Semuanya terasa gelap, ingatan terakhir ku hanya hujan darah dengan seseorang yang menangisi ku.
Tapi sayang, aku tidak ingat itu siapa karena semua panca indera ku sudah tidak terasa lagi.
"Apa ini akhirnya?"
Semua hal yang ku lakukan,terasa sia-sia.
"Tidak, semua takdir manusia tidak ada yang sia-sia tatapi kau mempunyai takdir yang unik sehingga kau tidak jadi berada disini "
Ucap seseorang yang badan nya tinggi mempunyai sayap yang banyak di punggungnya.
Tiba tiba orang itu menyentuh wajah ku, seketika itu pula aku terbangun di jalanan kumuh persis seperti kehidupan ku saat usia 3 tahun.
"Apaa-apaan ini!"
"Hei li mei,kau kenapa?"
Ucap anak kecil yang berada di samping li mie,