Namaku Ikke umur ku 18tahun, aku ingin membagikan cerita horor tentang ku sewaktu kecil. Kisah ini diceritakan oleh almarhumah kakak ibuku yang telah wafat tepat di hari ulang tahunku yang ke 16 tahun. Waktu itu umur ku 5 tahun, aku tinggal di disebuah rumah panggung yang cukup sederhana. Tahun itu memang hampir semua rumah di desa ku rumah panggung tidak seperti sekarang banyak rumah mewah yang terbuat dari bahan bata bahkan ada rumah dari kaca. Tidak diceritakan dengan jelas oleh tanteku hari apa kejadian itu, namun hari itu adzan magrib sudah berkumandang. Tepat pada hari itu tanteku menginap di rumah ku, tiba-tiba seisi rumah menyadari bahwa aku tidak berada di dalam rumah. Mereka berpencar mencari ku di setiap sudut rumah, hingga tanteku ini keluar dari rumah hendak menuruni tangga ingin mencari ku di kolong rumah. Sesampainya di bawah tanteku langsung menghampiri ku yang duduk seperti sedang bermain dengan seseorang. Heran, tanteku langsung menggendong ku masuk kedalam rumah. Tanteku langsung menyerahkan ku kepada ibu yang tampak raut wajahnya sangat panik, ibu menanyaiku dengan bahasa kami "kamu dari mana?,ibu panik cari kamu" ucap ibu. Dengan usia seumuran anak TK tentu aku sudah mampu menjawab pertanyaan seperti itu " main dengan kakak cantik!" Ucap ku. Semua yang mendengar termasuk tanteku memasang wajah heran. Selepas itu ibu dan tanteku bergantian melaksanakan shalat magrib biar ada yang menjaga ku, aku bermain dengan saudara laki-laki ku yang hanya beda setahun dengan umur ku. Lalu kami menghabiskan malam seperti biasanya.
Gadis dibawah rumah ku itu masih menjadi tanda tanya, namun almarhumah tanteku pernah berkata bahwa gadis yang bermain bersama ku itu adalah gadis yang cantik dengan pakaian putih dan rambut panjang yang terurai hingga menyentuh tanah. Tidak diketahui apa yang ingin gadis dibawah rumah ku itu ingin lakukan apakah hanya ingin bermain dengan ku saja atau ada maksud lain.
Pesan almarhumah tanteku adalah selalu menutup pintu saat waktu magrib karena banyak mahluk lain yang berkeliaran.
Maaf kalau ceritanya nggak seru, soalnya bukan penulis yang hebat. Terimakasih yang udah mau baca.