Matahari terbit di balik candi-candi kuno Angkor Wat, memancarkan cahaya keemasan yang menerpa dedaunan hijau di sekitarnya. Shinta menghirup udara pagi yang segar, merasakan getaran energi dari tanah bersejarah ini. Dia baru tiba di Kamboja beberapa hari yang lalu, terpesona oleh keindahan dan keajaiban negeri ini.
Shinta adalah seorang fotografer profesional yang bertekad untuk menangkap keindahan dunia melalui lensa kameranya. Kamboja adalah destinasi impiannya sejak lama. Pagi itu, dia berjalan menyusuri jalan setapak menuju Angkor Wat, mempersiapkan diri untuk petualangan serunya.
Di tengah perjalanan, Shinta bertemu dengan seorang pemandu lokal bernama Rith. Rith adalah pria muda berusia sekitar 25 tahun dengan senyuman hangat dan pengetahuan luas tentang sejarah dan budaya Kamboja. "Selamat pagi, nama saya Rith. Apakah Anda memerlukan pemandu untuk menjelajahi Angkor Wat?" tanyanya dengan ramah.
Shinta merasa beruntung bertemu dengan Rith. "Tentu, saya Shinta. Senang bertemu denganmu, Rith. Aku ingin tahu lebih banyak tentang tempat ini," jawabnya.
Mereka berdua berjalan bersama, dan Rith mulai menceritakan sejarah Angkor Wat yang menakjubkan. "Angkor Wat dibangun pada abad ke-12 oleh Raja Suryavarman II sebagai kuil Hindu yang didedikasikan untuk dewa Wisnu. Tempat ini adalah salah satu monumen keagamaan terbesar di dunia," kata Rith dengan antusias.
Shinta terpesona oleh cerita Rith dan mulai memotret setiap sudut candi. Setiap ukiran dan patung menggambarkan kisah-kisah mitologis yang kaya akan makna. "Ini luar biasa, Rith. Aku merasa seperti sedang menjelajahi dunia yang berbeda," kata Shinta sambil mengamati hasil jepretannya.
Setelah menjelajahi Angkor Wat, Rith mengajak Shinta untuk mengunjungi Ta Prohm, candi yang terkenal dengan pohon-pohon besar yang tumbuh di atasnya. "Tempat ini juga dikenal sebagai 'Kuil Tomb Raider' karena digunakan sebagai lokasi syuting film Lara Croft: Tomb Raider," jelas Rith.
Saat mereka tiba di Ta Prohm, Shinta terkesima oleh pemandangan yang menakjubkan. Akar-akar pohon raksasa merayap di antara reruntuhan batu, menciptakan pemandangan yang magis dan mistis. Shinta mengambil beberapa foto dan mencoba menangkap keindahan alam yang menyatu dengan sejarah.
"Rith, tempat ini benar-benar menakjubkan. Bagaimana bisa pohon-pohon ini tumbuh di atas candi?" tanya Shinta dengan rasa ingin tahu.
"Ini adalah salah satu misteri alam yang belum sepenuhnya terungkap. Pohon-pohon ini telah tumbuh selama berabad-abad, mencengkeram batu-batu candi dan menjadi bagian dari struktur. Mereka memberikan nuansa hidup pada reruntuhan yang diam," jawab Rith dengan mata berbinar.
Setelah mengunjungi Ta Prohm, Rith mengajak Shinta untuk menikmati makan siang di sebuah restoran lokal. Mereka duduk di bawah pohon rindang, menikmati hidangan tradisional Kamboja seperti amok dan lok lak. Shinta merasakan kehangatan dan keramahan masyarakat Kamboja yang membuatnya merasa seperti di rumah.
Sore harinya, Rith mengajak Shinta untuk menjelajahi pasar malam di Siem Reap. Lampu-lampu berwarna-warni menerangi jalanan, sementara aroma makanan khas menggugah selera. Shinta membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarganya dan mencoba berbagai makanan jalanan yang lezat.
Di tengah keramaian pasar, Shinta melihat seorang seniman lokal yang sedang melukis. Karyanya begitu memikat dengan warna-warna cerah dan detail yang indah. Shinta mendekat dan memperkenalkan diri. "Halo, aku Shinta. Lukisanmu sangat indah. Apakah aku boleh memotretmu?" tanyanya dengan sopan.
Seniman itu tersenyum. "Tentu, namaku Sokha. Senang bertemu denganmu, Shinta. Silakan, aku senang bisa berbagi karyaku dengan dunia," jawabnya.
Shinta memotret Sokha yang sedang melukis, mencoba menangkap semangat dan dedikasi dalam setiap goresan kuasnya. Dia merasa terinspirasi oleh kekayaan budaya dan seni yang dimiliki oleh Kamboja.
Hari-hari berikutnya, Shinta dan Rith melanjutkan petualangan mereka menjelajahi tempat-tempat indah lainnya di Kamboja, termasuk Danau Tonle Sap dan Desa Terapung Kampong Phluk. Setiap tempat memberikan pengalaman yang unik dan menambah kekaguman Shinta terhadap keindahan dan keberagaman negeri ini.
Suatu malam, Shinta duduk di tepi Sungai Mekong, merenungkan perjalanan yang telah dilaluinya. Dia merasa berterima kasih atas kesempatan untuk menjelajahi Kamboja dan bertemu dengan orang-orang hebat seperti Rith dan Sokha. "Kamboja telah memberikan begitu banyak inspirasi dan kenangan indah. Aku tidak sabar untuk berbagi cerita ini dengan dunia melalui foto-fotoku," pikirnya.
Di akhir perjalanan, Shinta dan Rith mengucapkan selamat tinggal. "Terima kasih, Rith, atas semua yang telah kamu lakukan. Aku tidak akan pernah melupakan petualangan ini," kata Shinta dengan tulus.
"Terima kasih juga, Shinta. Semoga kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti. Selamat jalan dan semoga sukses dengan karier fotografimu," balas Rith dengan senyuman.
Petualangan seru di Kamboja telah mengajarkannya untuk selalu menghargai keindahan dunia dan kebaikan manusia....