Banyak yang mengatakan sangat sulit melupakan seseorang yang dulu pernah kita cintai, nama lain dari kata cinta yang sudah usang itu adalah Mantan, Entah apa yang membuat Erina begitu sulit melupakan Ali padahal hubungan mereka sudah kandas hampir 10 tahun yang lalu.
Kisah cinta masa SMA penuh drama dan romantika, mungkin hal itulah yang membuat Erina masih saja mengingat masa-masa indah saat bersama Ali.
Erina seorang wanita berusia 28 tahun, berprofesi sebagai seorang Guru di sebuah Sekolah Taman Kanak-Kanak bertaraf internasional, ia sudah bertunangan dengan seorang Pria yang bernama Firman yang merupakan seorang Pengusaha sukses, Kisah pertunangan mereka bukanlah sebuah kisa romantis yang di pertemukan berdasarkan cinta pandangan pertama, namun hubungan mereka adalah hasil dari perjodohan orang tua mereka.
Hubungan Erina terjalin dengan sangat baik, mereka saling menghormati dan menjaga satu sama lain sampai hari yang di tunggu-tunggu yaitu hari pernikahan mereka, tak terasa acara sakral itu akan berlangsung beberapa bulan lagi yang membuat mereka berdua sangat sibuk mempersiapkan hari pernikahan mereka.
Sebuah kejadian terjadi saat Erina di ajak oleh Firman untuk bertemu dengan beberapa sahabat dekatnya, beberapa dari mereka adalah orang-orang yang menyelesaikan pendidikannya di luar negri,
Hari itu Erina di ajak ke sebuah cafe oleh Firman di sana Firman ingin memperkenalkan Erina kepada sahabat-sahabatnya itu sebagai calon istrinya nanti, Erina sendiri hanya mengikuti keinginan Firman, ia sudah berdandan sebaik mungkin agar terlihat sempurna di hadapan teman-teman calon suaminya itu.
Awal pertemuan mereka semua berjalan lancar dan Erina begitu cepat berbaur dengan sahabat-sahabat calon suaminya itu sampai seseorang mendekati meja mereka, ternyata orang itu adalah Ali yang merupakan salah satu sahabat Firman yang saat itu datang terlambat akibat mengalami kemacatan saat menuju cafe tempat mereka bertemu, Seketika tatapan Erina tertuju pada Pria yang sangat ia kenal, begitu juga dengan Ali, ia tampak terkejut melihat penampakan Erina di tempat itu dan bersama sahabatnya pula.
Firman menyambut kedatangan Ali, mereka saling berjabat tangan kemudian berpelukan, sedangkan Erina hanya bisa tertunduk tak berani menatap ke arah Ali lagi.
"Perkenalkan ini calon istriku Erina"
Firman membuka suara, membuat jantung Erina hampir meledak, Ali sudah menjulurkan tangannya kepada Erina yang mau tidak mau harus Erina balas.
"Erina"
"Ali"
Setelah kehadiran Ali, Erina lebih banyak diam tidak seperti di awal pertemuan tadi, Erina banyak bercerita pada teman-teman Firman yang lain, hal itu membuat Firman bertanya pada Erina.
"ER, kok dari tadi kamu diam aja?"
"Iya, Mas Firman, sepertinya saya harus ke toilet dulu"
"ER...kalau mau ke toilet ya pergi aja, kamu kok kelihatan takut banget meninggalkan Firman"
Celetuk salah seorang teman Firman yang bernama Doni.
Erina tepaksa membalas dengan senyuman.
"Mas aku pergi dulu ya"
Erina undur diri meninggalkan meja mereka menuju ke toilet wanita, setelah selesai Erina berjalan menuju ke tempat mejanya tadi, namun saat di perjalanan ia di kejutkan dengan penampakan Ali yang seperti sedang menunggunya di lorong yang sepi itu, Erina berusa untuk biasa karena ia tau tak ada yang perlu mereka bicarakan lagi, karena sudah jelas kisah cinta mereka sudah berakhir beberapa tahun yang lalu.
"ER, tunggu, kita perlu bicara"
Langkah Erina terhenti, ia menatap Pria yang masih terlihat tampan meski mereka sudah sepuluh tahun tak bertemu, bahkan senyum itu masih sama, sama seperti saat pertama mereka bertemu.
"Ya, ada apa?"
"Maafkan Aku ER, jujur Aku masih sayang sama kamu"
Deg...ucapan Ali membuat jantung Erina seperti akan berhenti, ia sulit menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini yang jelas ucapan Ali seakan mengingatkannya pada kisah cinta yang dulu pernah bersemi di antara mereka.
"Maaf Ali, hubungan kita sudah berakhir dan sebentar lagi Aku akan menjadi istrinya Mas Firman"
"Aku tau ER, Aku bersalah padamu tapi Aku mohon berikan Aku satu kesempatan, Aku akan memperbaiki semuanya, Aku juga yakin di dasar hatimu masih tersimpan cinta untukku"
"Cinta itu sudah berakhir sejak lama, sejak kita tamat SMA, bukan Aku yang pergi tapi kamu yang meninggalkan ku bersamanya"
Ucapan Erina memang benar adanya, waktu itu Ali yang lebih memilih Rindu dan meninggalkan Erina tanpa penjelasan, saat itu Ali memutuskan hubungan dengan Erina karena alasan akan melanjutkan study ke luar negri, tapi Ali pergi bersama Rindu karena mereka adalah siswa yang mendapatkan beasiswa belajar di luar negri, kedekatan Ali dan Rindu terendus oleh Erina karena persiapan keberangkatan mereka ke luar negri, Ali dan Rindu banyak menghabiskan waktu untuk belajar agar mereka lulus masuk ke universitas yang menjadi impian mereka, cita-cita mereka yang sama menimbulkan kedekatan dan rasa nyaman.
Ali pikir rasa cintanya pada Erina bukan apa-apa dibandingkan dengan mimpinya dan orang yang bisa mendukungnya dalam mimpinya itu pastilah wanita yang memiliki mimpi yang sama dengannya, yaitu Rindu, namun ternyata ia salah Cinta dan cita-cita itu berbeda dan sayangnya saat ia menyadari hal itu semua sudah terlambat Erina sudah menjadi milik orang lain dan orang lain itu merupakan atasannya sekaligus sahabatnya yaitu Firman.
To be continue....