Afandi Perdana, itulah namaku. Aku berasal dari sebuah perkampungan yang bisa dibilang cukup jauh dari perkotaan. Keseharianku hanya bekerja sebagai pegawai kecil di sebuah perusahaan, pekerjaanku itu bisa dibilang bukan apa apa dan tak ada nilainya bagi orang tuaku, karena aku hanya bekerja sebagian seorang OB. karena aku tak memiliki pendidikan yang cukup seperti teman temanku yang lainnya dan juga adikku.
Akhir akhir ini, aku merasa seperti org yang tak berguna. Entah mengapa? Selalu saja aku merasakan kalau suatu hari semua orang akan meninggalkanku sendiri. Hal itu terkadang membawa pemikiranku jadi linglung sehingga ketika berhalusinasi, sangat sulit bagiku untuk tidak tenggelam dalam halusinasi yang tak berujung. Aku merasa ingin lari dari kehidupan ini. Ditambah lagi, semua pikiran itu sering membuat aku sakit kepala yang sangat menyiksa.
Entah mengapa, aku seperti sudah berteriak meminta tolong namun tak ada satupun yang mau mendengar. Bahkan, orang yang seharusnya menjadi tumpuan untuk keluh kesahku seperti tak peduli pada kau dan selalu membandingkan ku. Hal ini mulai aku rasakan semenjak adikku mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik dariku, dia bekerja sebagai pegawai kantor dan dibidang pemasaran. Entah mengapa, ada suatu hal yg membuat aku tertekan dan tak betah dengan semuanya. Bahkan semua permaslahan ini membuat aku ingin mengakhiri semuanya. Aku hanya berharap, kalau aku tak lagi merasa seperti ini dan dapat mengembalikan semangat dan jati diri. Karena ketika menghadapi depresi ini, aku merasakan sakit fisik maupun batin.
Sering kali aku melamun, yang terlintas dalam pikiranku selalu, "kalau aja aku terlahir dengan kemampuan lebih dari siapapun, pasti nggak akan semenyedihkan ini." tiap hari harus menyediakan ruang di hati untuk rasa pedih dan perih.
Aku anak pertama, dan memiliki satu adik yang bernama Refan Perdana, di mana adikku itu lebih membanggakan dari pada aku. Apa pun hal hal yang sering menjadi perselisihan di rumah, aku akan selalu menjadi satu orang yang tidak memiliki teman atau pembelaan.
Kadang merasa jadi orang yang nggak dibutuhkan, nggak berguna, dan dituntut untuk menjadi lebih dewasa serta dituntut menerima keadaan yang nggak sesuai dengan keinginan.
"kehilangan satu anak, bukanlah apa apa bagiku. Masih ada anakku yang lain yang lebih bisa diandalkan dari pada dirimu." Aku masih ingat dengan jelas jawab itu, hingga kini kalimat yang pernah dikatakan oleh orang tauku selalu mampu membuatku meneteskan air mata. Sesaat pada detik itu, aku memiliki niat untuk minum obat sakit kepala dengan sprite. Tapi aku menahan diri dan tersenyum miris. Karena aku sadar kalau aku masih belum siap untuk mati dengan keadaan banyak dosa. Tapi kalau aku masih hidup, aku akan tetap merasa sakit sepanjang masa.
Kadang aku merasa gak ada harga dirinya jadi seorang kakak. Sampai sampai adikku berani memanggilku tanpa embel embel 'kakak atau abang' dan hal itu tak pernah dibenarkan sebagaimana seharusnya menghormati yang lebih tua oleh kedua orang tuaku.
Aku pernah bertanya secara langsung, "kenapa sih? Kenapa kok gak pernah ada yang marahi adek kalau manggil aku tanpa kata abang, padahal aku adalah abangnya yang enam tahun diatasnya?"
"Kamu sendiri gak pernah memberikan contoh yang baik. Kamu juga tak pernah menunjukkan cara menjadi kakak yang berkepribadian baik."
Jawaban dari orang tuaku itu membuatku terkejut dan merasa seolah aku dilempar jauh masuk kedalam lumpur hitam.
Setidak baik apakah aku? Apakah aku seorang berandalan? Pemabuk berat? Penjudi? Penganut pergaulan bebas? Penyimpangan kepribadian? Pelanggar hukum? Apa? Lalu apa? Mengapa aku selalu menjadi orang yang dinilai buruk. Seolah olah pantas untuk diperlakukan dengan tak adil di rumah ini.
Tapi bagiku, mau setidak baik dan seberengsek apa pun diriku ini, memanggil yang lebih tua dengan sebutan 'kak atau bang' sudah merupakan etika yang seharusnya diajarkan oleh orang tua kepada anak anaknya.
Bahkan sampai detik ini pun, kalau aku memiliki masalah dengan adikku, aku selalu menjadi sasaran utama dan menjadi orang yang disalahkan.
Aku merasa hidupku ini sungguh sangat hampa, kosong, membosankan, tidak berguna, dan tidak mempunyai tujuan apa yang seharusnya aku lakukan?
Aku merasa menjadi orang yang selalu cemas akan hal yang aku pun tidak tau, aku selalu berpikiran tentang hal hal yang negatif terhadap apapun, bahkan sering merasa kesepian walau banyak orang disekitarku, dan sering kali berbohong untuk menyenangkan perasaan orang lain dan yang paling sering ketika perasaan aku sedih dan terluka, aku merasa ingin melakukan bunuh diri yang selalu masih bisa aku kendalikan. Bagaimana aku menangani diri ini, aku pun tak tau? Apakah aku bisa sembuh? Dan apa aku termasuk orang depresi?
Berbagai pertanyaan juga sering kali muncul, "salahkah kelahiranku? Jika memang salah, kenapa aku harus dilahirkan?"
Entah aku, atau kedua orang tuaku yang telah salah, namun hal ini sudah tidak lagi bisa dibenarkan.