Ini cerita fiktif,mohon maaf sebelumnya kalaupun ada kesamaan nama dan tempat.waktu umurku masih belasan tahun ,aku punya pacar masih satu kampung.Anaknya tinggi ,wajahnya lembut keibuan banget.Tiap apel malam Minggu ,selalu di sambut dengan senyuman yang manis dan menggoda.Bapaknya jualan di Jakarta, pulangnya kadang sampai dua bulan,Ibunya suka bantu-bantu tetangganya
yang membutuhkan, kadang pulang nya malam.Setiap aku datang cuma ada adiknya yang berbadan bongsor berbanding terbalik dengan kakak nya yang langsing.sikapnya pun beda jauh dengan kakaknya.kakaknya jarang ngomong kalau adiknya cerewet , suka ceplas ceplos kalau ngomong.
Dimalam itu dari sore hujan deras setelah berhenti, buru-buru apel begitu sampai nggak tahunya pacarku lagi mandi dan di temani sama adiknya yang suka ngomong ceplas-ceplos.Taklama pacarku selesai mandinya dengan masih berhanduk.Tiba-tiba duuuar bunyi petir amat keras dan menggagetka kita bertiga tentunya .tak sadar rupanya pacarku memelukku erat sekali.rupanya ia takut sampai gemetaran terpaksa aku memapah nya sampai kamarnya.Setelah agak tenang kusuruh dia tuk pakai bajunya.Namun ia masih terdiam ,kupeluk dia untuk menenangkannya.tak terasa aku sendiri ada perasaan lain dengan pelukanya .ku lihat di pintu yang sedikit terbuka adiknya mengintip,tak tahu kapan handuknya merosot kebawah tak sadar ia masih belum memakai bajunya.Entah siapa yang mulai akhirnya terjadilah kejadian yang tak seharusnya terjadi,tapi kok dia kayanya sudah biasa tak ada kesulitan sama sekali kaget bercampur bingung.Apa dia sudah tak perawan lagi,ku tengok pintu masih ada adiknya yang masih mengintip dibalik pintu .
Hujan nampaknya masih deras ,dengan perasaan yang tak tentu mengingat aku telah menodainya.sambung lagi yaaa nanti ....