Dimalam yang dingin, sunyi, dan suram.dua anak kecil kakak beradik tengah berjalan menyusuri komplek perumahan.
"Kak kok sepi yah kemana semua orang biasanya jam segini masih ramai?" Kata gadis mungil menggemaskan panggil saja dia flow bersama sang kakak klio.
"Gatau yah dek kakak juga bingung" kata klio menanggapinya.
"Kak flow takut, liat itu bulannya sangat menyeramkan memancarkan cahaya merah seperti darah" meringis ketakutan dengan semakin mengeratkan tangannya pada genggaman klio.
"Tenang dek ada kakak disini, sebaiknya kita pergi dari tempat ini." Mempercepat langkah kakinya.
Namun dari kejauhan dalam kegelapan seseorang tengah tersenyum manis dengan sorot matanya yang tajam menatap klio dan flow
"Anak manis mau kemana kalian,mati bermain dulu denganku haha!" Katanya dengan suara yang sangat menyeramkan.
Sosok itu mengenakan gaun hitam dengan pita berwarna merah dengan wajah yang sangat cantik namun auranya sangat menakutkan.
"Kak flow takut hiks"tangis flow pun pecah.
Keduanya mencoba melarikan diri dengan berlari sekuat tenaga.Namun semuanya sia sia perempuan itu berhasil meraih tangan flow . Hingga keduanya terjatuh di aspal yang dingin nan kasar.
"Mau lari kemana lagi kalian Hem?" Katanya mengikat tangan flow dengan segera.
"Aaa kakk tolongg!! Flow hiks takutt!!" Teriak flow saat perempuan itu mulai membelai pipinya.
"Matamu sangat indah sayang, aku menginginkannya" smirk perempuan misterius itu.
Flow semakin menangis kencang ia sangat ketakutan sungguh.
"JANGAN MENYENTUHNYA!!!"bentak klio mencoba menolong flow.
Perempuan itu tertawa puas.
"Berisik ,akan kubuat kamu diam untuk selamanya!" Kata si perempuan.
Perempuan itu pun mulai mengambil pisau kesanggupannya lalu menancap kannya ke jantung klio ,lalu menariknya paksa dan di detik itulah klio menghembuskan nafas terakhirnya.
Flow semakin dibuat ketakutan ia sudah kehilangan Sang kakak.
Perempuan itu memutilasi tubuh klio menjadi potong potongan kecil lalu memasukkan nya ke dalam kantong kresek hitam.
Perempuan itu berjalan kearah flow dengan pisau penuh darah yang menetes menyentuh aspal.
"Selanjutnya kamu gadis kecil akan kubuat kamu berteriak merdu di telingaku!"katanya berjongkok dan menyayatkannya pada pipi flow.
"Awsss lepaskan aku kumohon.." kata flow hanya bisa menangis merintih kesakitan.
"Baik aku akan melepaskan mu dari bumi menuju akhirat haha" katanya tertawa riang ia sangat puas melihat korbannya yang sangat lemah.
Perempuan itu mulai mencincang tubuh flow, mengoyak, mengeluarkan semua organ, dan sentuhan terakhir dia mencongkel mata flow
"Lumayan bisa aku jual haha" kata perempuan itu melihat ke timur, matahari sudah hampir terbit.
"Akhirnya koleksi mata dan kepala ku bertambah oh senangnya" kata nya memasukkan semuanya ke kantong kresek hitam besar.
"Sudah hampir pagi saat nya pulang aku juga sudah mulai lapar" katanya lalu pergi dengan tubuh dua anak kecil malang itu kedalam kegelapan.
Mentari mulai menyingsing seperti biasa jalanan itu digaris polisi dengan dua pakaian dua anak kecil yang menjadi saksi bisu kekejaman malam itu.
Orang orang berkumpul mengitarinya,dan mulai berbisik-bisik.
"Pasti ini ulah perempuan misterius yang selalu menebar teror di malam bulan merah itu"kata salah satu ibu.
Perempuan misterius yang sampai saat ini selalu menebar teror mengerikan di komplek perumahan setiap malam bulan merah...
The End