Cerita ini diangkat dari kehidupan nyata yang terjadi dikehidupan ku semasa kuliah.
Hallo perkenalkan aku salwa seorang mahasiswi dari fakultas keguruan dan aku memiliki 3 teman yang setiap harinya bersama dikampus. 3 temanku diantaranya adalah Elsa, Susi, dan wanti.
Berawalnya pertemanan kami ini karna pertemuan pertama pada masa MAPERMA (Malam Pertemuan Mahasiswa) dan pertemanan kami ini bisa terbilang sangatlah akur karna tidak pernah ada konflik yang besar antara kami berempat.
Di tahun ke 2 kami berkuliah, ada seorang lelaki yang bisa dikatakan pintar diruangan kami dan selalu membuat kesal kepada temanku yang bernama wanti. Karna si wanti temanku ini selalu dibuat kesal oleh si haikal tersebut maka si wanti selalu saja menceritakan sifat buruknya si haikal.
Sampai suatu ketika si haikal ini jatuh sakit dan harus operasi. Dan ketika si Haikal ini sakit kami berempat pergi menjenguk dia ke rumah sakit tempat dia di rawat. Pas petama kali kami kesana si haikal masih terlihat baik-baik saja dan terlihat pengobatannya juga lancar hanya perlu pemulihan pasca operasi saja. Tetapi setelah kami pulang dari sana si haikal jatuh sakit parah hingga dokter mengatakan bahwa dia mengidap penyakit komplikasi.
Singkat cerita si haikal ini sudah bisa masuk kuliah walaupun badannya masih lemas, dan disitu dia sempat berpesan ke kami berempat untuk pergi masak-masak bersama dan kumpul bersama. Dan si susi meng-iyakan permintaan si haikal tersebut. Tak silang beberapa hari si haikal masuk kuliah dia jatuh sakit lagi hingga tak bisa di ajak berbicara dan kehilangan kesadaran.
Karna mendengar berita tersebut aku dan teman se ruangan pergi melihat keadaannya kerumah si haikal. Sesampainya di sana aku dan 2 temanku yaitu susi dan Elsa kaget melihat badan si haikal yang begitu kurus dan bisa dikatakan tinggal tulang yang dilapisi kulit satu lapisan saja karna kurusnya. Dan yang anehnya si wanti tidak kaget dan malah mengatakan hal seperti ini "Alah paling gak sampe 1 bulan lagi dia bakalan mati" ucap si wanti begitu. Sontak mendengar ucapan si wanti aku dan 2 temanku langsung menegur si wanti "heh gak boleh begitu" ucapku kepada si wanti.
"Kalo ngak percaya ya udah" kata si wanti itu lagi. "Ngak boleh seperti itu, mending kita do'akan saja si haikal cepat sembuh dan bisa berkegiatan seperti biasa" sambung elsa, mendengar penuturan itu si wanti langsung jawab lagi "lebih baik dia mati daripada hidup menyusahkan orang saja, sudah lah sok gayanya, sok punya lagi" tambah si wanti.
Mendengar perkataan si wanti tersebut sontak kami bertiga langsung istighfar.
"Astaghfirullah". Setelah selesai melihat keadaan si haikal kami pamit pulang.
2 minggu kemudian kami mendapat kabar bahwa si haikal sudah meninggal. Dan ketika mendapatkan kabar tersebut aku, susi dan Elsa kaget karna baru 2 minggu lalu kami melihat keadaan si haikal. Tapi berbeda dengan wanti dia hanya tersenyum dan berkata "kan apa ku bilang, ngk bakal sampe sebulan dia pasti mati" ucap si wanti. Mendengar hal tersebut Sontak aku kaget karna si wanti ini pernah bercerita bahwasanya mendiang ayahnya adalah seorang dukun dan ilmunya diturunkan ke si wanti. Aku jadi berpikiran negatif terus karna mengingat hal itu hingga si susi juga sadar dan langsung membicarakannya denganku.
Singkat cerita kami pergi ketempat duka dan ikut mengantarkan haikal ke tempat peristirahatan terakhirnya. Dan ketika sampai kuburan aku melihat si haikal di pondok pondok yang tak jauh dari Liang kuburnya. Sontak melihat hal tersebut aku langsung mengarahkan pandanganku kepada mayatnya yang akan di masukkan kedalam Liang lahat dan bergantian melihat arwah si haikal di pondok tersebut. Aku melihat raut wajahnya yang senyum ke arah kami bertiga dan ketika menatap si wanti ini muka si haikal penuh kebencian.
Setelah pulang dari pemakaman kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah aku mandi dan memutuskan untuk istirahat. Ditengah tengah mimpiku si haikal datang dan mengatakan beberapa hal kepadaku salah satunya adalah keinginannya untuk masak masak dan makan bersama di rumahnya dan yang membuat aku kaget adalah dia mengatakan bahwasanya dia meninggal karena kiriman santet dari si wanti. Mendengar hal itu di mimpiku sontak aku langsung bangun dan aku langsung menangis karna aku tak sangka bahwa si wanti sanggup melakukan hal itu.
Keesokan harinya aku membicarakan tentang mimpiku kepada 3 temanku tapi yang ku sampaikan hanya tentang keinginan mendiang haikal untuk masak-masak dirumahnya. Dan kami sepakat untuk membuat acara makan makan di rumah si haikal.
Disitu aku memilih diam dan tak mengatakan mimpiku itu dengan lengkap. Biar aku saja yang tau tentang hal itu.