Sebenarnya aku ini apa?
Manusia?
Orang lemah?
Aku sering bertanya demikian di dalam hati. Perasaan seorang diri selalu terasa di malam hari meski di sekitarku banyak orang. Dunia yang penuh warna ini, kenapa di mataku hanya terlihat hitam-putih.
Warna yang aneh.
Warna yang tidak menyenangkan.
Satu-dua orang melewatiku. Mereka tampak seperti sepasang teman dan sepasang kekasih. Usia mereka sepantaran denganku. 20 tahun. Ada kala di hati ini ingin merasakan seperti apa yang mereka rasakan.
Bagaimana rasanya bercanda antar-teman?
Apa mereka saling curhat?
Atau, mereka akan kembali tertawa setelah marahan?
Bagaimana rasanya memiliki pasangan?
Apa dipeluk seseorang, bisa menghantarkan rasa hangat di hati?
Apa dengan melihat pasangan kita bersama orang lain akan merasakan sesak di dada?
Atau sepertiku? Aku mencintai seseorang yang akhir-akhir ini kami tidak pernah bertemu. Cinta ini hanya bertepuk sebelah tangan. Dengar-dengar, kamu telah menikah lusa yang lalu. Tapi, kenapa aku tidak merasa sakit hati?
Aku terkadang heran dengan diriku sendiri. Aku masih manusia normal-kan?
♧♧♧
Beberapa hari yang lalu, aku melihat teman satu kelas di kampusku. Dia terkena flu ringan karena perubahan cuaca. Orang tuanya sungguh khawatir dengannya. Dia sungguh beruntung. Orang tuanya segera membawanya ke klinik.
Terkadang, aku merasa iri akan hal kecil seperti itu.
Aku adalah anak pertama. Saat aku sakit, mereka berfikir aku berbohong. Aku mual setiap kali berdiri ataupun akan berbicara. Tubuhku lemas, kepalaku berat dan pusing. Mereka hanya memaki padaku.
Aku mendatangi Klinik sendirian. Berjalan tertatih, menyusuri jalan-jalan berkerikil yang bergelombang, aku sungguh merasa lelah dengan napasku yang pendek, dan menahan rasa tak nyaman dengan tubuh gemetar ini.
Aku terkena darah rendah. Tensi darahku 70/60. Mereka bertanya dimana keluargaku dan dengan apa aku datang kemari.
Apa keluargaku tidak normal?
♧♧♧
Di usiaku yang ke-21 tahun, aku terpaksa berhenti kuliah dan fokus kerja. Aku merasa tak kuat dengan hidupku. Di dadaku setiap malam selalu merasakan adanya air dingin yang mengalir perlahan. Perasaan seorang diri kembali ku rasakan.
Aku mengaruk leherku tanpa ku sadari. Kulit di ujung kuku ibu jari sudah terluka.
Terkadang aku penasaran bagaimana rasanya menikam dada sendiri.
Apa itu menyakitkan atau akan terasa puas?
Aku menutup kedua telingaku setiap kali mendengar bisikan itu. Aku mulai membungkam mulutku perlahan, mengatur napasku yang tersegal-segal.
Aku merasa cemas dengan cepat.
1
2
3
Aku mulai berhitung untuk mengalihkan pikiranku.
Tapi, rasa itu tidak hilang. Kerongkonganku seakan tercekik. Keningku seakan ada tali yang menjerat dengan erat. Air mataku menetes begitu saja.
Aku tiba-tiba memiliki keinginan untuk ingin di peluk seseorang.
Mungkinkah sosok itu bisa datang suatu hari nanti?
Sosok yang mungkin saja bisa mendengar dan menangis untukku?
Aku memeluk gulingku perlahan. Aku percaya dia pasti akan datang untuk menolongku, menunjukkan warna-warni dan manisnya dunia menyakitkan ini.
♧♧♧
Yuhu~
Dengan Chi-chi di sini. Nah, jadi teman-teman ini untuk promosi Novel saya selanjutnya.
Jangan lupa komentar ya, kalau cerita ini menarik bagi teman-teman, saya akan melanjutkan ke Novel.
Terima kasih♡
Lop-lop yang banyak untuk teman-teman♡♡♡♡