Di Venesia seorang bocah laki-laki sedang melihat perahu-perahu gondola di sungai.
Dia sangat menyukai perahu gondola dan bercita-cita menjadi tukang perahu.
Saking bersemangatnya dia langsung memegang sapu dan menaiki tempat tidur sambil mengayunkan sapunya kayak dayung.
"Bersemangat sekali kamu ya Timmy" Kata ibunya
"Mama setelah besar nanti Timmy ingin jadi tukang perahu gondola" Kata bocah itu
"Baguslah..." Kata ibunya
Keesokan harinya Timmy dan ibunya tiba di sebuah pelabuhan yang ada 13 perahu.
"Mama mau beli sesuatu dulu, kamu tetaplah di dek" Kata ibunya
"Kalau begitu aku mau nunggu di perahu saja" Kata Timmy
"Baiklah tapi jangan berlayar kemana-mana sebelum mama datang ya" Kata ibunya
"Iya ma" Kata Timmy
Ibunya langsung pergi ke toko dekat sedangkan Timmy langsung duduk di perahu nomor 13 yang ada banyak penumpang dan satu tukang perahu.
"5 Lira" Kata tukang perahu
Timmy memberikan uang 5 Lira kepada tukang perahu itu.
"Ini pak" Kata Timmy
"Mau kemana dek" Kata tukang perahu
"Kemana saja! " Kata Timmy
"Kemana saja ya.. Baiklah.. " Kata tukang perahu
Perahu itu pun mulai berlayar dan meninggalkan pelabuhan.
"Wah.. Kita mulai berlayar" Kata Timmy
"Kamu kelihatan bersemangat sekali dek.. Apa alasanmu ikut menaiki perahu gondola ini" Kata tukang perahu
"Aku ingin bercita-cita menjadi tukang perahu gondola" Kata Timmy
"Sungguh cita-cita yang menarik ya.. Tukang perahu gondola cilik.." Kata tukang perahu
Perahu itu mulai berlayar menuju ke sebuah terowongan yang gelap.
Sementara itu ibunya yang khawatir dan histeris mulai berbicara pada pak satpam soal Timmy yang baru saja berlayar menaiki perahu gondola.
"Bukankah aku sudah bilang kalau putra saya menaiki perahu nomor 13!" Kata ibunya
"Sayang sekali bu.. Tapi di pelabuhan ini hanya ada 12 perahu lagipula mustahil ada perahu ke-13 setiap hari di pelabuhan ini" Kata pak satpam
"Ini salahku!.. Seharusnya aku memperingatkan dia untuk tidak berlayar sampai aku kembali.." Kata ibunya
Sementara itu Timmy pun mulai keasikan menaiki gondola dan tidak menyadari keadaan di sekitarnya bahwa wajah semua penumpang serta tukang perahu itu mulai berubah menjadi pucat dan hitam.
"Dayung! Dayung!" Kata Timmy
Hingga kabut ungu itu langsung menelan perahu itu bersama Timmy sampai tak tersisa.