Setiap ayah pasti mendambakan kesuksesan kepada sang buah hatinya,,,
Begitu lah ayah ku yang sangat berupaya keras untuk menyekolahkan ku di pondok pesantren agar kelak bisa menjadi ulama dan bisa menjadi imam disaat kepergian nya menuju sang ilahi...
Ayah ku memaksa ku untuk masuk ke pondok pesantren,yang mana itu sangat memberatkan bagiku, karna sejujurnya aku tidak ada bakat dan niat untuk belajar di pesantren, dikarenakan biaya nya sangat mahal sedangkan uang ayah pasti tidak lah cukup untuk menyekolahkan ku di sana...
Akan tetapi ayah ku berusaha sekuat tenaga untuk memasukkan ku ke sana dan akhirnya, aku pun menjadi santri disalah satu ponpes ternama....
Setelah masuk ke pesantren tersebut, aku merasa tidak betah, karna memang hobiku bukan ke situ,, tapi apalah daya , ayah ku tetap memaksa ku...
Bulan demi bulan telah berlalu,,aku pun mulai merasa kasihan melihat nasib ayah ku yang bersusah-payah mencarikan uang untuk biaya sekolah ku..
Hingga pada suatu ketika aku berkata kepada nyaa..
Yah, kami aku udah gk betah lagi,, aku kasihan liat ayah banting tulang setiap hari..
Nak: tugas kamu hanya belajar, ayah akan berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan mu,, kamu gk usah khawatir,, ucapa ayah
Ayah ku tetap bersih keras, untuk mempertahankan ku di pondok tersebut,, hingga pada suatu ketika aku berniat membohongi nyaa,, aku berkata kepada nyaa bahwa,, aku kami di suruh membeli sebuah kitab,, yang harganya sangat mahal yang pasti ayah gk akan sanggup membelinya, aku pun bekerja sama dengan pemilik toko buku tersebut..
Pak,, nanti kalo ayah saya datang,, kasih harga bukunya semahal mungkin ya pak... Kata ku kepenjual buku tersebut
Baik dek,, sahutnya,,
Akhirnya setelah seminggu kemudian ayah tak kunjung datang menjengukku ke pondok,, aku berfikir ayah sudah putus asa mencari uang tersebut,,,
Tapi tak di sangka dua hari kemudian ayah ku datang dengan membawa satu truk buku.. Aku pun terkejut..
Nak, sebenarnya ayah tau harga buku itu tidak mahal, ayah juga tau kamu bekerja sama dengan penjual buku itu untuk membohongi ayah,, ini bukunya ayah belikan untuk mu dan juga buku buku yang lain nya, ucap ayah.
Tapi yah, dari mana ayah dapat uang sebanyak itu, sahut ku..
Sebenarnya itu bukan uang ayah, itu uang ayah pinjam dari tetangga,, ucap ayah..
Aku tahu ayah pasti sangat kesulitan, tapi demi kesuksesan ku ayah akan berkorban dengan sekuat tenaga,,
Di situlah aku mulai sadar, dengan perjuangan ayah,, maka aku pun belajar,, dan mempelajari seluruh buku yang telah ayah belikan untuk ku,,, hingga akhirnya aku pun mendapat beasiswa kuliah ke luar negeri, dan menjadi orang yang sukses dan paham agama,, aku sangat bersyukur karena telah di berikan seorang ayah yang sangat berpengaruh dalam hidup ku..
Terimakasih ayah ku
Wasalam