Disebrang taman seorang gadis yang kini dirundu kegelisahan, gilirannya kacau seakan tidak percaya bahwasanya ini adalah hal yang palsu.
" Lebih baik aku pulang, maaf dek sepertinya kk harus mengakhirinya sudah cukup 2 tahun ini, menjadi orang lain"
"Kediaman Keluarga Min"
Tap..
Tap..
Tap..
"Dari mana kau,tidak taukah kau kekasihmu sudah menunggumu" Seseorang menatapmu dengan tajam iya dia kk mu..
Dan membuatmu sedikit terkejut
"Oh.. Iya tidak taukah kalian menjadi orang lain adalah bukan tipeku jika kalian tau" pada akhirnya kau ikut andil karena merasa emosi karena perkataan sang kk..
"Deg"
"Apa maksudmu by" iya dia kekasihmu tidak lain adalah kekasih adiknya..
"Nak" Orang tuamu juga ikut andil karena sudah tau arah pembicaraan mu
"Sudah cukup 2 tahun ini aku menjadi orang lain, ini bukan tipeku sama sekali menjadi gadis lembut dengan kasih sayang itu juga bukan tipe ku jika kalian tau, bukankah kalian juga tau benarkan Mom dad" Smirk
"Tn devano Alexandria aku ingin tanya denganmu, apakah kau tidak merasa heran dengan tingkahku selama ini tatap aku dan lihat baik baik siapa aku " ucapanmu membuyarkan ketegangan Devan
"Deg" kau pun sangat.. Sangat terkejut
"Siapa kau.?!!! Menatapmu datar
" Perkenalkan namaku Min Yoonji kk dari kekasihmu Min Yeenji "Menatapmu datar
" Deg" Semua orang terkejut terlebih dari keluargamu sendiri.
"jika kau bukan Yeenji dimana dia sekarang" Menatapmu datar
"Temui dia ddijaln... Disaat kau sampai kau akan menemukan jawabanmu disana" Mau tidak mau kau harus mengatakannya
"Baiklah aku akan pergi, emm siapa namamu tadi" Canggung
"Yoonji itu namaku" Kau menjawab dengan senyuman
"Baik yoonji tidak maksudku ka yoonji Terima kasih aku akan pergi, semuanya Terima kasih aku undur diri" membungkuk dan berlalu pergi
"Tugasku selesai sudah saat aku pergi, pergi dimana semestinya aku berada bukankah begitu mom dad" Smirk
"Dek" Menatap adiknya sendu
"Jika kau pergi, bagaimana denganku" Seketika kk pun lupa bahwasanya ia yang dulu menyakitinya sampai adiknya memilih pergi
"Ternyata kau lucu juga ka, tanpa diriku pun kau juga sudah biasa bukan, jangan merasa sedih nyatanya Ucapanmu adalah bualan yang tak mungkin aku percaya.. Selamat keluargamu sudah pergi, aku mohon undur selamat tinggal"Berlalu pergi