Warning !!!
18+19+21+
Mengandung adegan dewasa ! pemerkosaan ! pembunuhan dll. harap bijak dalam membaca !!
***
Namanya Wira 23th, Ia yatim piatu. Ia hanya seorang buruh tani dan pencari rumput kambing ternak tetangganya. Lelaki miskin ini, hidup berdua dengan adiknya yang lumpuh. Adiknya bernama Sita, 17 tahun usianya. Walau lumpuh Sita tetap membantu pekerjaan rumah meski harus menyeret tubuhnya dengan tanggan. Sita juga gadis yang sangat cantik, kulitnya kuning langsat bersinar,bersih dan alami.
Karena kecantikan Sita, bagi orang yang hidup miskin di kampung. Kencantikan itu seperti pisau dengan dua mata tajam. Sebagian Lelaki baik bujangan atau suami orang. sering mengantarkan bahan makanan ke kerumah Wira. Dengan dalih upah agar wira bekerja mencarikan mereka pakan kambing.
Wira dan Sita, selain miskin dan yatim mereka juga tidak bersekolah karena tidak mampu. Jadi, mereka dengan polosnya mengganggap semua kebaikan orang-orang adalah ketulusan.
Sampai mimpi buruk itu terjadi,.
Sore itu cuaca sedikit mendung, langit sedikit menggelap. Tetesan air perlahan turun dari langit.
Wira pulang ke rumahnya dengan berlari.
bruk...
Wira jatuh tersandung akar pohon.
" aduh.. " wira merintih namun cepat bangkit kembali.
sesampainya di rumah, pintu rumahnya sudah terbuka.
" Sita.. dek.. kakak pulang ! " sapa Wira karena biasanya sita menunggu nya di dekat pintu.
" kemana sita ? " guman Wira.
Wira masuk lebih dalam kerumahnya yang kecil itu, ia menemukan sita tergeletak lemas di lantai tanpa busana. Ada darah di antara selangkangannya. bekas cupang dan gigitan di sekujur leher dan dada Sita.
" kak.. la.. ri... " rintih Sita.
Namun, belum sempat Wira mengerti situasi ini. sebuah pukulan mendarat di tengkuk kepalanya.
Pandangan wira menggelap, tapi belum berakhir disitu.
Beberapa Pria dewasa memukulinya dengan kayu di belakang kepala, dada dan perut Wira.
Antara sadar dan tidak sadarnya..
Wira melihat adiknya Sita terus di gagahi dengan brutal.
satu dari depan, dari belakang dan di atasnya.
jerit tangis Sita tidak terdengar di antara suara gelak tawa orang-orang biadap.
" hentikan... " rintih Wira.
" ja..ngan...! hen..tikan..!" jerit Wira lagi.
" Oh, sudah sadar kamu Wir ? " ledek pak topo.
Wira terikat tak berdaya, ia menangis pilu karena ia yang tidak berdaya. Dan hanya bisa diam melihat adiknya di jadikan mainan.
" Lihat baik-baik lacur mu wir ! " ucap pak Saeful menyeret tubuh lemas Sita kehadapan kakaknya.
" Ti.. dak... jangan... " Air mata mencucur deras dari mata Wira yang telah membengkak.
" ahk.. akh.. kak... ka...bu..nuh..ak..u.." rintih Sita berharap ia dibunuh saja.
" Huaaaaa... hik..hik... " tangis Wira benar-benar pecah.
" Oh, mau mati saja ? baik lah " Ucap pak joko.
Joko mengambil celurit yang Wira pakai untuk merumput.
Srett.... di goroknya leher Sita sekali tebas.
tubuh Sita mengelinjang hebat. lalu diam kaku.
" TIDAAAKKK ! " teriak Wira.
bugh.. bugh... bugh...
" Berisik ! mati sana susul adikmu ! " Topo terus memukuli Wira.
sampai wira tidak sadarkan diri.
" mati belum dia po ? " tanya Saeful.
" mungkin, " jawab topo.
" sudah ayo kita bakar saja rumah ini.. ! " ajak Joko.
" iya-iya betul.. " Setuju Topo.
Tiga pria biadap itu langsung mengambil minyak tanah dan menyiramnya di setiap sudut rumah lalu membakarnya. Mereka, tertawa dengan bangga melakukan kejahatan. Mereka langsung menghilankan bukti.
" Uhuk.. uhuk.. " Wira tersadar dan batuk..
" Hiks.. siapapun.. tuhan, jin, iblis sekalipun..tolong.. bantu aku.. aku.. tidak mau .. setidak nya meski mati, tidak dengan cara ini..hiks.. " Wira merintih sambil menyeret tubuhnya mendekati mayat adik nya.
" Hiks.. Hiks.. hiks.. uhuk..uhuk.. " Wira menangis dan terbatuk.
Api terus membesar, asap pekat masuk kerumah.
tiba-tiba ada suara..
" Berikan tubuhmu padaku, dan aku akan membalaskan dendammu. kau hanya perlu menerimaku.. " Suara seruan itu, terdengar sangat jelas masuk ketelingan wira.
" Ba..ik.. ambil.. lah.. " Wira dengan pasrah dan putus asanya menyerah.
Tiba-tiba tubuh wira menegang, Air mata darah keluar dari kedua matanya.
Tidak ada lagi rasa remuk sakit sehabis dipukul.
Rasa ringan merasuk ke tubuhnya. Diambilnya celurit yang menjadi senjata untuk membunuh adiknya.
Wira bangkit, ia keluar dari rumahnya menerjang kobaran api.
Di datangi nya satu-persatu rumah 3 manusia biadap tadi. Dari rumah saeful yang paling dekat dari rumahnya.
tok.. tok.. wira mengetuk pintu.
" siapa.. " Saeful membuka pintu rumahnya.
" Wi.. ra.. " Saeful terkejut melihat Wira di hadapannya.
Saeful akan menutup pintu rumahnya namun ditahan oleh Wira.
tanpa babibu Wira langsung membac0k Saeful tak beraturan.
matilah saeful tanpa sempat melawan.
" Akkhhh ! " Pekik wanita paruh baya. istri saeful.
Wira juga melangkah mendekatinya.
"Ja.. jangan.. tolo.." jerit wanita itu terhenti.
Jleb.. jleb.. jleb..
Istri saeful meregang nyawa saat itu juga.
Tok.. tok.. tok...
ceklek..
" Siapa ? " Joko membuka pintu dan terkejut.
Wira lagi lagi tanpa babibu terus mengayunkan celurit yang bersimbah darah itu ke arah joko. Joko dan seluruh keluarganya tewas mengenaskan.
Pak Topo dan anak-anaknya juga tewas mengenaskan. Istrinya sempat melarikan diri dan melapor ke kantor polisi terdekat.
Meski jalan kampung itu gelap. Anehnya,malam yang sedang hujan ini terasa terang. sampai Jumilah (istri topo) sampai ke kantor polisi dengan selamat.
" pak.. pak.. ada .. pembunuhan.. suami saya.. di bunuh !!! " Teriak Jumilah begitu sampai.
Ia bahkan berlari tanpa alas kaki.
Awalnya polisi curiga ia setan namun melihat kakinya tampak. mereka pun mencoba menenangkan Jumilah dan memeriksa kebenaran dari pernyataannya.
Beberapa anggota polisi telah di kerahkan menuju tempat kejadian perkara.
Setiba di sana mereka melihat Wira. Wira dengan santainya memegang celurit yang bersimbah darah itu lalu mengarahkan celuritnya ke arah kepulan asap tebal dekat rumah Saeful.
" Angkat tangan ! " ucap seorang polisi.
Wira tidak mengidahkannya. Ia tetap pada posisinya menunjuk arah ke kepulan asap di dekat rumah Saeful.
" Kamu borgol dia disini ! aku akan periksa kesana ! " ucap seorang petugas kepada rekannya.
" Baik ! " petugas polisi. beberapa diantara mereka langsung memborgol Wira yang tidak berontak.
sebagian lagi menuju kepulan asap. Disana mereka melihat sebuah rumah yang hampir roboh, namun api telah berhenti karena hujan deras.
" Masuk periksa kedalam ! " Titah seorang dari mereka.
Dua polisi masuk dan..
" Pak ! ada mayat perempuan disini ! " ucap seorang petugas di dalam.
Mereka mencari kain apapun untuk menutupi mayat Sita dan membawanya keluar.
" lapor pak ! ada luka gorok besar di leher, bekas cupang dan gigit juga ada bercak darah dari jalan lahir ! " jelas petugas yang membawa keluar mayat sita.
" Jadi, wanita ini diperkosa dan di bunuh ? " Tanya polisi kepada bawahannya.
" Sepertinya begitu pak ! " Jawab petusa tegas.
" Bawa ke rumah sakit terdekat dan otopsi. ada banyak mayat juga yang harus kita bawa. " jelasnya.
Tiba-tiba ada seorang petugas berlari menghampiri Polisi atasannya.
" Lapor pak ! Tersangka sudah meninggal ! " Ucap petugas itu ngos ngosan.
" apa ? Bagaimana bisa ? " Tanya atasan bingung.
" Awalnya dia baik-baik saja seperti pertama kita lihat. Begitu bapak menuju kemari,perlahan wajahnya berubah bonyok dan lebam-lebam. ada luka bakar juga di beberapa bagian tubuhnya !. Kemudian, asap keluar dari mulut dan hidungnya dan pria itu mati. Begitu pak ! " jelas anggota tadi.
" Astaga ! apa hubungan dari semua kejadian ini ! Jika semua jadi mayat !? " Atasan cukup frustasi.
Tiba-tiba..
datang anak kecil dengan jubah putih.
" Wanita itu sita, 17tahun usianya. Pria celurit Wira 23tahun. mereka kakak beradik. Sita lumpuh di tinggal sendiri dirumah dari pagi sampai sore. karena Wira bekerja di sawah milik Topo dan mencari rumput untuk kambing Saeful dan Joko. Sebelum,Wira pulang Topo kerumah ini disusul Joko dan Saeful. lalu mereka memperkosa Sita yang lumpuh secara bergilir. sore, wira pulang. ia menyaksikan semua dan di pukuli hingga babak belur. Lalu mereka bertiga membunuh Sita dan membakar rumah ini. " Jelas anak kecil tersebut lalu menghilang.
" A.. ap.. apa itu tadi.. " Mereka semua terheran-heran untuk pertama kalinya mereka melihat hantu. Dan hantu itu membantu kepolisian.
" kendalikan diri kalian. tetap profesional ! Buat laporan segera lalu tutup kasus ini ! Karena baik Pelaku atau korban semua sudah tiada. Lalu, mari kita ada kan pemakaman lebih dulu ! " Titah akhir atasan.
Semua ada 14 jenazah yang akan dikebumikan pagi ini.##
Semoga kejadian seperti ini tidak pernah terulang lagi.
Dimana pun,.
meski kecantikan itu dimiliki oleh si miskin. si kaya tidak boleh merasa superior dan menindas nya.
atau bahkan kebalikannya.
Karena kita ini manusia, kita diciptakan dengan akal sehat. Kita berbeda dengan binatang / hewan.
Sejatinya kita sama dimata tuhan sang pencipta.
Sekian
#DL_iam