SMA MEKAR 1
Ting.. ting.. (bel istirahat)
Seseorang mencoba berlari sangat cepat. Siswa yang melihat dia seperti mencari perhatian saja. Bukan itu yang mau dia inginkan. Melainkam mencari bantuan.
"Kenapa kalian terus mengganggu,aku tidak terlibat dalam masalah kalian!" Gadis itu terus berlari.
"Kau memiliki segalanya itulah masalahmu kepada kami" sena kakak kelas yang selalu ingin membully gendis dengan membawa teman temannya.
Percuma gadis itu berteriak minta tolong. Tak ada yang mau menolongnya karena jika berurusan dengan circel sena pasti akan menderita.
Gendis Asyakilla perempuan yang berparas cantik,kulit putih seperti salju, tubuhnya pun ramping dan tak kalah pintar dari yang terpintar hingga ia sangat populer di sekolah.
Sangat banyak yang iri padanya tetapi gendis malah ingin menjadi orang biasa saja,supaya setiap harinya tidak diganggu oleh pemghuni bumi yang iri.
Gendis terus berlari seperti kelinci dalam dongeng tiada henti. Kakak kelas mulai ketinggalan dan kelelahan.
Sehingga gendis menabrak seseorang yang sedang berjalan santai.
Brakk....
"Woi maen nabrak aja liat jalan dong" celetus seorang laki laki.
Gendis perlahan mundur dan melihat wajah yang dia tabrak. Revan Dewangga dipanggil reva seorang ketos yang sudah bekerja sama dengan sekolah selama 6 bulan.
"Maaf aku minta maaf.." gendis balik badan ingin pergi.
Namun sayang sena sudah ada di belakang sedang menunggu. Sena berjalan menuju gendis.
"Ketangkap juga.. berikan uang sakumu" sena menepuk pundak gendis.
"Sena apa yang akan kau lakukan" reva mendekati gendis.
"Tidak ada aku cuman ingin mengajak gendis main" melirik ke gendis supaya dia ingin pergi bersamanya.
Gendis sudah tak tahan ia rela tidak beli makanan karena setiap hari uang sakunya diambil oleh sena hanya alasan karna gendis punya segalanya dan harus ada kekurangannya yaitu miskin.
"Dia bohong! Setiap hari uang sakuku diambil olehnya!" Gendis menunjuk ke arah sena.
"Itu sudah biasa sena selalu merampas uang saku bawahan. Tapi sena, kau tidak boleh terus mengambil uang gendis"
Reva mendorong sena yang membuat temannya ketakutan dan pergi meninggalkan sena.
"Kenapa?!" Sena kesal seperti ada hubungan dadakan diantara mereka.
Reva menarik gendis secara tiba tiba dan memeluknya.
"Karena ini pacarku" reva memanas manaskan.
Sena sakit hati memutuskan untuk pergi. Sudah lama sena menyukai reva secara diam diam. Seketika diambil juga oleh gendis dunia tidak adil.
"Kapan aku jadi pacarmu?" gendis mengelak.
"Sekarang" reva tersenyum.
Ya,reva menyukai gendis sejak mpls karena dia sempurna dan cocok. Jadi ini bukan karena pandangan pertama saat gendis menabrak reva namun pandangan pertamanya sejak mpls.
Gendis menerima reva menjadi pacarnya. Setiap harinya gendis sudah tidak diganggu lagi oleh sena dan hubungan antara gendis dan reva sangat erat. Mereka berdua berjanji bahwa dikehidupan seterusnya akan terus bersama. Alias menikah.