"Huh! Akhirnya selesai"ucap Elisia, sehabis mengepel lantai rumah yang begitu besar itu.
Tap! Tap! Tap!
Suara langkah kaki yang sedang menuruni tangga.
Plak!
Suara lap yang jatuh dari tangan Bella.
"Eh! Lo kalau bersih-bersih yang bener dong! Itu lihat ada yang kotor"ketus Bella kepada Elisia.
"M-maaf kak... A-aku"belum sempat Elisia melanjutkan perkataannya, tiba-tiba Bella langsung memotongnya.
"Heleh! Alesan! Intinya aku gak mau Ayah sama bunda marah gara-gara kamu!"bentak Bella
"I-iya kak"lirih Elisia, sambil menunduk
"Huh! Gak becus banget sih jadi orang"maki Bella, lalu pergi meninggalkan Elisia
'ya Allah... Kenapa hari-hariku harus selalu seperti ini'batin Elisia sambil menitikkan air mata.
***
Sehabis mengepel lantai Elisia kekamarnya untuk sekedar rebahan.
"Bun, Bunda kenapa harus meninggalkan aku disini sendirian Bun?"gumam Elisia sambil melihat foto Almarhum Bundanya.
Tap! Tap! Tap!
Suara langkah kaki
Brak!
Suara dobrakan pintu
"Elisia!!!"jerit Ella (ibu tiri Nisha)
Elisia terperanjat "i-iya Bun?"tanya Elisia
Srak!
Ella menjambak rambut Elisia
"Au! Sakit Bun"keluh Elisia sambil meringis kesakitan
"Berani banget kamu ya!"bentak Ella dengan tatapan tajam
"Sini kamu!"ketus Ella lalu menyeret Elisa dengan menarik rambutnya
"A-au sakit Bun, tolong lepas"pinta Elisa
Beberapa saat kemudian, Ella melempar Elisia kelantai sehingga gadis itu jatuh tersungkur "gimana pak? Ini masih perawan loh"tanya Ella kepada seorang pria paruh baya
"Hm... Boleh juga, semoga tuan Lin suka"ucap Pria bernama Dani
'hah! Apa aku akan dijual?'batin Elisia
Ella tersenyum licik"jadi harganya sesuai dengan kesepakatan bukan?"tanya Ella lagi
"Tentu Bu, 1 Miliyar apakah tidak cukup?"tanya Dani
"Jadi sudah deal ya?"ucap Ella
Dani mengangguk, "El! Ayo siap-siap"ucap Ella kepada Elisia
"Hah! Siap-siap kemana Bun?"tanya Elisia
Ella mendekat ke telinga Elisia lalu membisikkan sesuatu"kamu bakal melayani tuan muda Lin, Sayang~"ucap Ella dengan senyum liciknya
"Hah! A-aku nggak mau! Aku nggak mau!"tetiak Elisia, kemudian Elisia hendak melarikan diri
tetapi sayang Ella lebih sigap dari Elisia dan langsung menarik Elisia masuk kedalam mobil milik Dani
"Nggak! Nggak! Bun, Elisia nggak mau!"ucap Elisia sambil menepuk-nepuk kaca dari dalam mobil
Ella seolah tidak mendengar perkataan Elisia "da-da sayang~"ucap Ella sambil melihat mobil yang mengunci Elisia pergi dengan melambai-lambaikan tangannya
"BUNDA!!!"jerit Elisia sambil menangis
"Pak, tolong pak jangan bawa saya"pinta Elisia kepada Dani
Dani tak menghiraukan permohonan Elisia "bius dia!"perintah Dani kepada 2 anak buahnya yang ada di samping kanan dan kiri Elisia
"A!..."Elisa pun pingsan akibat obat bius
***
Sementara itu di kediaman Arora
"Bun, Ayah kok nggak lihat El? El kemana ya Bun?"tanya Tio Arora (ayah kandung Elisia)
Ella pun panik "i-itu yah, E-Elisia nginep kerumah temennya"jawab Ella gugup
"Oo ya udah, bilangin ya jangan lama-lama, pasti itu anak main, bukanya belajar"ujar Tio
Ella tersenyum palsu "i-iya yah, pasti!"ucap Ella
Saat ini Elisia sudah sampai ke kediaman Lin
"Bawa dia masuk"perintah Dani kepada anak buahnya
***
"Uh! Aku dimana?"lirih Elisia yang terbaring di tempat tidur
"Kau sudah bangun?"tanya seorang pria muda dan tampan
Elisia terperanjat "k-kau siapa?"tanya Elisia dengan suara gemetar
Pria itu tidak menghiraukan Elisia
Buk!
Suara pakaian yang dilempar ke kasur
"Mandilah lalu, pakai ini"ucap Pria itu yang bernama Rafeyel Lin
"A-aku pakai ini?"tanya Elisia sambil melihat lingerie hitam yang sangat terbuka itu
"Ya"singkat Rafeyel
"Aku tidak mau!"tolak Elisia
Tiba-tiba Pria itu naik keatas tempat tidur dan mendukung Elisia
"Nggak mau? Okey! Kita pemanasan sekarang"ucap Rafeyel dan langsung mencubu bibir seksi milik Elisia
"Um! Um!"Elisia berusaha melawan tetapi, tenaga pria itu jauh lebih kuat darinya
(Lanjut part2)