Di sudut kampus yang sepi,di bawah pohon rindang yang sering menjadi tempat favorit untuk menyendiri,seorang gadis bernama Sina duduk termenung.Matanya menatap kosong pada buku catatan yang terbuka di pangkuannya,namun pikirannya melayang jauh dari halaman-halaman penuh tulisan itu.Sina seorang mahasiswi semester akhir yang selalu dikenal sebagai sosok ceria dan penuh semangat, belakangan ini seringkali terlihat murung.Teman-temannya mulai bertanya-tanya,namun Sina selalu menyembunyikan kegelisahannya di balik senyuman palsu. Hanya satu orang yang tahu alasan sebenarnya dari perubahan sikapnya:Angun,sahabat dekatnya.
Anggun,dengan rambut panjang yang selalu diikat rapi dan senyuman menenangkan, adalah satu-satunya orang yang selalu bisa membaca Sina seperti buku terbuka. Mereka berdua sudah bersahabat sejak SMA,dan kedekatan mereka semakin erat saat masuk ke universitas yang sama. Namun, di balik persahabatan mereka, tersimpan rahasia yang berat di hati Sina
Sina jatuh cinta pada seorang pria bernama Ishak,seorang mahasiswa populer yang dikenal cerdas dan tampan. Sayangnya,Ishak tidak pernah melihat Sina lebih dari sekadar teman biasa. Dia justru jatuh hati pada Pricila, gadis cantik dan anggun yang selalu menjadi pusat perhatian.Setiap kali Sina melihat mereka bersama,hatinya hancur berkeping-keping.
Suatu hari,Sian tidak tahan lagi menahan perasaannya.Dia memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Anggun. Mereka bertemu di kafe kampus yang biasanya sepi pada sore hari.
Anggun mendengarkan dengan seksama saat Sina menceritakan tentang rasa sakit yang dia rasakan setiap kali melihat Ishak dan Pricila bersama."Anggun,aku tahu ini bodoh.Aku tahu dia tidak pernah akan melihatku seperti dia melihat Pricila.Tapi aku tidak bisa menghentikan perasaanku,"kata Sina dengan suara bergetar.
Anggun menggenggam tangan Sina, memberikan dukungan yang dia butuhkan. "Sina,cinta tidak pernah bodoh.Apa yang kamu rasakan itu manusiawi.Tapi kamu harus ingat bahwa kamu berhak untuk bahagia.Jangan biarkan perasaan ini menghancurkanmu."
Hari demi hari,Sina mencoba mengalihkan perasaannya.Dia lebih fokus pada tugas kuliah dan proyek akhir.Namun,bayangan Ishak tetap menghantui pikirannya. Setiap senyuman dan tawa Ishak bersama Pricila seperti pisau yang menusuk hatinya.
Suatu malam,saat Sina sedang berjalan pulang dari perpustakaan,dia melihat Ishak duduk sendirian di bangku taman kampus.Hatinya berdebar,dan tanpa sadar,dia menghampiri Ishak.
"Ishak,boleh aku duduk di sini?" tanya Sina dengan suara pelan.
Ishak mengangguk dan tersenyum."Tentu, Sina.Ada apa?"
Sina terdiam sejenak, mencoba merangkai kata-kata yang tepat."Ishak,aku ingin jujur padamu. Aku... aku menyukaimu. Sudah lama aku memendam perasaan ini, dan aku tahu kamu mungkin tidak merasakannya sama.Tapi aku hanya ingin kamu tahu."
Ishak menatap Sina dengan tatapan lembut,namun Sina bisa melihat ada sedikit kebingungan di matanya."Sina, aku sangat menghargai kejujuranmu.Kamu adalah teman yang baik,dan aku tidak ingin menyakiti perasaanmu.Tapi,aku sudah punya Pricila."
Sina tersenyum pahit dan mengangguk. "Aku mengerti,Ishak.Aku hanya perlu mengatakan ini agar aku bisa melanjutkan hidupku."
Malam itu,Sina merasa beban berat yang menghimpit hatinya perlahan menghilang. Meski cinta sepihaknya tidak berbalas, dia merasa lega telah mengungkapkan perasaannya.Dengan dukungan Anggun dan tekad untuk bangkit,Sina mulai menyusun kembali kepingan hatinya yang hancur.
Di hari wisuda,Sina berdiri di antara teman-temannya dengan senyum tulus.Dia tahu,cinta sejati akan datang pada waktunya,dan sampai saat itu tiba,dia akan terus berjalan dengan kepala tegak, siap menghadapi dunia.
Setelah acara wisuda selesai,Sina dan Anggun memutuskan untuk merayakan dengan makan malam di restoran favorit mereka. Dalam perjalanan menuju restoran,mereka berbicara tentang rencana masa depan, pekerjaan,dan harapan-harapan mereka."
Sina,apa rencanamu setelah ini? Apakah kamu sudah mendapatkan pekerjaan?"tanya Anggun sambil menyeruput minumannya.
Sina tersenyum dan mengangguk."Ya,aku sudah diterima di sebuah perusahaan teknologi sebagai analis data.Aku sangat bersemangat untuk memulai karirku."
Anggun mengangguk dengan bangga."Itu luar biasa! Aku tahu kamu akan sukses di mana pun kamu berada."
Malam itu,Sina pulang dengan perasaan yang lebih ringan dan hati yang penuh harapan.Dia menyadari bahwa hidup terus berjalan,dan masa depan masih penuh dengan kemungkinan-kemungkinan baru. Cinta mungkin tidak selalu datang seperti yang diharapkan,tetapi itu tidak berarti kebahagiaan tidak akan datang.
Beberapa bulan kemudian,saat Sina sudah sibuk dengan pekerjaannya,dia bertemu dengan seorang rekan kerja baru bernama Raka.Raka adalah pria yang cerdas dan baik hati,yang selalu bisa membuat Sina tertawa dengan candaan-candaan konyolnya.Mereka sering bekerja sama dalam proyek-proyek perusahaan,dan perlahan-lahan,Sina mulai merasakan sesuatu yang berbeda.
Suatu hari,setelah mereka menyelesaikan sebuah proyek besar,Raka mengajak Sina untuk makan malam sebagai bentuk perayaan.Di sebuah restoran kecil yang nyaman, mereka berbicara panjang lebar tentang kehidupan,mimpi,dan masa depan."
Sina,aku tahu ini mungkin tiba-tiba, tapi aku ingin jujur padamu.Aku suka padamu. Aku suka caramu bekerja keras, caramu tertawa, dan caramu membuat semua orang di sekitarmu merasa nyaman,"kata Raka dengan tulus.
Sina terkejut mendengar pengakuan itu, namun hatinya terasa hangat.Dia tersenyum dan menjawab,"Raka,aku juga suka padamu.Kamu membuat hariku menjadi lebih baik dengan kehadiranmu."
Malam itu,di bawah langit berbintang, Sina dan Raka memulai kisah cinta mereka.Sina merasa bahagia telah menemukan seseorang yang mencintainya dengan tulus.Meskipun pernah merasakan cinta sepihak yang menyakitkan,dia akhirnya menemukan cinta yang sejati dan saling mengisi.
Hidup Sina kini penuh dengan warna baru. Dia menyadari bahwa meski perjalanan cinta tidak selalu mudah,setiap langkah yang diambilnya membawanya lebih dekat kepada kebahagiaan yang sejati. Dan dengan Raka di sisinya,Sina siap menghadapi apa pun yang akan datang di masa depan.
THE END