Namaku Violet, seorang introvet yang memiliki kemampuan untuk melihat 'mereka'.
Ya... 'mereka' yang tidak bisa dilihat orang lain, aku mulai menunjukan kemampuanku itu sejak usia 3 tahun sampai usiaku 17 tahun.
Kalian pasti bertanya tanya kenapa hanya sampai 17 tahun, dan tidak selamanya?
Aku akan menjawab pertanyaan kalian dengan sedikit cerita di usiaku yang ke 15 tahun.
Aku sudah kehilangan ibuku diusia 5 tahun dan tentang ayahku aku tidak tahu.
Diusia 17 tahun aku duduk di bangku SMA kelas 2, tidak memiliki teman jangankan teman satu kelas, teman satu bangku pun tidak punya.
Karena kemampuan ku yang dianggap menakutkan oleh mereka, dan mereka juga menyebut ku seorang pembawa sial. Siapa pun yang dekat denganku pasti akan mati dengan mengenaskan.
Ibu ku meninggal akibat kecelakaan mobil di hari ulang tahun ku, bibi dan paman yang merawatku meninggal akibat kecelakaan pesawat, nenekku meninggal akibat serangan jantung dan beberapa temanku meninggal diusia muda.
Okey! Kembali ke cerita 17 tahunku.
Saat itu aku punya seorang sahabat bernama Dina, dia adalah satu satunya orang yang mau berteman denganku dan dia juga satu satunya orang yang memberiku semangat saat aku terpuruk karena ucapan orang lain.
Hari itu Dina dan keluarganya mengajaku liburan ke pantai, mereka memang baik terhadapku.
Singkatnya, pada hari senin aku bersama keluarga Diana berangkat ke pantai di perjalanan kami mengobrol banyak hal
Saat sedang mengobrol tiba tiba terdengar seseorang memanggilku, aku hanya diam dan mencoba mencari 'siapa' memanggilku
Ternyata itu adalah salah satu 'penjagaku' yang selalu mengikuti ku kemanapun aku pergi
Aku menatapnya dengan tanda tanya, kemudian dia berkata padaku *jangan pergi ke pantai!* hanya itu yang 'dia' katakan kemudian tak terlihat lagi.
Sesampainya di pantai, aku masih teringat yang diucapkan 'dia' untuk tidak pergi ke pantai, aku selalu mengikuti apa yang dia katakan.
Tapi kali ini, aku sangat ingin bermain di pantai, sudah lama tidak pergi berlibur bagaimana bisa melewatkan pantai indah itu
Hatiku bimbang diantara mengikuti perintah 'dia' atau mengikuti keinginan ku
Dan akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke pantai, toh hanya pergi bermain saja.
Setelah bermain sekitar 2 jam semua baik baik saja, dan aku bersama keluarga Dina bermain sampai mulai petang.
Tapi tak disangka, tiba tiba ada badai laut, ombak di pantai tidak stabil
Semua orang berlari menuju tempat yang lebih tinggi kami yang berada di tengah pantai berusaha menyelamatkan diri tapi apalah daya kami terseret ombak besar di belakang kami " aahh! " hanya teriakan yang terakhir aku dengar.
Setelah aku bangun, aku berada di rumah sakit, Dina dan orang tuanya menatap ku dengan rasa cemas
" Dina.. Paman.. Bibi.. Apa kalian baik baik saja? " tanyaku sontak
"kami baik baik saja violet" jawab Dina
"mulai sekarang kau harus menjaga dirimu baik baik ya " ucap Dina, mereka pergi meninggalkan ku
Tak lama seorang perawat datang, aku bertanya padanya " maaf apa anda tahu dimana keluarga yang bersama ku tadi?"
Pertanyaan ku membuat perawat itu terkejut "ma maaf hanya anda yang selamat karena terseret ombak ke daratan, dan keluarga anda tenggelam baru saja ditemukan tewas " perawat itu menuju tempat pasien lain
Apa?! Jadi Dina.. Tidak!
Aku dirawat selama 1 hari, sebenarnya masih belum boleh pulang tapi karena aku tak tahan 'mereka ' yang sangat banyak, aku memutuskan untuk pulang
Sesampainya di rumah, aku di salahkan atas kematian Dina dan orang tuanya, tidak hanya di sekolah tapi di masyarakat pun aku dikucilkan
Sekarang tidak ada yang menyemangatiku lagi, aku memanggil ibu agar 'datang'.
"ibu, aku ingin semuanya berakhir, aku ingin menjadi orang normal bu "
*tapi kenapa sayang, kau sudah tidak menyukai 'mereka'? * tanya ibu
Singkatnya, keesokan harinya, aku tidak bisa melihat 'mereka', aku mencoba untuk memanggil ibu tapi tidak muncul
Lalu aku menyadarinya, apa aku sudah kehilangan kemampuan itu?
Sampai saat ini di usia 21tahun, aku menyesal atas keinginan ku untuk jadi normal, walaupun sekarang aku sudah normal tapi tetap saja semuanya masih menjauhiku dan menyebut ku seorang pembawa sial.
Hai!Kenalin aku Si A, ini cerpen pertamaku, semoga kalian suka ya, kalau kalian suka aku bakal bikin cerita novelnya buat kalian.
Dan cerita ini cuma imajinasi ku aja, ga ada latar belakang kenyataan di cerita ini, kalau ada kesalahan penulisan apapun aku minta maaf ya, tolong dukunganya 🙏