Senja menjelang, dan hujan mulai turun deras. Di sebuah kafe kecil di sudut kota, Rina duduk sambil menikmati kopi panasnya. Ia suka suasana kafe itu, terutama saat hujan turun. Di sudut lain kafe, seorang pria berjas abu-abu tampak sibuk dengan laptopnya. Namanya Arga, seorang penulis yang mencari inspirasi.
Arga sesekali melirik ke arah Rina. Ada sesuatu tentang cara Rina menikmati hujan yang menarik perhatiannya. Setelah beberapa menit ragu, Arga memberanikan diri mendekati Rina.
"Permisi, boleh aku duduk di sini?" tanya Arga sambil tersenyum.
Rina mengangguk. "Tentu, silakan."
Mereka mulai mengobrol tentang hujan, kopi, dan kafe favorit mereka. Tanpa mereka sadari, waktu berlalu dengan cepat. Hujan masih turun deras di luar, namun di dalam kafe, suasana hangat tercipta oleh percakapan mereka.
Setiap tetes hujan yang jatuh di luar jendela kafe seakan mempererat pertemuan mereka. Mereka tertawa bersama, berbagi cerita tanpa beban, menikmati kebersamaan yang terasa begitu alami. Hujan yang tadinya membawa kesepian, kini menjadi latar belakang sempurna untuk pertemuan yang penuh kehangatan.
Ketika malam tiba, dan hujan mulai mereda, Arga mengajak Rina berjalan keluar. Mereka berjalan bersama di bawah payung, menikmati sisa-sisa hujan yang turun perlahan. Tidak ada kata-kata besar, tidak ada janji-janji yang diucapkan. Hanya ada dua hati yang menikmati momen bersama, di bawah langit yang masih meneteskan sisa hujan senja.