Alice duduk dengan tatapan kosong, memandangi secangkir kopi yang sudah dingin. Hatinya hancur setelah perpisahan dengan Ryan, pria yang dia pikir akan menjadi pasangan hidupnya. Mereka telah bersama selama tiga tahun, namun segalanya berakhir begitu saja tanpa peringatan.
Setiap sudut kota ini mengingatkannya pada Ryan. Tempat-tempat yang dulu membawa kebahagiaan kini hanya menorehkan luka. Saat sedang tenggelam dalam pikirannya, seorang pria masuk ke kafe, membawa tawa dan suasana hangat. Pria itu adalah Julian, teman lama Alice yang sudah lama tidak ditemuinya.
"Hey, Alice! Apa kabar?" sapanya dengan senyum lebar.
Alice terkejut namun senang melihat Julian. "Julian? Lama tidak bertemu! Duduklah," jawabnya dengan senyum tipis.
Julian duduk di depannya dan memesan secangkir kopi. Mereka mulai berbicara tentang masa lalu, mengenang kenangan indah saat masih di sekolah. Kehadiran Julian memberi kehangatan yang sudah lama hilang dari hidup Alice. Namun, Alice masih belum bisa lepas dari bayangan Ryan.
"Alice, apa yang sebenarnya terjadi? Kamu terlihat tidak seperti biasanya," tanya Julian dengan nada serius.
Alice menghela napas panjang dan mulai bercerita tentang perpisahannya dengan Ryan. Julian mendengarkan dengan seksama, memberikan perhatian penuh. Setelah mendengar cerita Alice, Julian merasa perlu melakukan sesuatu untuk membantunya.
"Alice, kamu butuh waktu untuk menyembuhkan diri. Bagaimana kalau kita mulai dengan hal-hal sederhana yang bisa membuatmu bahagia?" usul Julian.
Alice merasa ada sedikit harapan dalam kata-kata Julian. Mereka mulai menghabiskan waktu bersama, melakukan hal-hal yang dulu membuat Alice bahagia. Mereka pergi ke taman, mengunjungi pameran seni, dan menonton film favorit mereka.
Hari demi hari, Alice mulai merasa sedikit lebih baik. Julian selalu ada di sisinya, memberikan dukungan tanpa pamrih. Suatu hari, saat mereka duduk di taman yang penuh dengan bunga bermekaran, Alice merasa hatinya mulai terbuka lagi.
"Julian, terima kasih. Kamu benar-benar penyembuh luka untukku," kata Alice dengan tulus.
Julian tersenyum dan menggenggam tangan Alice. "Aku senang bisa membantu. Kamu layak mendapatkan kebahagiaan, Alice."
Perlahan tapi pasti, Alice mulai melupakan luka lama dan membuka lembaran baru dalam hidupnya. Julian selalu ada di sisinya, memberikan cinta dan perhatian yang tulus. Mereka semakin dekat, dan Alice mulai merasakan perasaan yang berbeda terhadap Julian.
Suatu malam, saat bulan purnama bersinar terang di langit, mereka duduk di bawah pohon besar di taman. Julian menatap Alice dengan tatapan lembut.
"Alice, aku tahu mungkin ini terlalu cepat, tapi aku tidak bisa menahan perasaanku lebih lama lagi. Aku mencintaimu," kata Julian dengan suara gemetar.
Alice terkejut namun hatinya berdebar kencang. "Julian, aku... aku juga mencintaimu. Terima kasih telah menyembuhkan lukaku dan menunjukkan bahwa cinta sejati masih ada."
Mereka berciuman di bawah cahaya bulan, mengikat janji untuk selalu bersama. Julian adalah penyembuh luka yang Alice butuhkan, dan bersama-sama, mereka memulai kisah cinta yang baru.
Hari-hari berlalu dengan kebahagiaan yang terus tumbuh. Alice dan Julian saling mendukung dalam segala hal, merayakan kemenangan kecil dan besar dalam hidup mereka. Setiap momen bersama Julian membuat Alice merasa semakin kuat dan siap menghadapi dunia.
Suatu hari, saat mereka berjalan-jalan di tepi pantai, Julian tiba-tiba berhenti dan menatap Alice dengan serius. "Alice, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan," katanya sambil menggenggam tangan Alice erat.
Alice merasa jantungnya berdebar lebih kencang. "Apa itu, Julian?" tanyanya dengan penuh harap.
Julian berlutut di hadapan Alice, mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya. "Alice, maukah kamu menikah denganku? Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu, mencintaimu, dan selalu menjadi penyembuh lukamu."
Air mata kebahagiaan mengalir di pipi Alice. "Iya, Julian. Aku mau menikah denganmu. Kamu adalah cinta sejati yang aku cari," jawabnya dengan suara bergetar.
Mereka berpelukan erat, merasakan kehangatan cinta yang mengalir di antara mereka. Alice merasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Julian adalah penyembuh luka yang mengubah hidupnya menjadi lebih baik, dan sekarang mereka akan memulai perjalanan baru sebagai pasangan suami istri.