Bulan pertama, kepergianmu. Dadaku masih sangat sakit. Tak bisa tidur, selalu teringat tentangmu. Sebulan penuh aku meringkuk di ranjang kita, Menciumi aroma keringat di kaosmu, sepatumu, dan sikat gigimu. Tanpamu, aku layaknya orang gila.
Bulan kedua. Aku mulai bangkit. Kuputuskan menunggumu sambil menyulam, agar tak cepat bosan. Sedikit demi sedikit, kubeli peralatan menyulam.
Bulan ketiga. Benang, kain, pita, jarum, pembidang, dan penjiplak pola sudah terkumpul. Semua bahan dan pernik sudah siap di meja. Aku bisa mulai menyulam. Oh iya, sekarang aku juga bekerja, sebagai penjual bunga. lya, aku jual bunga yang ada di taman rumah. Tak masalah, bukan? Dan akhir-akhir ini aku sering menjaga toko bunga yang sudah mulai ramai. Sepertinya akan sukses.
Bulan keempat. Hasil sulaman amatirku sudah seperempat jadi. Maukah kau pulang sekarang? Pasti akan sangat bahagia bila bisa menyelesaikannya denganmu.
Bulan kelima. Setengah jadi. Tak sabar kutunjukkan hasilnya padamu.
Bulan keenam. Sudah hampir jadi, paling tidak perlu lima hari lagi untuk menyelesaikannya. Oh iya, toko bunga kuputuskan tutup. Sudah tak ada lagi bunga tersisa di taman. Seandainya kau disini, pasti masih banyak mawar, melati, anggrek, dan bunga-bunga lain yang mekar di taman. Toko tak mungkin kututup sedini ini.
Bulan ketujuh. Sulaman berpola pantai kesukaanmu ini sudah selesai. Sementara, kusimpan di
kotak, kejutan untukmu nanti.
Bulan kedelapan. Kau belum juga pulang. Kuputuskan memasang hasil sulaman di dinding. Indah sekali. Semoga kau masih terkejut.
Bulan kesembilan. Pekerjaanku sekarang hanya menunggumu pulang sambil menyeduh teh di dekat jendela. Begitu setiap hari.
Bulan kesepuluh. Bosan.
Bulan kesebelas. Aku sering jalan-jalan keluar dan jarang dirumah. Maaf, ini puncak kebosananku.
Bulan keduabelas. Keyakinanku pulih kembali. Kau pasti akan segera pulang Senyumku lebih lebar sekarang. Aku janji, sampai bulan keberapapun aku masih akan menunggumu pulang. Tak akan pernah bosan menanti kau mengetuk pintu. Hingga saat itu tiba, aku akan melompat dari jendela ini dan memelukmu erat-erat.
Cepatlah pulang!