DttZzss... "Pada hari ini tepat pukul 9 malam akan terjadi perubahan mendadak pada rotasi bumi sehingga seluruh kehidupan akan hancur seketika..." Suara berita radio menggema keseluruh ruangan.
Malam ini dunia akan kiamat...
Apa yang akan ku lakukan di akhir hidup ini ya...
Adalah apa yang raffa pikirkan saat ini. Mungkin karena diriku yang sudah sendirian sepanjang hidup. Aku tidak merasa takut ataupun panik ketika mendengar berita ini. Malahan yang aku pikirkan hanyalah sesuatu yang dapat membuat ku merasakan "senang" agar hidupku lebih berarti.
Baiklah untuk sekarang aku akan bangun dan beraktivitas seperti biasa terlebih dahulu. Ku lihat keluar jendela sambil menuju kamar mandi, jalanan penuh dengan orang orang yang sedang berlarian kesana kemari. "Apa yang mereka pikirkan?" Gumam ku dengan helaan nafas.
(Ajal kita sudah tiba... Terima saja lah...)
Pikir ku yang sudah bosan dengan hidup ini. Ku raih pintu kamar mandi dan langsung mandi untuk pertama kalinya selama 15 hari terakhir.
BRushhhhhmsss... suara air yang jatuh dari atas terdengar berkali kali.
"Uhh..."
Apakah ini kali pertama aku merasa segar setelah mandi?
...
Aku rasa tidak ada lagi mandi untuk hari esok jadi hari ini aku akan mandi sepuasnya.
...
30 menit kemudian
"Kupikir ini sudah cukup untuk sementara waktu" kata ini terucap untuk pertama kalinya selagi aku mengenakan baju.
Ku berjalan menuju ruangan dapur untuk sarapan terakhir ku. Sambil membuka jendela dapur ,ku ambil tarikan nafas yang segar di pagi hari.
"Roti selai atau roti coklat yah..." Tanya ku sambil berpikir.
...
"Ku makan saja semua" gumam ku yang malas berpikir sambil menggenggam kedua selai dengan kedua tangan ku.
Selesai makan aku segera mengambil buku dan menulis apa saja yang akan aku lakukan di hari terakhir ini.
1.Menyatakan perasaan ke orang yang ku suka
2.Mengendarai motor keren dengan cepat di jalan
3.Membuat permintaan ke sesuatu yang ku anggap sebagai bintang
Mungkin 3 hal sudah cukup di waktu yang sedikit ini...
Ku mulai mempersiapkan segala barang yang kubutuhkan ke dalam tas. Mulai dari tali yang panjang, bir dan tiba tiba aku tanpa sengaja menendang sebuah kotak tua dari bawah lemari. Dengan rasa penasaran aku mengeluarkan kotak itu dari lemari yang sudah tua itu."Barang ini..." Sambil menyapu debu dari atas kotak tersebut aku tidak berpikir panjang lagi dan langsung ku masukkan ke dalam tas yang berisi berbagai keperluan.
Setelah selesai mengemas, ku jalan ke pintu yang mengarah keluar dan meraihnya. Dengan perasaan gugup tangan ku tanpa sengaja membuka pintu tersebut dan tampaklah keadaan di luar secara jelas. Sambil melihat ke arah kiri dan kanan, aku langsung menginjakkan kaki keluar rumah untuk pertama kalinya.
"Ufhh..."
"Beginikah perasaan orang saat beraktivitas ke luar?"
Sambil menatap ke langit, ku pandang langit berwarna-warni yang menyebar ke seluruh bumi.
"Ini kah aurora yang terkenal itu?" Tanya ku sambil kagum dengan keindahannya.
Aku mulai berjalan menelusuri jalan yang ku anggap asing. Tampak dunia sudah mulai berubah ada banyak market yang sudah rusak dan pecah, kebakaran, kekerasan dan lain sebagainya.
Aku cuma bisa mengabaikan segalanya dan maju terus menurus ke tempat lokasi yang ingin ku tuju (sekolah bluesky).
Setelah berjalan sedikit lama beberapa orang mulai menghampiri ku dan memanggil ku.
"Hey kau" ucap lelaki asing yang botak namun memiliki janggut yang tebal.
"Iyaa...?" Tanya ku dengan pelan sembari menjaga jarak dengan orang itu.
"Di jalur yang akan kau lewati akan ada grup gangster menanti. Mereka sedang menuju sekolah untuk menangkap murid murid" ucap lelaki asing yang mengenakan kacamata dengan rambut panjang.
"A...APA???" Teriak ku dengan terkejut
"Kenapa kamu terkejut apakah ada yang kamu kenal di sekolah itu?" Tanya perempuan yang berpenampilan kemeja kotak dan rok panjang.
"Kurasa begitu..." Jawab ku dengan tidak yakin.
"Maka ambillah motor ini..." Tunjuk lelaki botak tersebut sambil tersenyum.
"Apakah ada maksud tersembunyi?" Tanya ku dengan ragu sambil menunjukkan perasaan waspada terhadap mereka.
"Tentu saja tidak" jawab perempuan itu sambil melemparkan kunci motornya ke arah ku.
"Apa benar aku boleh menggunakannya?" Jawab ku dengan perasaan bimbang dan berat.
"Atau kau mau jalan kaki kesana hahaha?" Ucap lelaki botak tersebut sambil tertawa.
"Baiklah terimakasih..." Ucap ku dengan Canggung.
"Pergilah kawan jika bisa kalau kita bertemu lagi beri aku bir hahaha" tawa lelaki botak itu.
Aku langsung teringat akan bir yang ku bawa di tas. Dengan cepat aku mengeluarkannya dan meletakkannya di samping jalan.
"Ini bayarannya yah!" Ucapku sambil melambaikan tangan.
Sambil tertawa lelaki botak itu berteriak " TERIMAKASIH ANAK MUDA! HAHAHA"
Dengan demikian aku dapat mengendarai dan menggenggam motor yang terlihat keren ini dengan erat. Ku rasa hal pertama yang kuinginkan sudah terpenuhi.
Selama perjalanan jalanan penuh dengan darah yang berceceran di jalan mengingatkan aku tentang trauma buruk yang tidak pernah ku rasakan. Seketika firasat ku menjadi aneh. tidak ada mayat atau pun orang di jalanan selama aku berkendara. Aku yang menelusuri jalan tampak bingung namun terpaksa harus memilih untuk mengabaikannya karena fokus menuju ke sekolah.
Hanya tersisa beberapa puluh meter hingga sampai ke sekolah tersebut. Dari kejauhan, tampak beberapa orang dengan tato di seluruh badan yang sedang berusaha memasuki sekolah.
"Mereka benaran mengincar sekolah?" Gumam ku sambil memendam emosi.
Aku langsung berbelok dan mengambil jalur lain agar tidak ketahuan oleh orang asing tersebut.
Sampai tiba di belakang sekolah dimana ada rumah berderet yang sudah rusak.
Dari ujung rumah yang sudah rusak, terlihat sebuah tangga besi usang dengan panjang yang tidak terlalu tinggi.
Aku langsung bergerak mengambil tangga yang tampak usang tersebut dan menggunakannya untuk memanjat tembok sekolah yang lumayan tinggi itu.
Dengan hati hati aku memanjatnya secara perlahan. Setelah meraih puncak tembok itu aku langsung mengangkat dan memindahkan tangga tersebut sekuat tenaga ke dalam sekolah dan turun menggunakan tangga tersebut.
Setelah selesai menuruni tangga aku langsung bergegas memasuki salah satu ruang kelas kosong untuk bersembunyi karena gangster tersebut telah masuk.
Sambil membuka kotak yang ku temukan di lemari itu aku mulai mengisinya dengan "######"
Beberapa menit setelahnya
Suara teriakan yang iringi dengan suara tangisan mulai terdengar dari lantai atas. Kata kata permohonan terus terucap tanpa berhenti. Suara kaca pecah, barang rusak dan hantaman meja terjadi berulang kali.
Aku yang sudah merasa tidak tahan lagi masih harus menahan emosi ini untuk pertama kalinya. Karena perasaan ini adalah hal pertama untukku.
Dengan diam diam, aku mulai bergerak. Aku keluar dari jendela belakang ruangan kelas menggunakan kursi. Sambil berjalan dengan senyap dan hati hati, ku keluarkan tali yang ku simpan dari tas ku dan berencana mengikat nya ke tiang lantai 3 dengan cara di lempar. Dengan harapan dapat selesai dalam sekali percobaan, aku mengambil ancang ancang terlebih dahulu dan dengan sekuat tenaga melempar nya.
...
Berhasil...
...
Ku naiki gedung itu dengan hati hati menggunakan tali, dan menyelidiki setiap ruangan yang kulewati.
Tampak di lantai 2 ruang guru terdapat beberapa guru yang sedang berusaha membela diri. Namun aku tau...
Itu tidak akan bertahan lama karena lawannya menggunakan pipa besi. Karena berbahaya jika aku langsung masuk.Ku putuskan untuk lanjut menaiki gedung itu dan saat aku melihat lantai ke 3.
Amarah ku langsung memuncak. Terlihat 2 orang siswa yang sudah tertancap di dinding dengan luka yang sangat parah dan terkapar di lantai. 3 orang siswi yang di lecehkan dan beberapa siswa lain berusaha mencegat gangster itu untuk melindungi siswi di belakangnya.
Aku dengan segera meninju kaca kelas hingga pecah dan melompat masuk ke dalam ruangan.
Seluruh perhatian tertuju pada ku. Tanpa basa basi aku langsung mengeluarkan barang yang berupa senapan glock dari saku kemudian menembak kaki tangan gangster tersebut.
"Hey kalian anak muda. Bunuh lah orang tersebut layaknya binatang" ucap ku sambil menginjak kepala gangster itu.
Sambil mengeluarkan beberapa macam makanan aku mengatakan "di belakang gedung terdapat tangga menuju luar sekolah pakai lah itu"
Tanpa basa basi aku langsung keluar. Terdengar dari kejauhan suara teriakan dan bantingan meja kursi dengan keras.
Aku berjalan sambil menuruni lantai dan bertemu 2 gangster yang berjaga.
"Siapa ka-" Tanya salah satu dari gangster itu. Namun sebelum pertanyaan tersebut selesai kepalanya sudah berlubang.
Teman gangster yang bersamanya langsung lari namun terjatuh. Tanpa basa basi aku langsung menembak langsung ke arah jantungnya.
Sambil berjalan menuju ruangan guru aku mengusap darah dari pipi ku. Setelah sampai ke depan pintu, aku langsung menendang nya hingga terbuka dan melihat bahwa tidak ada guru yang selamat dan tampak 6 orang gangster yang sedang bermain dengan tubuh guru tersebut. Dengan helaan nafas aku langsung menembak mereka dan kusisakan seorang yang tampak seperti ketua gangster.
"Siapa kau... Dari mana kau dapat sen- AAgGhhh" pertanyaan ketua gangster itu seketika terhenti.
Sambil mengambil pisau dapur aku menusuk tangannya secara perlahan dan bertanya
"Siapa yang meminta mu untuk berbicara?"
Teriakan terjadi dalam waktu yang lama di ruang guru tersebut dan berhenti ketika matahari hendak terbenam.
Sambil duduk aku berpikir.
Apa yang terjadi jika aku masuk ke ruang guru terlebih dahulu. Apakah murid di atas dapat selamat?
...
Sepertinya dunia ini memang sudah hancur sebelum itu terjadi.
Ku tatap aurora di atas langit dan meminta sebuah permohonan.
Setelah duduk sambil terbenung untuk beberapa saat, aku tiba tiba mulai mendengar suara tangisan di balik pintu rahasia ruang guru yang di jaga beberapa guru yang sudah meninggal itu.
Setelah itu aku pun berjalan mendekati ruangan itu dan bertanya
"Apakah ada orang?"
...
...
...
Tidak ada jawaban namun terdengar jelas bahwa di balik pintu itu terdapat suara tangisan perempuan.
Aku yang sudah terlanjur penasaran pun langsung mendobrak pintu itu dan
...
Terdapat seorang gadis kecil di depan pintu yang sedang menangis.
"Kamu siapa?" Tanya ku dengan lembut
Hiks...hiks...
...
Tidak ada jawaban.
Aku yang sepertinya dapat memahami perasaannya pun cuma hanya bisa duduk sambil melihat ke arahnya saja.
Beberapa jam kemudian gadis itu perlahan berhenti menangis dan terdiam saja.
"Belum lama ini... Kehidupan sekolah ku berjalan dengan baik" gadis itu mulai berbicara dan bercerita
"Namun seketika berubah ketika berita kiamat tersebar..."
"Seluruh kepanikan terjadi di sekolah... Murid murid langsung di antar keluarganya dan guru guru tidak dapat menghentikannya..."
"... Aku yang tidak memiliki keluarga hanya bisa menunggu disini bersama para guru yang ku anggap seperti keluarga sendiri..."
"Setelah berbagi cerita dengan guruku... Hiks... para gangster sialan itu mulai memasuki sekolah dan membantai semuanya."
Perlahan gadis itu mulai menangis lagi.
"Aku dapat memahaminya" jawab ku dengan pelan dan percaya diri.
Aku tak tau apa benar aku memahaminya. Rasanya seperti aku pernah melaluinya dan merasakannya.
"Sekarang... Hiks... hiks... Yang tersisa cuma diri ku ini di dunia yang akan berakhir ini..." Tangis gadis itu dengan kecil.
"..."
Dengan perasaan hati yang campur aduk. Raffa memikirkan suatu ide sambil menatap gadis kecil itu.
"Sebenarnya... Aku memiliki sesuatu yang ingin ku lakukan sebelumnya" ucap ku dengan ragu.
"... Apa itu?" Tanya gadis itu dengan lugu.
"Apa suka kamu" jawab ku dengan pelan sambil menutup sebagian muka ku.
Pfftt...
Suara tawa kecil datang dari gadis kecil itu.
"Apa kamu serius?" Tanya gadis itu sambil sedikit tersenyum.
"..." Tidak ku jawab karena merasa malu.
"Maka ku anggap itu iya" ucap gadis kecil itu sambil menatap keluar kaca.
"Sepertinya kiamat sudah akan terjadi..." Ucap ku yang merasa seperti sudah pernah melaluinya berulang kali.
"Hey... Apakah kamu cuma akan menatap keluar saja tanpa peduli akan pacar mu ini?" Tanya gadis itu dengan lugu.
Aku yang segera sadar akan perkataannya pun kembali menatapnya.
"Bukankah pemandangan di luar sangat indah?" Tanya ku sambil menunjuk ke arah luar.
"Yah..." Jawabnya dengan singkat.
Ku mulai meraih tangannya dan bertanya "apakah kamu punya permohonan setelah melihat bintang jatuh itu?"
"..."
"Aku punya..." Jawab gadis itu sambil menggenggam kedua tangannya dan mulai menutup mata.
Ah... Entah kenapa aku merasa bahwa bahwa waktunya telah tiba. Guncangan besar mulai terjadi bangunan di depan mereka perlahan menghilang karena perubahan kecepatan yang mendadak.
Sambil memegang tangan gadis itu yang sudah selesai melakukan permohonan, aku mengucapkan beberapa patah kata.
Stzzzzzz... Seluruh kehidupan dibumi hilang dalam sekejap dan kemudian bumi meledak begitu saja.
...
tiba tiba muncul pesan "anda telah menyelesaikan tugas anda"
...
Kemudian secara tiba tiba aku terbangun dari mimpi ku. Apa yang aku lihat pertama kali adalah atap rumah yang tampak aneh. Beberapa orang mulai menghampiri dan menangisi ku.Pertanyaan mulai muncul tapi ingatan ku sudah mulai terasa jelas. Aku koma selama sehari karena serangan teroris di sekolah.Apa yang barusan terjadi hanyalah mimpi. Namun tampak terasa seperti sangat nyata. Yang jelas bahwa di mimpi itu aku masuk ke tubuh orang lain dan berjumpa dengan diri ku.
...
Yah aku, Delirely adalah gadis kecil itu.
End