Namaku Anita, umurku baru 13 tahun,
Aku putri Sulung dari keluarga yang Broken Home,...Ya...Sudah satu tahun lebih Mama meninggalkan kami di desa ini.
Kata Ayah, Mama hanya beberapa bulan pergi ke kota untuk berobat, karena Mama didiagnosa Kanker Rahim.Nyatanya, semenjak aku di bangku kelas 6 SD hingga sekarang sudah menduduki bangku SMP, Mama tak pulang-pulang.
Suatu tanda tanya yang masih bersemayam dikepalaku. Kenapa Mama begitu tega meninggalkan kami disini, di usiaku yang masih pengen dimanja , harus memutar kepala, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala.
Mengapa tidak, mulai dari bangun pagi, memasak menyediakan sarapan, sekolah, belanja keperluan dapur, mencuci, hingga membereskan rumah, itu semua jatuh di tangan mungilku.
Namun demikian, aku ikhlas, mungkin Alloh ingin mengangkat derajatku.
Kulantunkan doa disepertiga malam atas lelah dan letih yang kurasakan saat ini, semoga menjadikanku wanita yang tegar dimasa depan untuk meraih Mimpi dan Cita-citaku.💪👐
SURAT CINTAKU YANG PERTAMA
😊💌💌💌🌹
----------------
Siang itu terik matahari sungguh membakar dahaga dan sampai ke ubun-ubun. Namun tidak dengan Anita, wajahnya berseri-seri bagaikan bulan purnama yang bersinar.
“Woi..., Lagi ngapain kau?” kata Tuti yang menghampiri Anita.
Anita bergegas melipat surat cintanya dan memasukkannya ke dalam saku rok.
“ish...apaan sih, gak ngapa-ngapain tau...”
“Laa..trus itu kertas apa yang kamu simpan?” lanjut Tuti.
“Hmmmm...itu...anu...itu..itu....kertas ulangan bahasa Inggris tadi.”
“Pasti kamu bohongkan? Hayo ngaku... Sini coba aku liat.” Tuti memaksa merogoh kantung rok Anita.
Pasalnya tuti ini memang sahabat Anita yang paling Kepo, Lucu, dan Gokil abis dikelas 1A.
“Ish....apaan sih Tuti..., awas nanti kantong rokku robek tau.”
“Aku penasaran aja kenapa kamu cepat-cepat memasukkan kertas itu ke saku rokmu, pasti ada sesuatu .” kata Tuti
“Ya sudah deh, tapi kamu janji ya, nggak bilang siapapun.” “Iya....janji.” kata Tuti
Anita pun mengeluarkan surat itu, seketika dengan spontan Tuti menarik dan membaca surat itu dengan nyaring.
“Ohh...Dewiku...,
Kaulah Pujaan Hatiku...,
Gunung kan Kudaki...,
Lautan pun ku sebrangi....,
Demi kau yang kusayangi....,
oh permaisuri pujaan hatiku....,
Separuh nafasku terbang bersama dirimu, kumohon jangan tinggalkan diriku.”
Dengan spontan Anita menutup mulut Tuti yang kebablasan. Namun sudah terlanjur, teman-teman satu kelas sudah mendengarnya.
"Ciehhh...ciehhhh....Ehem....surat cinta dari siapa tuh..?????” Teman Anita yang lain menyahut , riuh terdengar suara tepuk tangan.
SIAPA PEMUDA ITU ??? 🤔🤔🤔
Seketika wajah Anita memerah menahan rasa malu, cepat-cepat ia masukkan kembali surat cintanya kedalam saku rok dan pergi kesamping kelas 1A menenangkan jantungnya yang berdegub sangat kencang.
Selang beberapa menit kemudian, pemuda yang mengirim surat cinta itu lewat dari depan pagar menuju ke rumahnya, kebetulan memang saat itu sedang bel istirahat dan posisi rumah pemuda itu berada di samping sekolah.
Lagi-lagi Anita merasa jantungnya tak stabil berdetak , Anita Kalang kabut, ditambah lagi pria itu melempar senyuman manisnya kepada Anita.
“OH...MY....GOD......!!!, Haruskah aku pingsan disini??? Oh...Tidak..., Perasaan apa ini??? Apakah ini yang dinamakan Cinta Pandangan Pertama???
Oh... Kenapa aku seperti patung??? Kenapa aku tak bisa melangkahkan kakiku??? Aku pengen berlari,, senyumannya membuat jantungku hampir copot. Jangan... jangan dulu.... Aku tak mau salah tingkah begini. Aduh.... Tolong.....Tolong.... Aku Ya Alloh...” Hati Anita bergumam.
Pemuda itu adalah abang kelasnya Anita, Namanya AWALUDDIN , Perawakannya Tinggi, selalu tampil rapi, dan yang tak kalah penting, Senyumannya membius bagi siapapun yang terkena panah asmaranya. 💘
😁😁😁😁😁