Vinas adalah seorang gadis berusia 14 tahunan, terlahir dikekuarga berpunya dan cukup baik membuat nya tumbuh menjadi gadis normal, ia memiliki teman dekat, keahlian dan lain lain,
Namun sampai saat ini vinas masih belum bisa mengenal dirinya, ia memiliki banyak kepribadian yang harus bisa ia seimbangkan dengan keadaan untuk menghindari kekacauan, terkadang gadis ini benci kebisingan, keributan, masalah dan nasehat, berhati dengki, selalu insecure, iri an, bahkan munafik,
Dan di sisi lain ia bisa mengorbankan mental nya demi disukai org org di sekitarnya, ia bisa tiba tiba jadi lawak, baik suka membantu selalu bersyukur, sabar dan penuh perhatian,
Hingga ia tidak dapat memutuskan mana dirinya yang sebenarnya,
"Aih.. bentar lagi ujian k*ntol lah kenapa harus ujian!!" Batin vinas sembari berjalan pulang dari sekolahnya,
Diperjalanan vinas melihat beberapa gadis sedang bercanda di depan nya ya mereka memang tidak akrab sekaligus tidak ada masalah, namun saat ini vinas benar benar benci tawaan mereka yang seakan meledek keputusan asaan gadi ini,
Vinas pun mempercepat langkah nya untuk mendahului langkah gadis gadis didepan nya, sementara gadis gadis itu tampak tidak menghiraukan vinas, ya memang vinas kerap sangat diam saat di kelas jarang bicara dan sering tidur,
Sesampainya dirumaah,
Vinas merebahkan tubuh yang sebenarnya tidak capek itu ke kasur vinas yang sebenarnya sangat membenci sekolah terkadang selalu berfikir untuk berhenti namun ia teringat akan mimpi nya yang begitu tinggi tak mungkin bisa ia gapai tanpa sekolah,
Vinas membuka layar ponsel nya dan mulai mencari anime di apk bstation, salah satu cara nya untuk memperbaiki kekacauan mental yang ia rasakan,
Vinas juga memiliki akun Facebook face yang sengaja ia buat untuk bersenang senang, di akun face itu ia bebas mengeluarkan sifat aslinya tanpa diketahui guru orang terdekat bahkan teman teman nya, anggap saja nama akun itu 122, dan akun asli vinas 133,
Di 122 itu lah vinas mulai melakukan hal buruk yang baginya sangat menyenangkan, contok nya membuat postingan toxic tentang kekesalannya, mencari manga/ anime Harem 18+ dan hal hal negative yang sebenarnya sangat ia gemari, terkadang ia sangat tidak percaya kalau itu adalah dirinya, yang sebenarnya selalu berdo'a kepada Allah kalem bahkan disekolah banyak orang yang memiliki masalah dan tempat pelarian nya adalah vinas, yang selalu bisa mengerti teman teman nya dan selalu membuat teman teman nya tetap di jalan yang baik,
Padahal dia sendiri melakukan aktivitas porno yang sangat berbeda dengan dirinya yang orang lain kenal, contok nya c*lmek
Nonton b*Kep vcs dll,
Namun vinas tetap tau batasan atas apa yang ia lakukan, contohnya tidak pernah menjual diri nya, tidak pernah memberikan potret tubuh nya pada siapa pun,
Esok nya:
Vinas memiliki 3 orang teman baik sebut saja meta, Rara, dan Gita,
Rara adalah juara 1 dikelas b sekaligus anak baik pintar dan sosialisasi nya baik, ia sering bercerita dengan vinas tentang kekesalannya begitu juga vinas,
"Gimana Ra bentar lagi ujian!!"tanya vinas murung,
"Gak papa kita belajar bareng aja yah.."ujar Gita mencoba memberi solusi
Vinas tersenyum hampa,
"Gua gak suka belajar Ra!! Lo tau kan setiap masuk bulan bulan ujian itu gua pasti masuk BK karena nyayat tangan?! Dan gua juga udah biasa" curhat vinas sembari mengingat memori memori pahit yang ia lewati pada masa ujian,
"Makanya jangan diulangi lagi naaas,"
Bujuk Rara,
"Gimana gak geram coba?! Walaupun gua ga suka belajar, tapi ada 2 mata pelajaran yang gua suka banget dan akhirnya gua belajar dengan giat b inggris sama IPA dua aja gua serius padahal belajar nya tapi malah remidial!! Siapa yang gak sakit hati coba?!!" Kesal vinas kini mata gadis itu mulai berkaca kaca,
Vinas memang gadis kuat yang sangat jarang menangis tentang masalah apa pun itu! Tapi kalau tentang pelajaran ia akan jadi sangat cengeng karena ini adalah sesuatu yang sangat dipandang orang tua nya, dan sekali lagi ia teringat bahwa ia adalah orang yang tidak memiliki bakat di akademi dan juga sosialisasi! Membuat dia sering kali diremehkan orang banyak dan ia benci itu, tapi walaupun ia jago menggambar itu tak cukup untuk memuaskan keserakahan untuk menang di setiap mata orang orang yang ia miliki, itu juga adalah salah satu sisi negative nya,
Vinas rela melakukan apapun demi nilai hampir setiap mata pelajaran dia nyontek! Dan mungkin Sekali dua kali ia mendapat nilai bagus karena contekan itu, tapi ia sadar kalau itu hanya angka dan pada fakta nya ia sama sekali tidak menguasai satu pun,
Suatu hari ibu vinas sempat melihat bekas luka dilengan kiri vinas dan langsung meneteskan air mata melihat tingkah anak nya yang sangat membuatnya kecewa, kedua orang tua vinas memang tidak pernah memaksa vinas untuk mendapat nilai bagus
"Gak apa apa besok masik bisa dapat yang lebih bagus"
"Gak papa lain kali tinggal belajar lebih giat"
"Gak papa cuma nilai kok"
Namun vinas yang terlalu memperhatikan keadaan dan kekecewaan orang terhadap nya tau dia tau segalanya "bohong!!"
Namun vinas hanya bisa diam dan menahan air mata nya agar terlihat kuat dan cuek dihadapan orang tua nya,
"Nass kali ini gua bakalan ngajarin lu b inggris jadi lu jangan nangis dan lupain diri sendiri lagi yah.."
"Iya"
Esok harinya,
" Vinas... Hari ini ujian pertama nya matematika semangat ya!!" Ucap meta mencoba menyemangati vinas, setiap teman teman vinas sudah mengerti bahwa vinas sering kali putus asa karena nilai dan sering kali menyakiti diri sendiri karena kesal, maka dari itu mereka semua mencoba mensuport vinas seperti biasanya vinas mensuport mereka saat di titik terendah,
"Yeye pasti lah gue udah nyiapin contekan kok"ucap vinas bangga dalam candaan nya, padahal sebenarnya vinas terluka oleh kelakuan nya sendiri yang tau bahwa itu tindakan buruk,
"Ya Allah vinaaaas" ucap teman teman nya pasrah asalkan vinas dapat bahagia,
Jam matematika pun dimulai,
Beberapa menit berlalu
Disaat itu vinas mencoba menjalankan aksi nyontek nya dan ternyata di contekan itu tidak ada satu pun yang masuk dalam soal,
"kontol kontol kontol kontol!"
Vinas yang mulai kesal pun meremas kertas ujian nya dengan kesal menurunkan pandangan nya agar tidak terlihat saat nata nya berkaca, memaksa untuk menahan air matanya agar tidak jatuh dan sekarang ia benar benar dititik terendah nya,
Tiba tiba Gita Rara dan meta mengintip dari jendela kelas vinas mencoba menjadi suporter buat vinas, vinas yang melihat itu pun tersenyum miring sembari menahan air matanya
"Heh...makasih yah kalian tapi udah telat gue gaj tau harus gimana lagi sekarang ini!"batin vinas pasrah saat jari jemari nya mulai mengambil jarum pentul yang tertancap di julbab nya dan perlahan memasukan jarum itu ke dalam baju tanpa terlihat,
Untung nya benar benar tidak ada yang melihat,
"Lu nomor berapa!?"tanya Gita berharap bisa membantu vinas yang tampak dalam masalah,
Vinas hanya menggeleng geleng kan wajahnya memberitahu bahwa ia belum menyelesaikan satu pun, Gita yang sadar langsung terdiam, sementara jarum yang vinar arahkan telah menggores kulit mulusnya ditangan kiri beberapa kali goresan cukup untuk membuat tangannya berdarah, jujur vinas benci melakukan ini tapi saat ini dia benar benar kacau bingung dan berantakan, ia sadar kalau dia memiliki mental yang lemah hingga dibentuk kan oleh keadaan cuku untuk membuatnya melakukan segala cara untuk menutupi luka,
Beberapa menit berikutnya vinas menjadi orang pertama yang mengumpulkan tugas dan langsung keluar dengan wajah murung namun tak tampak begitu buruk,
"Gimana nass??" Tanya ketiga teman nya bersamaan, "bisa Doong kan gua belajar!!" Bohong vinas sebelum kemudian pamit untuk ke toilet,
"Baru hari pertama udah gini aja"batin vinas kesal tapi sekarang tampak nya sudah abik baik saja karena vinas dapat melupakan masalahnya dengan waktu singkat, walau belum semuanya,
Larut larut Minggu ujian pun usai dan akhirnya clasmeeteng vinas juga sangat membenci hal itu karena ia tidak memiliki kemampuan apapun untuk mengikuti lomba,
Beberapa kali pembagian hasil ujian keluar dan vinas sudah mendapatkan 3 kali remidial itu sudah biasa bagi nya dan jelas ia tidak mau menyelesaikan remidial yang diberikan karena bagi vinas itu hanya membuang buang waktu saja,
Tapi ada satu mapel yang sangat ia nanti b inggris dimana ia sudah benar benar belajar sampai tidak tidur bahkan sampai Rara turun tangan mengajari vinas, dan disana ia benar benar mengerti berkat ajaran dari Rara vinas yakin bahwa ia tidak akan remidial.
Namun ternyata tak sesuai dengan perkiraannya ibuk Siti yang adalah guru b inggris memberikan kembar ujian b inggris pada vinas dan disana nilai yang ia dapat adalah 65, vinas seketika terdiam dan mengutuk ibuk Siti di dalam batin nya, "sialan, gua udah belajar anjing! Gua udah berusaha pantek ! Gua udah berusaha!!!!"batin vinas benar benar kacau kini ia langsung pergi kekelas kosong dan ia menemukan kaca disana,
Tanpa pikir panjang vinas memecahkan kaca itu dengan muka datar, ia ambil salah satu bagian kaca dan menggoreskan Jay ke lengan kirinya berkali kali sampai darah tak berhenti keluar dari lengannya, walau Vina tak pernah mengarahkan sayatan itu ke urat nadi nya ia hanya menggoreskan pada lengan nya secara berantakan, ya karena seburuk buruk nya keadaan yang menghantam ia dia tetap tidak mau mati karena masih memiliki mimpi yang harus ia kejar yaitu adalah (jepang)
Menjadi duta bahasa adalah impian nya, jepang adalah tujuannya, itu yang membuatnya kuat dan percaya kalau belum saat nya sekarang ia mati!! Setiap malam vinas sekali menyisihkan waktunya untuk belajar bahasa jepang dan melihat video video jepang bagi nya itu adalah traveling terbaik buat otak nya,
Namun...sampai sekarang ortu vinas masih menganggap itu hanya candaan vinas mereka masih belum percaya bahwa anak satu satunya ini memiliki mimpi yang sangat tinggi padahal ia itu adalah gadis cengeng, pemalas, bodoh dan nolep!
Itu tak pernah menggoyahkan tekat vinas yang sangat kuat!! Sifat nya yang kadang kadang dapat berubah dapat menyesuaikan keadaan bercanda dan serius nya, namun ia paling benci saat ia serius malah direspon bercanda oleh lawan bicaranya, membuatnya sakan ingin menusuk orang itu tanpa henti,
Suatu malam:
Vinas ayah dan ibu nya sedang menonton berita ditelevisi di sana sedang membahas tentang anak usia 7 tahun yang sudah hafidz kurang dan sekarang dikirim ke arab untuk sekolah bahkan diberi hadiah umroh sekeluarga,
"Nah kau tengok itu? Alang ke enak nyo kalau kau jugo biso jadi cak itu dak?!"
Sindir sang ayah tanpa pikir panjang
"Hmm" balas vinas masih mencoba. Tenang,
"Nah yang kau ni apa?! Jepang jepang itu apa lah heh dijepang itu orang nya gak ngerti tuhan sementara kita ini punya tuhan!! Lagian apalah jepang itu cuma kota yang bentar lagi juga tenggelam orang itu ke Palestina tu nah ....tempat nya nabi.... Baik kalo ke situ ada tujuan kalo jepang tuh gak ada tujuan!!"ayah kembali menyindir kali ini benar benar kelewatan,
Sang ibu yang tau bahwa anak nya adalah orang yang paling benci disindir hanya bisa diam dan sesekali melirik anak nya,
Sementara vinas hanya diam sembari menatap kebawah menyembunyikan wajah kesalnya dari ayah, vinas selalu berusaha mengerti kalau ayahnya hanya ingin yang terbaik untuk nya,
"Ini yah ayah ajarin kamu ituu...
Jepang ini kamu masukin dalam hati kamu paling dalem!! Terus kamu gembok kuncinya kamu simpen rrapat rapat kalau perlu dibuang!!!! Tunggu sampe nilai kamu bagus agama kamu bagus kamu bisa hafal Al Qur'an baru kamu kejar jepang kamu itu ngerti??"
Ucap sang ayah,
Vinas yang tidak terima hanya bisa mengangguk angguk seorang mengerti,
"Bajingan maksudnya apa?? Harus lupain jepang gitu??? Emang harus segitunya yah???? Apa seburuk itu?! Plis lah yang gua udah mulai ngejar jepang dari SD masa gua harus lupain gitu aja?? Ngotak gak si woi kalo ngomong!!!! Apa gua harus lupain jepang?!??!??? Ga mungkin lah babi!!" Batin vinas kemudian melangkah tenang ke kamar nya,
Disana vinas menahan mulutnya agar tidak teriak kini wajahnya telah dibasahi oleh air mata.. sakit yang ia rasakan saat berfikir untuk melupakan jepang itu sangat perih!! Tidak mungkin gadis ini kuat,
Akhirnya dia menangis semalaman dan samapi tertidur,
Hal seperti itu terus terjadi tetapi vinas malah menjadi semakin kuat akan benturan yang menghadang impian nya vinas menjadi lebih nekat dan berfikir untuk melanjutkan SMA sambil kerja agar tidak membebani kedua ortu nya sampai sekarang vinas mencoba menutupi Sagala impian nya sampai akhirnya dapat benar benar membuktikan pada orang tua nya bahwa ia bisa, mencari senior dari internet belajar mandiri dari internet sembari tetap mencoba mendapat nilai baik!! Memang tidak mudah tadi ia percaya ia bisa!!
*Untuk ending nya masih belum diketahui*
Karena orang nya masih berjuang oke😝
Do'a in yah biar orang nya bisa wujudin impiannya sekaligus wujudin impian kedua orang tua nya thanks...💚💚
Arigatou gozaimasu Mina san~
Ja...mata neee 👋🏻👋🏻