"Mutiara cinta dalam Doa".
Sore itu mbk ana mengajakku ke magbaroh,, kebetulan saat itu kegiatan di pondok tidak terlalu padat, selepas sholat ashar kami bergegas bejalan menuju magbaroh yang berlokasi di pondok pusat,, sambil berjalan kami mengobrol tentang kegiatan kami di sekolah,
Karena kbetulan kami sekolah beda lembaga, mbak ana di MAK(Madrasah Aliyah Keadaan) sedang aku di SMA reguler di pondok. Mbk ana cerita akan ad ustadz baru yang akan mengajar madrasah diniah di pondok kami,, namanya ustad handsome sebutan rahasia untuk beliau.
Tidak terasa cuaca mendung,, tes,,, tes,,, tiba-tiba tiba kami menoleh ke atas,, gerimis ucapku,, kemudian mbk ana menarik ku ke depan Aula pondok putri untuk berteduh,, sambil menunggu hujan reda,, kami mengobrol,, kami menghadap ke selatan,, hujan pertama setelah musim kemarau,, karena hari itu kamis sore,,
Tidak sengaja aku melihat ke arah selatan PIP(pusat informasi pesantren) ada sesosok ustadz yang menghadap ke arah kami,, aku lihat sekelilingku tidak ada orang lain selain mbak ana dan aku.
Melihat siapakah ustadz itu,, gumam ku,, karena saat itu mbak ana masih asik mengobrol dengan ku,, tiba-tiba ustadz itu membawakan payung untuk gus ke dhalem,, lewat pas di samping kami berdiri,, melihat hujan sudah reda kemudian aku dan mbk ana berjalan lagi menuju magbaroh,, kami disana mengaji dan tahlil,, setelah selesai kami bergegas kembali ke pondok pesantren,, karena malam jum'at,, kegitan diniah malam libur,, diisi dengan khitobah pondok,,
Malam itu sangat lelah namun menyenangkan,, kami semua seperti saudara di pesantren,, semua aktivitas kami lakukan bersama, belajar mandiri dan bersosial yang baik dengan teman dan semua hal ynag berkaitan dengan pesantren, belajar menjadi pemimpin, anak, dan orang tua ketika ad teman kami yang sakit,, menata hati dan akhlak, dan tentunya belajar ilmu Agama,, aku termasuk santri yang biasa saja,, tidak terlalu pandai dalam hal Agama dan ilmu umum,, namun selalu belajar dan belajar agar menjadi santri yang baik dan lebih baik lagi,,
Kala itu ketika tengah malam,, aku membangunkan teman sekamar ku untuk sholat malam,, kami besama sholat di musholla lantai bawah,, sambil menunggu sholat subuh berjamaag,, kami mengaji,,
Setelah itu kami bergantian mandi dan siap-siap sholat dhuha,,
Sin,, ada yang memanggilku dari lantai 1 ,, ternyata itu suara Ira dan teman- teman yang lain,, menanyaiku sudah siapkah untuk berangkat sekolah,, karena kami di pondok pesantren cabang,, jadi cukup jauh untuk menuju sekolah kami yang berlokasi di pondok pesantren pusat,, kami berjalan kaki bersama-sama,, setibanya di sekolah,, kami langsung masuk ke kelas masing - masing,,
Tet,,, tet,,, suara bel berbunyi,, tepat jam 1 kami pulang sekolah,, karena saat itu aku berada di bangku sekolah kelas 2 SMA,, Aku sering ada kelas tambahan bersama teman-teman disekolah,, jadi selepas sholat dhuhur berjamaah,, aku dan teman-teman sering kali ke sekolah untuk mengikuti pelajaran tambahan dari bapak ibu guru,, jam 4 kami kembali lagi ke pondok pesantren,, setelah itu sholat ashar,, dan mengikuti madrasah diniyah sore,, sampai jam 5,, dilanjutkan mandi dan siap-siap sholat maghrib berjamaah,, mengaji dan sekolah Diniah malam,,
Malam itu seperti yang dikatakan temanku yaitu mbk ana,, malam itu ada Ustadz baru yang mengajar Ilmu Tajwid,, namanya ustadz handsome (nama samaran). Cara mengajarnya sangat menyenangkan,,
Dan anehnya sejak saat itu,, aku sering bermimpi tentang beliau,, setiap kali hal yang terjadi dalam mimpi seringkali terjadi ketika beliau mengajar, salah satu contohnya,, ketika beliau mengajar, baju, sarung bahkan kopiah A, dan yang terjadi sama,, baik dari pakaian maupun yang diajarkan,,
Beliau jarang berbicara jika tidak perlu, dan setiap yang diucapkan adalah ilmu,, dan sering tetjadi,,
Subhanallah,, aku merasa beliau memiliki keistimewaan dari Allah,, pancaran wajah beliau bersih cerah,, seperti tidak lepas wudhu',, auranya memancarkan kewibawaan,, aku sangat menghormati beliau,, semakin lama meski kami hampir tidak bernah mengobrol, karena kami adalah guru dan santri,, jadi selain hal yang ditanyakan sebagai murid dan guru,, kami tidak pernah berbicara hal lain, namun beliau sering hadir dalam mimpiku,, pernah juga sperti mengucapkan suatu janji,, sehingga aku merasa dekat,, karena setiap mimpi tentang beliau,, selalu berkaitan dan sering terjadi di kehidupan nyata saat beliau mengajar kami,, untuk membuktikan pemikiranku,, pernah ketika beliau mengajar Tajwid tentang hukum bacaan Nun Mati Dan Tanwin,, q bergumam dalam hati,, nanti kalau beliau menunjukku mengerjakan huruf iklan,, berarti benar dugaanq tentang hal yang selama ini terjadi,, dan ternyata,, setelah beberapa teman ditanya mengenai huruf- huruf idhar dan yang lain,, aku kebagian dsruh menyebutkan huruf iklan,, yaitu huruf Ba',, pikirku waktu itu krn iklan itu hanya 1 huruf,, jd kalau beliau menunjukku mengerjakan iklan,, perasaan ini benar. Beliau juga mengaitkan antara cinta dengan rukun islam. Dan sayang dengan rukun iman. Bersambung,,, Mutiara cinta dalam Doa".
Sore itu mbk ana mengajakku ke magbaroh,, kebetulan saat itu kegiatan di pondok tidak terlalu padat, selepas sholat ashar kami bergegas bejalan menuju magbaroh yang berlokasi di pondok pusat,, sambil berjalan kami mengobrol tentang kegiatan kami di sekolah,
Karena kbetulan kami sekolah beda lembaga, mbak ana di MAK(Madrasah Aliyah Keadaan) sedang aku di SMA reguler di pondok. Mbk ana cerita akan ad ustadz baru yang akan mengajar madrasah diniah di pondok kami,, namanya ustad handsome sebutan rahasia untuk beliau.
Tidak terasa cuaca mendung,, tes,,, tes,,, tiba-tiba tiba kami menoleh ke atas,, gerimis ucapku,, kemudian mbk ana menarik ku ke depan Aula pondok putri untuk berteduh,, sambil menunggu hujan reda,, kami mengobrol,, kami menghadap ke selatan,, hujan pertama setelah musim kemarau,, karena hari itu kamis sore,,
Tidak sengaja aku melihat ke arah selatan PIP(pusat informasi pesantren) ada sesosok ustadz yang menghadap ke arah kami,, aku lihat sekelilingku tidak ada orang lain selain mbak ana dan aku.
Melihat siapakah ustadz itu,, gumam ku,, karena saat itu mbak ana masih asik mengobrol dengan ku,, tiba-tiba ustadz itu membawakan payung untuk gus ke dhalem,, lewat pas di samping kami berdiri,, melihat hujan sudah reda kemudian aku dan mbk ana berjalan lagi menuju magbaroh,, kami disana mengaji dan tahlil,, setelah selesai kami bergegas kembali ke pondok pesantren,, karena malam jum'at,, kegitan diniah malam libur,, diisi dengan khitobah pondok,,
Malam itu sangat lelah namun menyenangkan,, kami semua seperti saudara di pesantren,, semua aktivitas kami lakukan bersama, belajar mandiri dan bersosial yang baik dengan teman dan semua hal ynag berkaitan dengan pesantren, belajar menjadi pemimpin, anak, dan orang tua ketika ad teman kami yang sakit,, menata hati dan akhlak, dan tentunya belajar ilmu Agama,, aku termasuk santri yang biasa saja,, tidak terlalu pandai dalam hal Agama dan ilmu umum,, namun selalu belajar dan belajar agar menjadi santri yang baik dan lebih baik lagi,,
Kala itu ketika tengah malam,, aku membangunkan teman sekamar ku untuk sholat malam,, kami besama sholat di musholla lantai bawah,, sambil menunggu sholat subuh berjamaag,, kami mengaji,,
Setelah itu kami bergantian mandi dan siap-siap sholat dhuha,,
Sin,, ada yang memanggilku dari lantai 1 ,, ternyata itu suara Ira dan teman- teman yang lain,, menanyaiku sudah siapkah untuk berangkat sekolah,, karena kami di pondok pesantren cabang,, jadi cukup jauh untuk menuju sekolah kami yang berlokasi di pondok pesantren pusat,, kami berjalan kaki bersama-sama,, setibanya di sekolah,, kami langsung masuk ke kelas masing - masing,,
Tet,,, tet,,, suara bel berbunyi,, tepat jam 1 kami pulang sekolah,, karena saat itu aku berada di bangku sekolah kelas 2 SMA,, Aku sering ada kelas tambahan bersama teman-teman disekolah,, jadi selepas sholat dhuhur berjamaah,, aku dan teman-teman sering kali ke sekolah untuk mengikuti pelajaran tambahan dari bapak ibu guru,, jam 4 kami kembali lagi ke pondok pesantren,, setelah itu sholat ashar,, dan mengikuti madrasah diniyah sore,, sampai jam 5,, dilanjutkan mandi dan siap-siap sholat maghrib berjamaah,, mengaji dan sekolah Diniah malam,,
Malam itu seperti yang dikatakan temanku yaitu mbk ana,, malam itu ada Ustadz baru yang mengajar Ilmu Tajwid,, namanya ustadz handsome (nama samaran). Cara mengajarnya sangat menyenangkan,,
Dan anehnya sejak saat itu,, aku sering bermimpi tentang beliau,, setiap kali hal yang terjadi dalam mimpi seringkali terjadi ketika beliau mengajar, salah satu contohnya,, ketika beliau mengajar, baju, sarung bahkan kopiah A, dan yang terjadi sama,, baik dari pakaian maupun yang diajarkan,,
Beliau jarang berbicara jika tidak perlu, dan setiap yang diucapkan adalah ilmu,, dan sering tetjadi,,
Subhanallah,, aku merasa beliau memiliki keistimewaan dari Allah,, pancaran wajah beliau bersih cerah,, seperti tidak lepas wudhu',, auranya memancarkan kewibawaan,, aku sangat menghormati beliau,, semakin lama meski kami hampir tidak bernah mengobrol, karena kami adalah guru dan santri,, jadi selain hal yang ditanyakan sebagai murid dan guru,, kami tidak pernah berbicara hal lain, namun beliau sering hadir dalam mimpiku,, pernah juga sperti mengucapkan suatu janji,, sehingga aku merasa dekat,, karena setiap mimpi tentang beliau,, selalu berkaitan dan sering terjadi di kehidupan nyata saat beliau mengajar kami,, untuk membuktikan pemikiranku,, pernah ketika beliau mengajar Tajwid tentang hukum bacaan Nun Mati Dan Tanwin,, q bergumam dalam hati,, nanti kalau beliau menunjukku mengerjakan huruf iklan,, berarti benar dugaanq tentang hal yang selama ini terjadi,, dan ternyata,, setelah beberapa teman ditanya mengenai huruf- huruf idhar dan yang lain,, aku kebagian dsruh menyebutkan huruf iklan,, yaitu huruf Ba',, pikirku waktu itu krn iklan itu hanya 1 huruf,, jd kalau beliau menunjukku mengerjakan iklan,, perasaan ini benar. Beliau juga mengaitkan antara cinta dengan rukun islam. Dan sayang dengan rukun iman. Bersambung,,,