Tiada terasa enam tahun sudah kita berpisah terpisahkan oleh maut yang sama sekali tidak kita duga...
Suatu pagi setelah adzan subuh berkumandang mata ini terbuka dari perjamnya dari semalam entah mengapa perasaan ini tak menentu.seperti merasakan kehilangan tapi oleh apa aku tak tau yang aku rasakan hampa juga rasa ingin menangis tapi karena apa akupun tak tau setelah melaksanakan sholat subuh sayup-sayup aku mendengar orang mengaji di musholla tetapi suaranya lirih seperti menahan tangis kian menambah rasa gundah di hati ini, satu jam kemudian betapa tidak hancur hati ini aku mendengar dari tetangga bahwa engkau telah pergi untuk selamanya wahai sahabatku mengapa mengapa kita harus berpisah dengan cara yang seperti ini engkau meninggalkan aku engkau meninggal ditanah Papua sedangkan aku disini hanya bisa menangisi kepergianmu.....
Semoga surga tempat tinggalmu wahai sahabatku semoga engkau selalu tenang di sisinya Aamiin...
tiada apapun yang bisa kuberikan untukmu hanya doa di setiap sujudku selalu terselipkan namamu.....