Bu nyai memintaku untuk pergi ke toko depan pondok pesantren untuk membeli roti untuk gus Nizam,,
Di seberang jalan Aku melihatnya bersepeda,, sepertinya beliau hendak ke kampus,,
Anehnya setiap aku keluar,, seringkali berpapasan dengan beliau,, aku sungguh mengaguminya,, pernah terbesit dalam doa,, Ya Allah Aku ingin merawatnya,, sungguh perasaan ini tulus,,
Mungkin,,
Aku dengan beliau ber ta'aruf,,
Sehingga aku ingin memperjelas perasaanku,, selama ini aku tidak pernah bicara langsung dengan beliau,, karena semua terjadi begitu saja melalui mimpi,, sehingga aku beranikan diri untuk bertanya langsung melalui handphone ketika teman santri kiriman, q miscoll,, aku kirim pesan,,
Aku bilang,, berarti selama ini semuanya salah,, sampean sudah ta'aruf dengan orang lain,, kemudian beliau menelfon,, beliau bilang hanya pikiran,, bukan hati,, aku baru pertama mendengar langsung suaranya ketika di telfon,, dan beliau menangis,, aku terdiam mendengar beliau menangis,, beliau berkata,,