Namanya asyika Clara, orang tuanya bekerja sebagai selebriti yang terkenal. Sejak kecil ia tinggal bersama dengan nenenya di Semarang. Ia di rahasiakan dan tidak ada siapapun yang tau bahwa dia adalah anak dari selebriti terkenal yang bernama pak radika dan nyonya sarasya.
Ia bersekolah di SMP tiga Semarang, ia memakai kacamata dan menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan dan sambil membaca buku tentunya. Sifat nya berbeda jauh dengan sifat kedua orang tuanya. Dia lebih suka menyendiri dan tak ingin terbuka dengan siapapun. Dia bahkan tak ingin menjadi artis seperti kedua orang tuanya.
Suatu hari, Clara di buli oleh tiga teman kelasnya yang bernama sabian, Rika dan alikta. Mereka tidak suka gadis yang cupu seperti nya. Dia juga slalu di dorong di perpustakaan dan membuat buku bukunya terjatuh. Clara adalah gadis yang kuat dan hampir tidak pernah menangis meskipun dia selalu di buli.
Hingga suatu saat, ada murid baru di kelasnya. Namanya Alfaro danistan. Dia tampan dan periang, namun anehnya ia tak suka berteman dengan anak perempuan kecuali Clara. Ia bertemu dengan Clara di perpustakaan juga. Saat itu Clara sulit mengambil buku yang berada di rak yang tinggi, ia mengambil kan buku itu untuk Clara.
Dia menanyakan nama Clara, tapi Clara tak mau menjawab nya.