Kisah ini menceritakan tentang seorang santriwati yang bernama Sheila nur Fadilah gadis yang cerdas, ia berusia 19 tahun, ia berkulit putih wajahnya terlihat mulus, mempunyai halus tebal, hidung mancung mempunyai lesung pipi, dan memiliki gigi yang tersusun rapi ia terlihat sangat cantik saat itu pada sore pukul 16.00 ia akan berangkat ke majelis untuk mengikuti pengajian, dan majelis itu melewati sebuah masjid yang di mana saat ia melewati masjid itu sedang banyak sekali santri putra termasuk putranya kyai yang bernama Muhammad solah Al iman ia putra sulung kyai, yang memiliki kulit putih dan begitu tampan, banyak santriwati yang mengincarnya, perempuan mana yang tidak tertarik dengan krtampatanan seorang gus yang pintar terutama dalam ilmu agama dan ia biasa dipanggil gus Solah, dan tak sengaja sheila dan gue solah bertatapan, tak begitu lama solah dan shaila menyadarinya lalu segera menundukan kepala mereka dan shaila segera pergi menuju majelis.
Setelah sampainya shaila di majelis, tak lama kemudian Gus Solah datang dan duduk di kursi kyai yang tak lain adalah ayahnya Gus Solah, Gus Solah menggantikan kyai karena kyai senang berhalangan, dan kyai menegaskan Gus solah untuk menggantikannya mengejar, hampir semua santriwati antusias dan bersemangat karena yang mengajar adalah Gus favorite mereka,
Sedangkan shaila masih gugup karena sempat tidak sengaja bertatapan langsung dengan Gus Solah, dari tempat duduknya Gus solah, melirik ke arah shaila dan dalam berkata dalam hatinya
"Bukankah itu perempuan tadi yang lewat di masjid dan tidak sengaja bertatapan denganku? Cantik juga" tak lama kemudian Gus Solah menyadari dan "astagfirullah bukan mahram Solah" Gus Solah dalam hati sambil mengelus dadanya, lalu pengajian pun berlangsung, saat pengajian Sheila hanya menunduk yang merasa malu karena tidak sengaja bertatapan dengannya, hingga akhirnya pengajian pun selesai, lalu Sheila bergegas ke asram Putri yang tidak jauh dari masjid dan menuju kamarnya.
Satu kamarnya berjumlah 6 orang, Sheila mempunyai 5 sahabat sekaligus teman kamarnya, yang bernama Aisyah, Keyla, Sarah, Syalsa, dan Melisa, mereka bersama dari awal masuk pesantren, dan mempunyai kepribadian yang berbeda-beda, Aisyah yang selalu menasehati dan memberikan solusi ketika sahabat-sahabat nya mempunyai masalah, dan Keyla ia sedikit pemarah namun hatinya baik dan tidak tegaan, Sarah yang mempunyai kepribadian yang ceria dan selalu menghibur sahabat-sahabatnya, salsa ia sedikit pendiam, Melisa cukup baik dan ramah.
Saat mereka berkumpul di kamar Sheila menceritakan apa yang terjadi pada 5 sahabatnya itu,
"Tadi kan pas aku ke majelis di jalannya nggak sengaja berpapasan sama Gus Solah di masjid dan bertatapan dengan Gus Solah"
5 temannya terkejut saat mendengar cerita dari Sheila karena yang mereka tahu Gus Solah, mushola jarang kelihatan di lingkungan pesantren mereka hanya melihatnya ketika dia mengajak mengganti kyai, Gus Solah adalah sosok yang terlihat sangat sibuk, yang jarang di rumah karena Gus Solah mondok di tempat lain yaitu di temannya kyai, biasanya Gus Solah hanya pulang ke rumahnya saat kyai mempunyai kesibukan di luar dan tidak bisa mengajar lalu Gus Solah yang menggantikan yang mengajar,
"Tau gitu aku bareng sama kamu sel" ucap temannya yang bernama Sarah, karena sudah lama Sarah mengagumi Gus Solah
"Iya nih dapat keberuntungan nggak ajak-ajak" ucap Melisa
"Hehehe salah kalian juga ninggalin aku duluan" jawab Sheila sembari tertawa
"Ya habisnya kamu lama sel mau ngaji udah mau mulai kamu masih mandi" ucap Aisyah
Pada saat mereka asik mengobrol terdengar suara bel yang menandakan sebentar lagi akan salat magrib berjamaah dan seketika mereka langsung bergegas ke air untuk berwudhu dan kembali ke kamarnya untuk mengambil mukena lalu pergi ke mushola karena santriwati salatnya di mushola,
Mereka duduk di majelis menunggu adzan selesai dan imam sholat nya yaitu ustadzah annisa, ustadzah Anisa yang biasa dipanggil para santrinya dengan panggilan umi, umi adalah istrinya kyai ia orang yang sabar penyayang dan lemah lembut dan tegas,
Sudah 5 menit santriwati menunggu umi
"Kok umi belum datang ya" ucap Sarah kepada 5 temannya yang duduknya pun berdekatan,
"Iya gak biasanya umi telat" jawab salsa yang duduk di samping Sarah
Tak lama kemudian Gus Solah menuju pintu mushola dan melihat ke dalam mushola lalu bertanya
"Apakah ada yang bernama Sheila?"
Tanya Gus Solah kepada santriwati yang ada di mushola
"Ini Gus" ucap Sarah sambil menunjuk ke arah Sheila
"Hah perempuan yang tadi? Jadi dia namanya sheila" Ucap Gus Solah dalam hati sambil melihat ke arah Sheila
"Umi sedang sakit dan kata umi Sheila gantikan nya jadi Imam selama" ucap Gus Solah kepada Sheila,
"Baik Gus" jawab Sheila sambil menundukan pandangannya
Lalu Gus Solah segera bergegas ke masjid untuk menjadi imam sholat berjamaah di masjid, dan Sheila mengimami santriwati di mushola,
Dan keesokan harinya di pagi hari saat Sheila akan mandi ada santriwati yang bernama Salma dan rindi,
"Bau-bau orang caper nih" ucap Cindy, lalu rindi menjawab 'iya nih mana sama Gus lagi" jawab rindi, secara tidak langsung Mereka menyindir Sheila, Sheila menoleh ke sekelilingnya "disini cuma ada aku, apa mereka menyindirku? Tapi perasaan aku ga caper deh" ucap Sheila dalam hati, walaupun Sheila merasa disindir tapi Sheila tidak menghiraukannya dan pura-pura tidak mendengar.
Tak lama kemudian Sheila ke kamarnya, ia duduk di kasur nya, dan sembari ia memikirkan Gus Solah, entah kenapa akhir-akhir ini Sheila selalu memikirkan Gus Solah, entah sekedar mengagumi atau jatuh hati,
"Sel bengong aja dari tadi" tanya Sarah yang dari tadi memperhatikan Sheila,
"Enggak sar"
"Mikirin Gus Solah ya?"
Lalu Sheila melihat ke arah sarah Sabil tersenyum seolah ia meng iyakan pertanyaan Sarah
"Bener kan" tanya Sarah, untuk memastikannya
"Iya sar, tapi ya ga mungkin juga seorang gus suka sama Gus suka sama aku"
"Ya ga ada yang ga mungkin sel namanya juga cinta"
" Ya liat aja sar perbedaan keluarga aku sama Gus Solah itu beda jauh sar, aku terlahir dari keluarga yang sederhana"
" Ya tapikan sel yang namanya cinta ga dia ga akan ngeliat status keluarga kamu sel"
Sheila pun terdiam seolah memikirkan apa yang Sarah ucapkan
Beberapa hari kemudian ada sebuah kabar tentang Gus Solah, Gus Solah akan melanjutkan S2 di luar negeri, yang artinya ia akan meninggalkan pesantren, ketikan Sheila mendengar nya seolah olah Sheila terkejut, Sheila merasakan sedih seolah-olah tidak ingin kehilangan, ia tidak akan bertemu lagi.
Klo ramen aku bikin lanjutannya