Disaat mentari meredupkan diri untuk kembali ke ufuk barat, munculah sang rembulan untuk menerangi malam.
Pada malam yang sunyi tibalah seorang pemuda yang bernama Yuda disatu dusun yang penerangannya sangat minim sehingga mendukung suasana yang sepi malam itu.
Langkah kaki terus menyusuri jalan setapak dusun itu, disana terlihat pos ronda dan warung kopi yang memang masih buka saat itu, disaat yang bersamaan Yuda melihat seorang wanita yg menurut nya sangat cantik tengah berdiri disebuah pohon didekat danau yang tidak jauh warung kopi tersebut.
Tanpa rasa curiga dan hanya dikuasai rasa penasaran Yuda pun menghampiri wanita itu, perlahan Yuda mendekati dan berdehem, ehem..permisi mbak,ucap Yuda. Wanita itu hanya diam. Lalu Yuda mencoba lagi, ehem...permisi mbak mau bertanya rumah singgah didusun ini dimana ya? Wanita itu hanya tersenyum dan berlalu pergi dari hadapan Yuda.
Karena begitu penasaran Yuda mengikuti kemana wanita itu pergi namun langkah kaki Yuda terhenti setelah ditegur oleh bapak-bapak yang sedang ronda malam itu. Eh mas nya mau kemana, tegur pak Trisno. Yuda kaget seolah olah baru tersadar kenapa ia bisa sampai ditepi danau.
Setelah dibawa oleh pak Trisno ke rumah singgah lalu Yuda dipersilahkan istirahat. Keesokan hari nya Yuda masih mencari wanita itu ditanyakan kepada pak Trisno. Permisi pak Trisno, Apakah bapak tau dimana rumah wanita yang berada dipinggir danau tadi malam? Dengan penuh kebingungan pak Trisno menjawab, wanita mana mas Yuda, dipinggir danau tadi malam tidak ada siapa-siapa. Yuda semakin binggung sehingga ia hampir saja melupakan tujuan awalnya datang ke dusun itu adalah untuk melakukan riset budidaya ikan air tawar yang mana didusun itu sangat mumpuni untuk pembudidaya ikan air tawar.
Tidak terasa hari berlalu sudah satu bulan Yuda didusun itu, melaksanakan tugas nya sehingga sedikit lupa dengan sosok wanita yang ia temui waktu itu.
Pada satu malam Yuda keluar untuk ngopi diwarung itu. Tiba-tiba ia melihat lagi wanita itu,dengan tergesa-gesa Yuda menghampirinya kali ini Yuda benar-benar harus tahu nama dan dimana wanita itu tinggal. Dengan penuh semangat Yuda bertanya,Permisi mbak, mbak kemana aja sudah sebulan gak kelihatan? Wanita itu hanya tersenyum, lalu Yuda memperkenalkan dirinya, kenalkan nama saya Yuda dan nama mbak siapa ya?
Dengan suara yang lembut,lirih tapi terkesan dingin wanita itu menjawab, nama saya Cantik, seketika bulu roma Yuda meremang mendengar suara yang begitu lembut tapi menyeramkan. Yuda menutupi rasa gugup nya dengan tertawa yang dibuat buat nya.
Saat si cantik akan beranjak pergi di ikuti oleh Yuda, karena rasa penasaran yang begitu tinggi tidak membuat Yuda berpikir bahwa ada bahaya yang sedang menghampirinya. Di ikuti terus oleh nya sehingga tanpa sadar Yuda telah berada ditengah danau dengan kondisi sudah hampir tenggelam hanya kepala nya saja yang masih kelihatan.
Dan disaat itu juga Si Cantik menunjukan sosok asli nya yang berupa wanita berwajah hancur dengan berlumuran darah diseluruh wajah dan tubuhnya dengan rambut panjang dan terurai, bagian bawah tubuh nya sudah tidak ada lagi hanya separuh badan nya yang terbang melayang didanau sambil terus mengitari diatas kepala Yuda sesekali tetesan darah menetes dikepala Yuda hingga mengalir diseluruh wajah nya. Hal ini yang membuat Yuda ketakutan dengan apa yang dilihat nya dan berteriak minta tolong. Tolong,tolong teriak Yuda. Beruntung tidak lama kemudian lewat lah pak Trino dan kawan-kawan yang saat itu sedang ronda, mendengar suara minta tolong semua bapak-bapak tersebut berlari ke arah danau,dengan sigap mereka menolong Yuda.
Setelah semua kondisi aman dan selamat,Yuda ditanya oleh pak Trisno, mas Yuda apa yang sampean lakukan ditengah danau? Yuda menjawab, saya mengejar Si Cantik pak. Sontak pak Trisno kaget! Dengan menghela nafas pak Trisno menceritakan perihal Sicantik.
Mas Yuda,Si Cantik itu bukan manusia tapi penunggu danau itu, konon dulu ada seorang gadis yang bernama cantik mati dibunuh dengan tubuh terbagi dua yang mana bagian tubuhnya dibuang kedalam danau itu hingga sekarang tidak ditemukan jasad nya. Yuda tidak menyangka wanita yg begitu cantik dan lembut harus meninggal dengan begitu tragis.
Setelah beberapa hari merenungi kejadian yg membuat nya sedikit trauma, Yuda memutuskan untuk tidak melanjutkan riset nya di dusun itu, karena Yuda tidak menginginkan hal-hal yang mengerikan terjadi lagi kepada dirinya. Hari berikutnya Yuda berpamitan serta berterima kasih kepada pak Trisno dan kawan-kawan untuk kembali ke kota.
Terima kasih ya bapak-bapak semua selama saya disini bapak-bapak banyak membantu saya, saya izin pamit ya semuanya. Ucap Yuda.
Dengan langkah mantap Yuda melangkahkan kaki nya meninggalkan dusun itu, dengan sebuah kejadian yang mungkin akan mejadi trauma jangka panjang untuk nya. SEKIAN
Janganlah tergoda oleh rupa yang rupawan dan berhati hatilah dengan rasa penasaran karena semua yang terlihat indah dan pesona yang luar biasa bisa membawamu kedalam malapetaka yang mungkin akan kau sesali didalam hidup mu "YUDA"