Sudah satu Minggu perutku sakit, lambung rasanya panas, walaupun kondisi seperti itu aku masih harus terus bekerja, maklum tanggunganku banyak, jika tidak bekerja gajiku tidak utuh, terkadang aku juga harus membantu mertua di desa masalah uang.
Aku heran punya kakak ipar sifatnya sama saja dengan adiknya, keras kepala tidak mau di beri masukan. Minggu malam waktu kerja perutku semakin menjadi panas banget, tetapi aku harus bertahan sampai pagi, saat pulang kerja aku juga mampir ke pasar untuk belanja, walaupun perutku terasa sakit banget, setelah sampai di rumah aku jatuh sakit dan hanya berbaring di tempat tidur.
Malam aku mual.....muntah.....perut panas, jadinya bolos kerja, seandainya aku paksa kerja pun tubuhku juga tidak kuat, selama 1 malam aku tidur sambil minum obat, saat hari Selasa malam aku mulai bekerja walau perut dan sendi-sendiku sakit, tapi masih bisa aku paksa buat bekerja, yang membuatku malas dua orang membahas masalah tentang dirimu istri orang.
Mereka pikir aku masih mengharapkan cintamu, walaupun iya belum tentu aku bisa memilikimu, sebab banyak poin yang tidak pernah aku dapatkan.
1 : disaat aku sakit atau kecelakaan tidak ada yang menjengukku, apalagi kamu.....malah menjenguk sholekan😞
2 : aku tidak memiliki nomormu sedangkan dia memilikinya, kalian sering chat dan keluar bareng😞
3 : cinta itu berawal dari chat dan jalan-jalan bareng, sedangkan aku hanya sebagai angin lalu😵💫😵💫.
Makanya aku tidak berharap untuk mendapatkan dirimu, bukannya aku tidak suka tetapi aku kalah dengan Dia. Saat ini aku hanya fokus untuk menyendiri, daripada aku terluka gara-gara memikirkan yang tidak pasti.