Itulah sebutan yang teman sebaya ku sematkan di samping "peyek"Nama lainku.Dimana masa kecilku di habiskan di desa kecil dekat kota kecamatan.Aku enam bersaudara dari keluarga sederhana,Banyak sebetulnya yang ingin ku ceritakan.
Tapi ini kisah masa kecilku ,waktu umurku masih sebelas tahun,dimana ada tetanggaku sbut mbakyu Teti dengan bodi yang bohai menurut orang-orang sekitarku.Dari kebiasaan ku yang suka manjat pohon bambu di belakang rumah Mbakyu Teti yang dibawahnya ada kamar mandi tanpa atap.du kampungku waktu itu hampir semua rumah ,kamar mandinya dj belakang , jarang ada atapnya.Tanpa sengaja aku melihat seorang yang sedang mandi dan itu Mbak yu Teti, sebetulnya dia punya suami tapi jarang ada di rumah.Dia kaget ada anak diatas pohon tapi bukannya marah malah menyuruh ku untuk jangan turun sampai dia selesai mandi.Terpaksa akupun diam sambil memperhatikan dia mandi , perasaan kusudah mulai deg-degan dengan perasaan takut dan bingung apa yang mesti kulakukan.Sementara mataku tak lepas dari mbakyu yang sedang mandi.
Akhirnya mbakyu Teti selesai mandi dan menyuruh ku untuk turun dari pohon dan mengikutinya dari belakang.Ebtah perasaan apa yang ada di benak ku .aku menurut saja langkah mbakyu sampai di dalam kamar nya.
Sebentar ya...mbakyu yang masih memakai handuk duduk di kursi dan menghadap ku yang berdiri dengan tegang layak pesakitan yang siap untuk menerima hukuman dari mbak yu Teti.
Pandangan mbak yu menghadap ku dan menanyakan ku , kenapa ada di atas pohon padahal ada yang sedang mandi,apa pengen lihat,kenapa ngintip mbak lagi mandi.
Nggak tahu tak sengaja ada buah jambu yang sudah masak ,jawabku dengan menunduk,dan gemetar
Lihat mbak jangan menunduk begitu,kalau pengen lihat nih katanya sambil menunjukkan handuknya yang telah dilepaskan.aku yang pertamakali melihat tubuh perempuan dewasa tentunya perasaan sudah tidak karuan.Seorang anak , umurku baru sebelas tahun.entah maksudnya apa dengan menunjukkan tubuh'telanjang' nya.
Sini mbakyu tunjukkan...katanya lagi.akupun menurut dan mendekati mbakyu yang telah berdiri dan melangkah ke kasur dan tiduran di atas kasurnya.akupun dengan gemetaran mendekatinya dan sampai di sisi ranjangnya,buka bajunya katanya lagi sambil meraih tangan ku.akupun membuka baju dan celanaku.
Dia kaget melihat kelaminku yang tegang berdiri, untuk ukuran anak sebaya ku ,aku yang terbesar.Besar juga ternyata, katanya lagi sambil memegang penisku.Entah apa yang telah terjadi denganku,aku tersenyum takut dan gemetaran.jangan takut takkan ada yang tahu asal kamu takkan bilang kesiapapun .akupun menggaguk dan dia menyuruhku untuk naik ke atas kasur.pegang ini nih, mbakyu meraih tanganku dan membawaku ke atas gunung kembarnya yang amatbesar menurutku.dengan telatennya dia mengajariku.akhirnya terjadilah hubungan intim dan hilang nya perjakaku.
Aaaah aku pengen kencing,kataku.dan menyuruhku untuk mencabut dari liang vagina dia dengan cepat ya mbaknya membuka mulutnya dan memasukkan penisku kedalam mulut nya . menyedot habis cairan yang keluar dari penisku .Itulah hilangnya perjakaku oleh mbak Teti... tetanggaku.
Sekian dulu ya nanti bersambung......