Apa salahku?
Apa yang membuat kalian melakukan ini?
Apakah ketulusan cinta dan kasih sayangku salah?
Apa perhatianku hanya lelucuan atau sebuah gurauan yang layak dipermainkan?
Apa hadirku hanya angin lalu dalam hidup kalian?
Apa aku hanya persinggahan di kala kalian butuh sandaran?
Apa apa apa?
Ribuan pertanyaan menghantam hatiku, pikiranku, jiwaku, bahkan hidupku. Hadirmu kalian dan semua sangat berarti dalam hidupku. ya walau aku tahu dan sadar diri akan posisi strata yang kita semua miliki. aku tahu aku tak layak bersama kalian. Tapi semua aku tepis karena hatiku memilih kalian buat singgah, buat bersandar, buat mencari kebahagian. Aku berikan beribu-ribu kasih sayang dan cinta tanpa aku mengeluh saat aku kecewa dengan kalian, saat luka yang kalian tanpa sadar menggores hatiku. Kalian tahu aku tutup lagi dan aku tambal agar tidak terkoyak terlalu dalam..
Ternyata aku salah, luka itu terkoyak sangat dalam dan melebar serta menebar di setiap sudut hatiku. Aku sudah peringatkan padamu jangan keluarkan kata yang menusuk hatiku dan kata yang intinya kalian melepas ku. Sering tanpa sadar kamu ucapkan tapi aku diam diam dan diam. Puncak diam dari hati ini meledak sudah.
Setelah kenyataan ini kenapa kenyataan lain muncul. 🤣🤣🤣🥺🥺🥺
Hatiku tidak baik baik saja. Kalian tau bagaimana Hatiku sekarang.
Bagai kaca yang hancur lebur karena hantaman yang bertubi-tubi.
Bagai hati yang disayat pisau yang mengalir sungai darah... 🥺🥺🥺
Tetapi aku tak bisa pungkiri aku merindukan kalian.
Aku merindukan kebersamaan dulu.
Tapi luka ku sakit.
Aku hanya minta satu hal itu kepada kalian.
Aku bukan minta uang kalian.
Aku bukan minta harta kalian.
Aku juga bukan minta kehidupan kalian.
Aku hanya minta cari tahu, bila iya selesaikan bantu dia agar dia bahagia.
Tidak sulit permintaan ku.
Aku sudah bilang. Tidak usah cari bila tidak percaya jangan di bahas lagi, tapi apa kamu ucapkan kata itu tanpa sengaja. Kamu melepas ku kesayanganku.
Bila kamu bisa melihat semuanya, kamu mendapatkan hak itu lebih dari yang lain. Kasih sayang ku lebih kepada mu daripada yang lain. Kamu mendapatkan hati seorang kakak. Tapi apa kamu tidak bisa melihatnya. Malah kamu yang menggoreskan luka pada hati ku.
Aku akui tahta itu tidak bisa di ganti, tapi kamu memiliki hak lain. Aku tahu aku tak pantas mengeluh disini tapi entah aku hanya ingin menulis ini.
Tebaran luka yang menghantam hatiku sangat sangat lah lebar.
Kenyataan bertubi-tubi yang hadir.
Hanya ku Terima dengan hati ikhlas dan tanpa aku bisa berbuat apa apa.
Percayalah aku tidak marah tapi aku sangat sangat kecewa saat ini.
Kekecewaan ku kepada kalian sedang berada di titik terendah, sangat terendah.
Terima kasih buat kasih sayang dan cinta kalian...
Tetap tersenyum dan bahagialah walau tanpa ada kakak lagi di setiap hari dalam cerita kalian.
Dalam setiap canda tawa kalian.
Kalian sudah aman tidak akan mendengar lagi rengekan ku buat kalian hadir, ancaman ku saat aku rindu kalian, omelan ku saat kalian salah, perdebatan kecil yang tanpa ujung, sifat ku yang suka merajuk, sifat ku yang seperti anak kecil. Sekarang kalian aman dari ini semua.
I love you more forever. Ketulusan cinta kasih dan sayang ku utuh buat kalian dulu sekarang nanti dan selamanya...