*ini kisah spesialku tahun ini. Tentang hari perpisahan ku di sekolah.*
*satu hari sebelum perpisahan*
*saat itu aku sedang bersantai dirumah sambil memainkan ipad ku.. Aku senang karena akhirnya aku lulus sekolah dasar besok.. Dan berlanjut ke sekolah menengah pertama (smp). Saat perpisahan,aku disuruh mengunakan kebaya berwarna ungu*
*time skip.. Besok.. Hari dimana acara perpisahan dimulai.. Disitu, aku merayakan nya dengan menyanyikan lagu "takut" dengan teman teman ku.. Teman cewek ku atau bisa kalian sebut dengan "Meisya" membuat sedikit kesalahan saat bernyanyi, sial nya lagi dia menyanyi dengan suara lantang.*
*aku melirik Meisya dengan tatapan tajam dan alis mengerut saat itu, dan lanjut bernyanyi*
*saat akhir akhir lagu, aku dan seluruh teman teman ku lupa lirik lagunya dan akhirnya kita hanya saling tatap tatapan sedangkan musik karaoke nya tetap berlanjut*
*Meisya bergumam sesuatu saat musik nya selesai* "ah, abah marah ini mah" *gumam Meisya, padahal sendirinya banyak salah lirik saat bernyanyi.*
*setelah beberapa saat aku bertemu ibu guru ku, ya.. Bu "Henny" guru terbaik yang pernah ada di hidup ku.. Seketika teman teman ku menghampiri ibu guru untuk bersalaman.. saat aku menghampiri ibu guru untuk ikut bersalaman, seketika, aku di tarik kedalam pelukannya yang hangat.. Aku hampir menangis saat itu karena sudah lama sekali aku tidak merasakan sebuah pelukan cinta dan kasih dari seseorang, bahkan orang tua ku..*
*bu Henny mengucapkan sebuah pesan untuk ku*
"Jangan hapus kontak ibu ya, kalau ada apa apa cerita ya sama ibu.." *kata bu Henny sambil memeluk ku di dekapan nya yang hangat*
*Aku hanya mengiya kan karena menahan rasa sedih karena ini hari terakhir aku disekolah..*
*ibu Henny juga menitipkan pesan untuk aku agar tidak berpacaran, aku tersentuh melihat berapa pedulinya guru ku terhadap diriku.*
*time skip saat di rumah.. Aku mendapatkan libur panjang sampai nanti mpls/masa pengenalan lingkungan sekolah*
*aku kangen sekali dengan ibu Henny, kangen pelukan yang dia berikan pada ku.. Rasanya ingin menangis karena rindu.. Akhirnya aku memutuskan untuk menggambar muka ibu Henny..*
*aku mencoba 2× menggambar ibu Henny karena saat di percobaan pertama mukanya berbeda jauh dengan ibu Henny..*
*akhirnya setelah jadi aku mengirimkan foto gambaran muka dirinya buatan ku*
*Aku juga mengirimkan ibu Henny sebuah pesan yang bertuliskan*
Pesan ku untuk ibu:"ibuuuuu, ini gambaran ibu buatan saya..
Terima kasih ibu telah mengajarkan banyak hal kepada saya, saya banyak belajar hal lain dari ibu, tidak hanya matematika dan banyak nya pelajaran, tapi juga tentang kehidupan, tentang pembully an, tentang persahabatan, tentang kehidupan.. saya belajar itu semua dari ibu, ibu guru pertama yang mengajarkan saya begitu banyak hal.. Terima kasih.. Maaf belum bisa memberikan banyak hal kepada ibu..
Maaf sering membuat banyak kesalahan, maaf karena sering membuat ibu kesal dan sebagainya.. Mungkin saya dan ibu akan semakin jarang berkomunikasi/bertemu karena kesibukannya masing masing..
Tapi, kenangan tahun ini akan selalu saya ingat dengan membuat sebuah gambar ibu.."
*beberapa saat kemudian ibu Henny membalas pesan ku*
Balasan ibu Henny :"Yaa Alloh nak...anak pintarnya ibu...terima kasih sudah memberikan yang terbaik buat ibu....ibu bangga bisa mengenal kamu...kamu dimata ibu anak yang mandiri, kuat dan tekun. Terima kasih sekali lagi ...Salam Cinta dan Sayang selalu...sampai kapanpun🥺🥺🙏💞💞"
*setelah membaca pesan itu, hati ku semakin tersentuh dan mengeluarkan air mata.. Seketika aku langsung merasakan sebuah pelukan/kehangatan yang tiba tiba muncul di hati ku, entah perasaan macam apa itu.. Tapi aku merasa nyaman hanya dengan merasakannya.. Rasa seperti berada di rumah yang sesungguhnya..*
"Aku ingin berterima kasih karena telah memberikan Aku kehangatan dekapan mu.. Terima kasih karena pernah mendengarkan keluh kesah ku ibu.. Aku akan menyanyangi mu selalu."
"Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, begitu pula hari ini, kenangan spesial ku dengan guruku akan selalu ku abadikan dengan membuat sebuah karya yang baru agar kenangan itu akan selalu hidup.."
-tamat.