudah lepas dari ilmu ilusi, di depanku terlihat desa di sampingnya ada sawah dan sedikit penduduk. Sedangkan arah mereka menuju ke tandon air yang cukup besar, katanya tandon air itu pintu keluar dunia goib. saat kami naik, penduduk yang ada di sana melarang dan menyuruh kami untuk turun, sedangkan dari atas terlihat pintu goib terbuka, pada akhirnya kami melompat masuk, setelah keluar aku terbangun dan sakitku hilang. Terasa sekali telapak kakiku saat aku melangkah ke dalam hutan, aku juga sedikit linglung