Hujan lebat nampaknya masih mengguyur di kampung ku.setelah selesai akupun meminta maaf atas kejadian tersebut.Tapi si dia masih terisak dan menatap ku yang telah menodainya,ya terpaksa akupun janji akan menikahinya kalau berjodoh tak akan kemana kataku sambil membelainya,berharap ia berhenti menangis .entah kenapa aku bisa berbuat seperti itu.tak lama ia tertidur entah kecapean atau memang ia sedih.
Akupun keluar kamar tapi ada yang aneh kulihat bayangan melintas dari balik pintu yang setengah terbuka.Ku yakin pasti adiknya pacarku mengintip.akupun mengejarnya yang lari ke arah dapur.Ia nampak marah karena melihat semua yang aku lakukan dengan kakak nya.Aku berusaha tuk menenangkannya dan membujuknya agar tidak menceritakan kepada orang tua nya dan aku bilang akan bertanggung jawab, kalau jodoh nggak akan kemana.akhirnya ia mengerti dan diam sementara di luar hujan deras masih mengguyur dan petir pun bersahutan.Dia nampak ketakutan dan gemetar walaupun tidak seperti kakaknya.Aku ingin pulang tapi ia bilang jangan pulang dulu masih hujan katanya.Akhirnya kita pun ngobrol sambil menunggu hujannya reda.tak terasa sudah hampir tengah malam.Ku katakan itu kakak mu tidur,biar aja kalau tidur dia susah dibangunin apalagi sudah dua hari nggak tidur begadang di tempat hajatan saudara.Karena di luar masih hujan,dan cuacanya dingin banget aku pun mendekat dan membelainya dia diam dan tampak seperti menikmati apa yang aku lakukan.akupun menuntun dan masuk kamarnya dia menurut tanpa banyak tanya ,aku heran nampaknya dia suka karena telah melihat apa yang aku lakukan pada kakaknya.akhirnya terjadilah seperti yang kulakukan dengan kakaknya , mungkin karena kecapaian sampai tak sadar akupun tertidur di kamarnya ,tak lama aku kaget karena tidur di tempat yang asing.kulihat jam dinding sudah pukul tiga,kulihat disampingku adiknya pacarku masih tertidur pulas dengan selimut yang setengah terbuka.ku tepuk tangan nya tuk membangunkannya.Ia pun kaget'tapi bekap mulutnya jangan sampai teriak.ku katakan aku akan pulang tapi ia bilang sebentar lagi aja akupun menurut.karena kulihat ia masih kepingin akhirnya terjadilah untuk yang kedua kalinya.
Dengan mengendap -mengendap akupun pulang,tanpa diketahui siapapun.
Sekian dulu ya nanti bersambung.